Kisah Nabi Musa Tak Sengaja Membunuh Orang Mesir dan Menikahi Putri Nabi Syuaib

Rabu, 03 Mei 2023 - 06:30 WIB
Beliau terus memohon petunjuk kepada Allah mengenai pelariannya ke Madyan itu. Al-Qur'an menceritakan kisahnya dalam Surat Al-Qashash ayat 15-22.

Nabi Musa Menikah

Sebagai seorang pelarian, Musa tidak memiliki tujuan jelas hendak kemana ia pergi di Madyan tersebut. Dalam keadaan yang membingungkan itu, Musa mendapati sebuah sumur tempat meminumkan ternak masyarakat Madyan dan melihat antrean yang panjang.

Banyak peternak bergiliran mengambil air untuk memberi minum ternaknya di sumur itu. Tampaklah dua gadis yang menunggu dari kejauhan dengan ternaknya yang banyak di belakang para pengembala lain yang antre di sekitar sumur. Musa mendatangi dua gadis yang tampak pemalu itu. Ternyata dua gadis ini adalah putri dari Nabi Syu'aib 'alaihissalam.

Setelah pulang, dua gadis itu menyampaikan kepada Musa bahwa ayahnya sudah tua sehingga tidak bisa menyertai mereka untuk antre di sumur tersebut. Sehingga mereka harus menunggu para penggembala lain selesai, barulah mereka mengambil air dari sumur itu untuk memberi minum hewan ternak mereka.

Musa pun membantu kedua gadis itu. Beliau mengambilkan air minum untuk ternak kedua gadis tersebut. Musa kembali berteduh di suatu tempat dan berdoa agar Allah memberinya pertolongan atas memenuhi kebutuhannya.

فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ


Artinya: "Maka dia (Musa) memberi minum (ternak) kedua perempuan itu, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan (makanan) yang Engkau turunkan kepadaku." (Surat Al-Qashash ayat 24)

Ternyata dua gadis yang telah ditolongnya itu menceritakan kebaikan pemuda penolong (Nabi Musa) kepada ayah mereka Nabi Syu'aib. Tak lama kemudian, Nabi Musa dipanggil ke rumah Nabi Syua'ib.

Putri Nabi Syu'aib mengusulkan kepada ayahnya agar mempekerjakan Musa karena beliau adalah sosok yang Al-Qawiyyul Amin. Pujian atau gelar kepada Nabi Musa ini diartikan dengan orang yang kuat lagi dapat dipercaya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!