Sejarah dan Asal Mula Disyariatkannya Salat Jumat
Jum'at, 05 Mei 2023 - 05:05 WIB
Keterangan Al-Qur'an
Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin berkumpul untuk mengerjakan ibadah kepada-Nya di hari Jumat. Maka Allah berfirman:
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS Jumuah ayat 9-10)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim yang artinya: "Allah membutakan orang-orang sebelum kita dari hari Jumat, maka bagi orang-orang Yahudi hari Sabtu, dan bagi orang-orang Nasrani hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita kepada hari Jumat, dan Allah menjadikan hari Jumat, hari Sabtu, dan hari Ahad (berurutan). Demikian pula kelak di hari Kiamat, mereka mengikut kepada kita. Kita adalah orang-orang yang terakhir dari kalangan penduduk dunia, tetapi yang paling pertama mendapat peradilan-Nya di antara sesamanya kelak di hari kiamat sebelum semua makhluk."
Keutamaan Salat Jumat
Keutamaan salat Jumat disebutkan dalam beberapa riwayat Hadis. Dari Aus ibnu Aus As-Saqafi pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mencuci dan mandi pada hari Jumat dan berpagi hari, dan berangkat dengan segera serta jalan kaki tidak berkendaraan, dan mendekati imam, dan mendengarkan serta tidak melakukan hal yang laga (melenyapkan pahala Jumat), maka baginya untuk tiap langkahnya pahala satu tahun puasa dan qiyam (salat)nya." (HR Ahmad, An-Nasai, dan Ibnu Hibban)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barang siapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandinya untuk jinabah, kemudian berangkat pada saat yang pertama, maka seakan-akan ia mengurbankan seekor unta. Dan barang siapa yang berangkat pada saat yang kedua, maka seakan-akan ia mengurbankan seekor sapi betina. Dan barangsiapa yang berangkat pada saat yang ketiga, maka seakan-akan mengurbankan seekor kambing gibas yang bertanduk. Dan barangsiapa yang berangkat pada saat yang keempat, maka seakan-akan mengurbankan seekor ayam. Dan barangsiapa yang berangkat pada saat yang kelima, maka seakan-akan mengurbankan sebuah telur. Dan apabila imam muncul, maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir."
Disunnahkan pula baginya memakai pakaian terbaiknya, mengenakan parfum, bersiwak, membersihkan dirinya, dan bersuci.
Penjelasan tentang Seruan Adzan Salat Jumat
Allah memerintahkan kepada orang-orang mukmin berkumpul untuk mengerjakan ibadah kepada-Nya di hari Jumat. Maka Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (9) فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الأرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (10)
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu untuk mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung." (QS Jumuah ayat 9-10)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil Hadis yang diriwayatkan Imam Muslim yang artinya: "Allah membutakan orang-orang sebelum kita dari hari Jumat, maka bagi orang-orang Yahudi hari Sabtu, dan bagi orang-orang Nasrani hari Ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita kepada hari Jumat, dan Allah menjadikan hari Jumat, hari Sabtu, dan hari Ahad (berurutan). Demikian pula kelak di hari Kiamat, mereka mengikut kepada kita. Kita adalah orang-orang yang terakhir dari kalangan penduduk dunia, tetapi yang paling pertama mendapat peradilan-Nya di antara sesamanya kelak di hari kiamat sebelum semua makhluk."
Keutamaan Salat Jumat
Keutamaan salat Jumat disebutkan dalam beberapa riwayat Hadis. Dari Aus ibnu Aus As-Saqafi pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang mencuci dan mandi pada hari Jumat dan berpagi hari, dan berangkat dengan segera serta jalan kaki tidak berkendaraan, dan mendekati imam, dan mendengarkan serta tidak melakukan hal yang laga (melenyapkan pahala Jumat), maka baginya untuk tiap langkahnya pahala satu tahun puasa dan qiyam (salat)nya." (HR Ahmad, An-Nasai, dan Ibnu Hibban)
Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barang siapa yang mandi pada hari Jumat seperti mandinya untuk jinabah, kemudian berangkat pada saat yang pertama, maka seakan-akan ia mengurbankan seekor unta. Dan barang siapa yang berangkat pada saat yang kedua, maka seakan-akan ia mengurbankan seekor sapi betina. Dan barangsiapa yang berangkat pada saat yang ketiga, maka seakan-akan mengurbankan seekor kambing gibas yang bertanduk. Dan barangsiapa yang berangkat pada saat yang keempat, maka seakan-akan mengurbankan seekor ayam. Dan barangsiapa yang berangkat pada saat yang kelima, maka seakan-akan mengurbankan sebuah telur. Dan apabila imam muncul, maka para Malaikat hadir mendengarkan dzikir."
Disunnahkan pula baginya memakai pakaian terbaiknya, mengenakan parfum, bersiwak, membersihkan dirinya, dan bersuci.
Penjelasan tentang Seruan Adzan Salat Jumat
Lihat Juga :