Ngerinya Makanan, Minuman, dan Pakaian Penghuni Neraka
Jum'at, 05 Mei 2023 - 14:25 WIB
Dalam kitab tafsir Taisirul Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan karya As-Sa’di dijelaskan bahwa ketika penduduk neraka meminum hamim tersebut usus-usus mereka sampai terputus karena saking panasnya.
Baca juga: Ngerinya Neraka: Siksa Paling Ringan Mengenakan Sandal yang Bikin Otak Menggelegak
Ghassaq
Selain minuman hamim ada juga minuman ghassaq. Minuman jenis ini disebutkan Al-Quran dalam surat Shad ayat 57:
هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ
“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.” ( QS Shad : 57 )
Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa sifat ghassaq ini dingin karena dalam Bahasa Arab kata ini digunakan untuk memberikan keterangan kondisi sore hari ketika matahari tidak lagi menyengat tubuh manusia. Namun yang pasti dinginnya ghassaq ini sangat menyengat dan menyiksa tubuh.
Munasbah ayat yang menjelaskan ghassaq ini masih berkaitan dengan penjelasan hamim. Ketika penduduk neraka meminum air hamim yang sangat mendidih itu mereka mencari air yang bisa menyejukkan. Namun, ternyata yang didapatkan adalah ghassaq, minuman yang sama sekali tidak menyejukkan, malah memperparah keadaan mereka.
Ghislin
Ghislin disebutkan dalam Al-Quran pada surat Al-Haqqah ayat 36 :
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ
“Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.”
Al-Maraghi menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan neraka yang berasal dari darah dan nanah tubuh penduduk neraka.
Senada dengan pedapat tersebut Ar-Razi dalam kitab tafsirnya Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan yang berasal dari darah dari kulit ahli neraka.
Laman Tafsir Al-Qur'an menjelaskan kata ghislin sendiri berasal dari kata ghasala yang artinya sesuatu kotoran yang keluar ketika seseorang membasuh tubuhnya. Maka bisa diibaratkan bahwa ghislin adalah sesuatu yang dikonsumsi penghuni neraka yang bersumber dari kulit mereka seperti nanah dan lainnya.
Ar-Razi menambahkan keterangan bahwa ghislin ini adalah makanan bagi mereka yang ketika di dunia sering berbuat buruk terhadap mereka sendiri maupun terhadap orang lain.
Baca juga: Neraka Malu, Jenis Siksa Apa ini? Begini Penjelasan Imam Al-Ghazali
Shadid
Kata dasar shadid disebutkan 42 kali dalam Al-Qur'an. Namun Shadid yang disebut sebagai minuman ahli neraka terdapat satu pada surat Ibrahim ayat 16 :
مِّن وَرَائِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ
“Di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah”
Wahbah Zuhayli dalam Tafsir al-Munir menjelaskan shadid sebagai cairan yang mengalir di tubuh dan kulit ahli neraka berupa darah dan nanah. Kata dasar shadid sendiri mempunyai makna sesuatu yang mengalir atau keluar dari luka bakar dan hal ini diibaratkan dengan minuman ahli neraka.
Penyiksaan di neraka sangatlah pedih. Penduduk neraka mau tidak mau harus makan dan minum itu karena hanya itulah makanan dan minuman yang tersedia. Sedangkan rasa lapar dan haus mereka tidak pernah sekalipun berhenti.
Selain itu, masih banyak siksaan di neraka yang begitu pedih dan kejam, tentunya diperuntukkan bagi orang-orang yang sering berbuat dosa, maksiat dan tidak mau menaati perintah-Nya ketika di dunia. Semoga kita semua dijauhkan dan diselamatkan Allah dari siksa neraka. Aamiin.
Baca juga: Perbedaan Mulut Neraka dan Gerbang Neraka yang Sama Menakutkannya
Pakaian
Sementara itu, Allah menyiapkan pakaian para penghuni neraka berupa pakaian yang terbuat dari api, sebagaimana difirmankan-Nya dalam Al-Qur’an, “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka.” ( QS Al-Hajj[22] : 19)
Umar Sulaiman Al-Asyqar dalam bukunya berjudul "Surga dan Neraka" mengatakan ketika Ibrahim at-Taimi membacakan ayat ini, ia berkata, “Mahabesar Allah SWT yang telah menciptakan pakaian dari api neraka.”
“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah pelangkin (ter) dan wajah mereka ditutup dengan api neraka.” ( QS Ibrahim[14] : 49-50)
Pelangkin atau ter ini sebetulnya adalah lelehan tembaga panas. Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Malik al-Asy’ari, Rasulullah bersabda, “Wanita yang meratapi orang yang meninggal, jika ia tidak menyesali perbuatannya sebelum ia meninggal, ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan memakai baju ter dan perisai kudis.”
Ibn Majah meriwayatkannya dengan kata-kata, “Wanita yang meratapi orang yang meninggal, yang tidak menyesali perbuatannya, Allah SWT akan membuatkan untuknya baju dari ter dan perisai dari kudis.”
Baca juga: Ngerinya Neraka: Siksa Paling Ringan Mengenakan Sandal yang Bikin Otak Menggelegak
Ghassaq
Selain minuman hamim ada juga minuman ghassaq. Minuman jenis ini disebutkan Al-Quran dalam surat Shad ayat 57:
هَٰذَا فَلْيَذُوقُوهُ حَمِيمٌ وَغَسَّاقٌ
“Inilah (azab neraka), biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.” ( QS Shad : 57 )
Ar-Razi dalam Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa sifat ghassaq ini dingin karena dalam Bahasa Arab kata ini digunakan untuk memberikan keterangan kondisi sore hari ketika matahari tidak lagi menyengat tubuh manusia. Namun yang pasti dinginnya ghassaq ini sangat menyengat dan menyiksa tubuh.
Munasbah ayat yang menjelaskan ghassaq ini masih berkaitan dengan penjelasan hamim. Ketika penduduk neraka meminum air hamim yang sangat mendidih itu mereka mencari air yang bisa menyejukkan. Namun, ternyata yang didapatkan adalah ghassaq, minuman yang sama sekali tidak menyejukkan, malah memperparah keadaan mereka.
Ghislin
Ghislin disebutkan dalam Al-Quran pada surat Al-Haqqah ayat 36 :
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنْ غِسْلِينٍ
“Dan tiada (pula) makanan sedikitpun (baginya) kecuali dari darah dan nanah.”
Al-Maraghi menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan neraka yang berasal dari darah dan nanah tubuh penduduk neraka.
Senada dengan pedapat tersebut Ar-Razi dalam kitab tafsirnya Mafatih al-Ghayb menjelaskan bahwa ghislin adalah makanan yang berasal dari darah dari kulit ahli neraka.
Laman Tafsir Al-Qur'an menjelaskan kata ghislin sendiri berasal dari kata ghasala yang artinya sesuatu kotoran yang keluar ketika seseorang membasuh tubuhnya. Maka bisa diibaratkan bahwa ghislin adalah sesuatu yang dikonsumsi penghuni neraka yang bersumber dari kulit mereka seperti nanah dan lainnya.
Ar-Razi menambahkan keterangan bahwa ghislin ini adalah makanan bagi mereka yang ketika di dunia sering berbuat buruk terhadap mereka sendiri maupun terhadap orang lain.
Baca juga: Neraka Malu, Jenis Siksa Apa ini? Begini Penjelasan Imam Al-Ghazali
Shadid
Kata dasar shadid disebutkan 42 kali dalam Al-Qur'an. Namun Shadid yang disebut sebagai minuman ahli neraka terdapat satu pada surat Ibrahim ayat 16 :
مِّن وَرَائِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ
“Di hadapannya ada Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah”
Wahbah Zuhayli dalam Tafsir al-Munir menjelaskan shadid sebagai cairan yang mengalir di tubuh dan kulit ahli neraka berupa darah dan nanah. Kata dasar shadid sendiri mempunyai makna sesuatu yang mengalir atau keluar dari luka bakar dan hal ini diibaratkan dengan minuman ahli neraka.
Penyiksaan di neraka sangatlah pedih. Penduduk neraka mau tidak mau harus makan dan minum itu karena hanya itulah makanan dan minuman yang tersedia. Sedangkan rasa lapar dan haus mereka tidak pernah sekalipun berhenti.
Selain itu, masih banyak siksaan di neraka yang begitu pedih dan kejam, tentunya diperuntukkan bagi orang-orang yang sering berbuat dosa, maksiat dan tidak mau menaati perintah-Nya ketika di dunia. Semoga kita semua dijauhkan dan diselamatkan Allah dari siksa neraka. Aamiin.
Baca juga: Perbedaan Mulut Neraka dan Gerbang Neraka yang Sama Menakutkannya
Pakaian
Sementara itu, Allah menyiapkan pakaian para penghuni neraka berupa pakaian yang terbuat dari api, sebagaimana difirmankan-Nya dalam Al-Qur’an, “Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sangat mendidih ke atas kepala mereka.” ( QS Al-Hajj[22] : 19)
Umar Sulaiman Al-Asyqar dalam bukunya berjudul "Surga dan Neraka" mengatakan ketika Ibrahim at-Taimi membacakan ayat ini, ia berkata, “Mahabesar Allah SWT yang telah menciptakan pakaian dari api neraka.”
“Dan kamu akan melihat orang-orang yang berdosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu. Pakaian mereka adalah pelangkin (ter) dan wajah mereka ditutup dengan api neraka.” ( QS Ibrahim[14] : 49-50)
Pelangkin atau ter ini sebetulnya adalah lelehan tembaga panas. Menurut sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Malik al-Asy’ari, Rasulullah bersabda, “Wanita yang meratapi orang yang meninggal, jika ia tidak menyesali perbuatannya sebelum ia meninggal, ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dengan memakai baju ter dan perisai kudis.”
Ibn Majah meriwayatkannya dengan kata-kata, “Wanita yang meratapi orang yang meninggal, yang tidak menyesali perbuatannya, Allah SWT akan membuatkan untuknya baju dari ter dan perisai dari kudis.”
(mhy)
Lihat Juga :