Cara Unik ke Tanah Suci: Dari Jalan Kaki sampai Mengayuh Sepeda
Selasa, 09 Mei 2023 - 07:55 WIB
Shihab Chottur
Selanjutnya, ada juga lelaki India yang jalan kaki demi ke Tanah Suci. Dia adalah Shihab Chottur. Lelaki ini memulai perjalanannya sejauh 8.600 km dari Malappuram.
Ulama India mempersoalkan cara Shihab tersebut. Ada yang ulang yang menkritik sebagai melanggar sunah Nabi SAW. Dalilnya, "tidak baik berjalan ketika fasilitas kendaraan tersedia.
Jadi, pergi haji dengan berjalan kaki bukanlah hal yang Islami di zaman modern. “Tolong kembalilah, Shihab. Dan itu lebih baik untukmu,” kata ujar seorang ulama setempat.
Baca juga: Tuntunan Haji dan Kisah Haji Perpisahan Rasulullah SAW yang Diikuti Puluhan Ribu Jamaah
Hanya saja, ulama lainnya berpandangan bahwa Islam tidak melarang pergi haji dengan berjalan kaki. “Benar bahwa lebih baik bepergian dengan kendaraan. Tetapi ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kaki, tidak ada gunanya menghentikannya,” ujar seorang ulama sebagai mana dilansir media setempat, thehindu.com.
Shihab tidak peduli dengan polemik itu. Ia melanjutkan perjalanannya melintasi Pakistan, Iran, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi dengan berjalan kaki.
Dia membawa bagasi ringan saat berjalan setidaknya 25 km sehari. Dia lebih suka menghabiskan malamnya di masjid. “Saya tidak membawa tenda karena ingin berjalan santai," katanya.
Khalid Abdul Ghafoor dan Zeeshan
Selanjutnya, ada juga lelaki India yang jalan kaki demi ke Tanah Suci. Dia adalah Shihab Chottur. Lelaki ini memulai perjalanannya sejauh 8.600 km dari Malappuram.
Ulama India mempersoalkan cara Shihab tersebut. Ada yang ulang yang menkritik sebagai melanggar sunah Nabi SAW. Dalilnya, "tidak baik berjalan ketika fasilitas kendaraan tersedia.
Jadi, pergi haji dengan berjalan kaki bukanlah hal yang Islami di zaman modern. “Tolong kembalilah, Shihab. Dan itu lebih baik untukmu,” kata ujar seorang ulama setempat.
Baca juga: Tuntunan Haji dan Kisah Haji Perpisahan Rasulullah SAW yang Diikuti Puluhan Ribu Jamaah
Hanya saja, ulama lainnya berpandangan bahwa Islam tidak melarang pergi haji dengan berjalan kaki. “Benar bahwa lebih baik bepergian dengan kendaraan. Tetapi ketika seseorang memutuskan untuk berjalan kaki, tidak ada gunanya menghentikannya,” ujar seorang ulama sebagai mana dilansir media setempat, thehindu.com.
Shihab tidak peduli dengan polemik itu. Ia melanjutkan perjalanannya melintasi Pakistan, Iran, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi dengan berjalan kaki.
Dia membawa bagasi ringan saat berjalan setidaknya 25 km sehari. Dia lebih suka menghabiskan malamnya di masjid. “Saya tidak membawa tenda karena ingin berjalan santai," katanya.
Khalid Abdul Ghafoor dan Zeeshan
Lihat Juga :