Meneladani Ibrahim (1): Kebesaran Allah dan Kehidupan
Jum'at, 16 Juni 2023 - 23:39 WIB
"Ingatlah, ketika keduanya berada dalam gua itu, ketika dia berkata kepada sahabatnya: jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Maka Allah menurunkan kedamaian kepadanya dan menguatkannya dengan bala tentara yang belum pernah kalian saksikan."
Keagungan Karunia Ilahi
Kemahabesaran sang Pencipta itulah yang terefleksi dalam keagungan ragam nikmat-Nya pada kita. Allah mengaruniakan kepada kita nikmat yang luar biasa, lahir maupun batin:
ظاهرة وباطنة
"Sedemikian besarnya nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita, menjadikan sangat sedikit di antara hamba-hambaNya yang mampu bersyukur:
وقليل من عبادي الشكور
"Sangat sedikit dari hamba-hambaKu yang mampu bersyukur."
Penciptaan kita sebagai manusia (insan, basyar atau Bani Adam) itu sendiri. Sungguh sebuah kenikmatan dan kemuliaan yang luar biasa:
ولقد كرمنا بني ادم
"Sesunggguhnya Kami telah muliakan anak cucu Adam (manusia)."
Penciptaan kita sebagai ciptaan terbaik, the best design (ahsanu taqwiim) merupakan bentuk kenikmatan yang luar biasa. Keindahan, kenyamanan dan kesempurnaan penciptaan kita sebagai manusia, sungguh kenikmatan yang menuntut kesadaran rasa syukur dari kita semua.
Dijadikannya manusia sebagai makhluk yang memiliki kapasitas akal atau fikir, menjadikan makhluk lain irihati. Dengan kemampuan inilah manusia mampu berinovasi dalam rangka mengemban amanah kekhilafahannya di atas bumi ini:
وعلم آدم الأسماء كلها ثم عرضهم علي الملائكة فقال أنبئوني بأسماء هؤلاء ان كُنتُم صادقين
"Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya. Kemudian Dia (Allah) menanyakan kepada para malaikat (tentang nama-nama itu). Maka Allah berkata: sebutkan kepadaKu nama-nama semuanya jika kalian mengaku benar."
Nikmat Iman dan Islam
Tapi perlu kita kembali menyadari bahwa dari semua nikmat yang Allah karuniakan itu, nikmat iman dan Islamlah yang menjadi fondasi dan penentu. Karunia apapun akan menjadi nikmat jika dibangun di atas fondasi iman. Sebaliknya, karunia apapun jika tidak dibarengi iman justeru bisa menjadi niqmah atau musibah kehidupan.
Keagungan Karunia Ilahi
Kemahabesaran sang Pencipta itulah yang terefleksi dalam keagungan ragam nikmat-Nya pada kita. Allah mengaruniakan kepada kita nikmat yang luar biasa, lahir maupun batin:
ظاهرة وباطنة
"Sedemikian besarnya nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kita, menjadikan sangat sedikit di antara hamba-hambaNya yang mampu bersyukur:
وقليل من عبادي الشكور
"Sangat sedikit dari hamba-hambaKu yang mampu bersyukur."
Penciptaan kita sebagai manusia (insan, basyar atau Bani Adam) itu sendiri. Sungguh sebuah kenikmatan dan kemuliaan yang luar biasa:
ولقد كرمنا بني ادم
"Sesunggguhnya Kami telah muliakan anak cucu Adam (manusia)."
Penciptaan kita sebagai ciptaan terbaik, the best design (ahsanu taqwiim) merupakan bentuk kenikmatan yang luar biasa. Keindahan, kenyamanan dan kesempurnaan penciptaan kita sebagai manusia, sungguh kenikmatan yang menuntut kesadaran rasa syukur dari kita semua.
Dijadikannya manusia sebagai makhluk yang memiliki kapasitas akal atau fikir, menjadikan makhluk lain irihati. Dengan kemampuan inilah manusia mampu berinovasi dalam rangka mengemban amanah kekhilafahannya di atas bumi ini:
وعلم آدم الأسماء كلها ثم عرضهم علي الملائكة فقال أنبئوني بأسماء هؤلاء ان كُنتُم صادقين
"Dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama semuanya. Kemudian Dia (Allah) menanyakan kepada para malaikat (tentang nama-nama itu). Maka Allah berkata: sebutkan kepadaKu nama-nama semuanya jika kalian mengaku benar."
Nikmat Iman dan Islam
Tapi perlu kita kembali menyadari bahwa dari semua nikmat yang Allah karuniakan itu, nikmat iman dan Islamlah yang menjadi fondasi dan penentu. Karunia apapun akan menjadi nikmat jika dibangun di atas fondasi iman. Sebaliknya, karunia apapun jika tidak dibarengi iman justeru bisa menjadi niqmah atau musibah kehidupan.
Lihat Juga :