Kisah Sa'ad Bin Mu'adz yang Mengguncang 'Arsy, Jenazahnya Diantar 70.000 Malaikat
Sabtu, 25 Juli 2020 - 17:37 WIB
Riwayat lain menceritakan hahwa ketika Sa'ad bin Mu'adz wafat, Rasulullah SAW menggenggam kedua lutut Sa'ad lalu berkata, "Malaikat masuk, tetapi tidak mendapatkan tempat duduk, maka aku lapangkan tempat untuknya." Ketika orang-orang mengusung jenazah Sa'ad bin Mu'adz yang pada masa hidupnya ia adalah orang yang paling besar dan tinggi, salah seorang munafik berkata, "Kami belum pernah mengusung jenazah yang lebih ringan daripada hari ini."
Lalu Nabi SAW bersaada, "Jenazah Sa'ad bin Mu'adz disaksikan 70.000 Malaikat yang tidak menginjak bumi sama sekali." (Riwayat Abu Na’im dari Asy’at bin Ishaq bin Sa’ad bin Abi Waqash). (Baca Juga: Subhanallah, Inilah Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari )
Diceritakan pula bahwa ketika mengusung jenazah Sa'ad , orang-orang mengatakan, "Ya Rasulullah , kami belum pernah mengusung jenazah yang lebih ringan daripada ini.” Beliau menjelaskan, "Kalian merasa ringan, karena Malaikat telah turun tangan, padahal sebelumnya mereka belum pernah ikut mengusung jenazah bersama-sama kalian". (Riwayat Ibnu Sa'ad dari Mahmud bin Lubaid)
Muhammad bin Syarahbil bin Hasanah menceritakan bahwa pada hari itu, orang-orang mengambil tanah kuburan Sa'ad dan membawanya pulang. Setelah pulang, mereka melihat tanah tersebut telah berubah menjadi minyak wangi. Rasulullah SAW berkata, "Maha Suci Allah, Maha Suci Allah". Lalu beliau mengusapkan minyak wangi itu ke wajahnya dan berkata lagi, "Segala puji hanya bagi Allah, kalau ada orang yang selamat dari himpitan kubur, Sa'ad lah orangnya. Ia dikenai satu himpitan, kemudian Allah membebaskannya." (HR Ibnu Sa'ad dan Abu Na'im dari jalur Muhammad bin Munkadir)
Anni Sa'id al-Khudri RA berkata: "Aku ikut menghadiri pemakaman Sa'ad . Setiap kami menggali sebongkah tanah kuburnya, kami mencium harum minyak wangi." (Riwayat Ibnu Sa'ad)
Demikian karomah sahabat Sa'ad bin Mu'adz yang menggetarkan hati. Kewafatannya tidak hanya membuat Rasulullah SAW takjub, para Malaikat pun ikut mengantar jenazahnya hingga 'Arsy bergoncang karena bergembira menyambut kedatangan ruhnya. Semoga Allah meridhdoinya dan kita dapat meneladani perjuangan beliau. Al-Faatihah. (Baca Juga: Dahsyatnya Karomah Al-'Ala Al-Hadhrami Bisa Berjalan di Atas Laut )
Wallahu Ta'ala A'lam
Lalu Nabi SAW bersaada, "Jenazah Sa'ad bin Mu'adz disaksikan 70.000 Malaikat yang tidak menginjak bumi sama sekali." (Riwayat Abu Na’im dari Asy’at bin Ishaq bin Sa’ad bin Abi Waqash). (Baca Juga: Subhanallah, Inilah Wasiat Rasulullah SAW kepada Abu Dzar Al-Ghifari )
Diceritakan pula bahwa ketika mengusung jenazah Sa'ad , orang-orang mengatakan, "Ya Rasulullah , kami belum pernah mengusung jenazah yang lebih ringan daripada ini.” Beliau menjelaskan, "Kalian merasa ringan, karena Malaikat telah turun tangan, padahal sebelumnya mereka belum pernah ikut mengusung jenazah bersama-sama kalian". (Riwayat Ibnu Sa'ad dari Mahmud bin Lubaid)
Muhammad bin Syarahbil bin Hasanah menceritakan bahwa pada hari itu, orang-orang mengambil tanah kuburan Sa'ad dan membawanya pulang. Setelah pulang, mereka melihat tanah tersebut telah berubah menjadi minyak wangi. Rasulullah SAW berkata, "Maha Suci Allah, Maha Suci Allah". Lalu beliau mengusapkan minyak wangi itu ke wajahnya dan berkata lagi, "Segala puji hanya bagi Allah, kalau ada orang yang selamat dari himpitan kubur, Sa'ad lah orangnya. Ia dikenai satu himpitan, kemudian Allah membebaskannya." (HR Ibnu Sa'ad dan Abu Na'im dari jalur Muhammad bin Munkadir)
Anni Sa'id al-Khudri RA berkata: "Aku ikut menghadiri pemakaman Sa'ad . Setiap kami menggali sebongkah tanah kuburnya, kami mencium harum minyak wangi." (Riwayat Ibnu Sa'ad)
Demikian karomah sahabat Sa'ad bin Mu'adz yang menggetarkan hati. Kewafatannya tidak hanya membuat Rasulullah SAW takjub, para Malaikat pun ikut mengantar jenazahnya hingga 'Arsy bergoncang karena bergembira menyambut kedatangan ruhnya. Semoga Allah meridhdoinya dan kita dapat meneladani perjuangan beliau. Al-Faatihah. (Baca Juga: Dahsyatnya Karomah Al-'Ala Al-Hadhrami Bisa Berjalan di Atas Laut )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)