Kondisi Terkini Tempat Perajin Kiswah di Mesir, Melayani Pesanan Hiasan Dinding Mirip Kakbah
Kamis, 22 Juni 2023 - 13:01 WIB
Proses pembuatan kiswah panjang dan teliti. Foto/Ilustrasi: Fadel Dawod/MEE
Saat umat Islam di seluruh dunia bersiap untuk menunaikan ibadah haji , semua mata tertuju pada Masjidilharam Makkah di Arab Saudi, tempat Kakbah berada.
Salah satu ciri Kakbah yang paling mencolok adalah sutra hitam yang menutupinya atau dikenal sebagai kiswah . Kain kiswah ini diganti setiap tahun pada hari ke-9 Zulhijjah . Kiswah lama sering dipotong, dengan masing-masing bagian dihadiahkan kepada orang-orang terkenal atau pejabat tinggi.
Lantaran desainnya yang rumit, kiswah dianggap sebagai contoh seni Islam yang bagus dan sangat dihormati.
Mesir memiliki peran membuat kiswah hingga tahun 1962. Kini semua digarap di Arab Saudi. Kendati demikian, sejumlah bengkel pembuatan kiswah masih ada di Kairo.
Baca juga: Sejarah Kiswah, Kain Penutup Baitullah
Sobhi Salih al-Tayyib, 80, adalah salah satu orang terakhir yang terlibat dalam pembuatan kiswah di Kairo, Mesir. Al-Tayyib mengatakan bahwa dia pertama kali mulai bekerja di Dar al-Kiswah di lingkungan al-Kharnfash Kairo pada usia 15 tahun bersama ayahnya.
“Ini adalah profesi yang dulu saya sukai dan merupakan kehormatan besar untuk berpartisipasi dalam membuat sesuatu untuk Kakbah Suci,” katanya, sebagaimana dilansir Middle East Eye (MEE), Rabu 21 Juni 2023.
Ia menjelaskan sedih karena kiswah tidak lagi dibuat di Kairo. "Saya akan mengerjakannya dengan keyakinan penuh bahwa apa yang kami lakukan itu luar biasa," tambahnya.
Dar al-Kiswah beroperasi selama lebih dari satu abad, dan pada puncaknya mempekerjakan lebih dari 100 pengrajin. Kini, menurut al-Tayyib, ada sekitar 60 orang yang bekerja membuat kiswah di Kairo sepanjang tahun.
Dia bekerja untuk pameran internasional yang menampilkan versi kiswah yang lebih kecil dan tekstil lainnya serta hiasan dinding yang menampilkan kaligrafi Arab. Karyanya telah dipajang hingga ke Indonesia dan negara-negara Teluk.
Baca juga: Warna-warni Kain Kiswah Kakbah Sepanjang Sejarah
Salah satu ciri Kakbah yang paling mencolok adalah sutra hitam yang menutupinya atau dikenal sebagai kiswah . Kain kiswah ini diganti setiap tahun pada hari ke-9 Zulhijjah . Kiswah lama sering dipotong, dengan masing-masing bagian dihadiahkan kepada orang-orang terkenal atau pejabat tinggi.
Lantaran desainnya yang rumit, kiswah dianggap sebagai contoh seni Islam yang bagus dan sangat dihormati.
Mesir memiliki peran membuat kiswah hingga tahun 1962. Kini semua digarap di Arab Saudi. Kendati demikian, sejumlah bengkel pembuatan kiswah masih ada di Kairo.
Baca juga: Sejarah Kiswah, Kain Penutup Baitullah
Sobhi Salih al-Tayyib, 80, adalah salah satu orang terakhir yang terlibat dalam pembuatan kiswah di Kairo, Mesir. Al-Tayyib mengatakan bahwa dia pertama kali mulai bekerja di Dar al-Kiswah di lingkungan al-Kharnfash Kairo pada usia 15 tahun bersama ayahnya.
“Ini adalah profesi yang dulu saya sukai dan merupakan kehormatan besar untuk berpartisipasi dalam membuat sesuatu untuk Kakbah Suci,” katanya, sebagaimana dilansir Middle East Eye (MEE), Rabu 21 Juni 2023.
Ia menjelaskan sedih karena kiswah tidak lagi dibuat di Kairo. "Saya akan mengerjakannya dengan keyakinan penuh bahwa apa yang kami lakukan itu luar biasa," tambahnya.
Dar al-Kiswah beroperasi selama lebih dari satu abad, dan pada puncaknya mempekerjakan lebih dari 100 pengrajin. Kini, menurut al-Tayyib, ada sekitar 60 orang yang bekerja membuat kiswah di Kairo sepanjang tahun.
Dia bekerja untuk pameran internasional yang menampilkan versi kiswah yang lebih kecil dan tekstil lainnya serta hiasan dinding yang menampilkan kaligrafi Arab. Karyanya telah dipajang hingga ke Indonesia dan negara-negara Teluk.
Baca juga: Warna-warni Kain Kiswah Kakbah Sepanjang Sejarah
Lihat Juga :