alexametrics

Sejarah Kiswah, Kain Penutup Baitullah

loading...
Sejarah Kiswah, Kain Penutup Baitullah
Proses penggantian Kiswah, kain penutup Kabah berwarna hitam dengan hiasan kaligrafi Al-Quran dari benang emas dan perak. Foto/Dok therahnuma.com
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an

Salah satu pemandangan yang selalu menarik di musim haji adalah penggantian kiswah Baitullah di Makkah. Kiswah merupakan pakaian penutup Ka'bah yang terbuat dari kain sutera murni berwarna hitam pekat dengan hiasan kaligrafi bertuliskan ayat-ayat Al-Qur'an dari benang emas dan perak.

Menurut sejarah, Ka'bah sudah diberi kiswah sejak zaman Nabi Ismail 'alaihissalam (AS), putra Nabi Ibrahim AS. Namun tidak ada catatan yang mengisahkan kiswah pada zaman Nabi Ismail terbuat dari apa dan berwarna apa. (Baca Juga: Sterilkan Ka'bah, Imam Masjidil Haram Gunakan 'Teknologi Ozon')

Baru pada masa kepemimpinan Raja Himyar As'ad Abu Bakr dari Yaman, disebutkan kiswah yang melindungi Ka'bah terbuat dari kain tenun. Kebijakan Raja Himyar untuk memasang kiswah sesuai tradisi Arab yang berkembang sejak zaman Ismail diikuti oleh para penerusnya.



Pada masa Qusay ibnu Kilab, salah seorang leluhur Nabi Muhammad SAW yang terkemuka, pemasangan kiswah pada Ka'bah menjadi tanggung jawab masyarakat Arab dari suku Quraisy. Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memerintahkan pembuatan kiswah dari kain yang berasal dari Yaman. Sedangkan empat khalifah penerus Nabi Muhammad yang termasuk dalam Khulafa al-Rasyidin memerintahkan pembuatan kiswah dari kain benang kapas.

Kiswah terdiri dari lima bagian, yaitu empat sisi dan tirai pintu. Kainnya sutera yang diimpor khusus. Untuk membuatnya dibutuhkan lebih 600 Kg sutra murni. Kabarnya di zaman Nabi Ismail kiswah berupa belundru. (Baca Juga: Renovasi Ka'bah dan Cara Nabi Mempersatukan Tokoh-Tokoh Quraisy)



Sementara itu, pada era Kekhalifahan Abbassiyah, Khalifah ke-4 Al-Mahdi memerintahkan supaya kiswah dibuat dari kain sutra Khuz. Pada masa pemerintahannya, kiswah didatangkan dari Mesir dan Yaman.

Selanjutnya pada masa kekuasaan Turki Utsmani, kiswah didatangkan dari Istanbul Turki yang memang piawai menghasilkan tenunan kiswah terbaik di masanya. (Baca Juga: Tsauban: Jangan Kabari Rasulullah)

Kini kiswah Baitullah dirancang khusus lebih dari 200 karayawan penduduk asli Saudi di sebuah pabrik milik kerajaan. Letaknya di Al Joud, Makkah. Kiswah tingginya 14 meter dan lebar 47 meter. Bagian atas selebar 95 Cm dihiasi benang perak berlapis emas dengan berat 130 kg. (Baca Juga: Tragedi Qaramithah: Ka'bah Tanpa Hajar Aswad Selama 22 Tahun)
(rhs)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
وَلَقَدۡ مَكَّـنّٰكُمۡ فِى الۡاَرۡضِ وَجَعَلۡنَا لَـكُمۡ فِيۡهَا مَعَايِشَ ؕ قَلِيۡلًا مَّا تَشۡكُرُوۡنَ
Dan sungguh, Kami telah menempatkan kamu di bumi dan di sana Kami sediakan (sumber) penghidupan untukmu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.

(QS. Al-A’raf:10)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak