Kisah Perjalanan Haji Evlia Celebi Tahun 1672, Mimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW
Kamis, 29 Juni 2023 - 07:28 WIB
Penggambaran awal abad ke-19 tentang prosesi Haji Ottoman oleh seniman Georg Manuel Lopiz. (MEE)
Pada abad ke-17, bangsawan Turki Evliya Celebi mengisahkan tentang keputusannya melakukan perjalanan melintasi Anatolia, Eropa Timur, Kaukus, dan sebagian besar Timur Tengah .
Saat masih muda, Celebi mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di dalam masjid. Dalam mimpinya itu ia tidak meminta syafaat Rasulullah di Hari Pengadilan. Yang ia minta justru agar diizinkan menjadi pengembara. Ia ingin bepergian ke mana ia suka.
Nabi setuju. Selanjutnya yang terjadi adalah perjalanan Celebi selama puluhan tahun melintasi Kekaisaran Ottoman dan daerah tetangganya.
Baca juga: Kisah Haji Ibnu Jubair Tahun 1184, Ada Gagasan Haji Mewah
Perjalanan Celebi dicatat dalam Seyahetname ("Buku Perjalanan") dan merupakan campuran dari peristiwa aktual dan beberapa yang melampaui batas kredibilitas.
Tentang hajinya, Celebi melakukan perjalanan menyusuri pantai Anatolia hingga ke Yerusalem sebelum bergabung dengan kafilah haji di Suriah.
Sebagai seorang bangsawan Turki, Celebi memiliki akses ke pejabat senior Utsmani, serta pemimpin suku setempat, termasuk Sharif Makkah.
Perjalanannya ke Makkah merupakan bagian dari kafilah Utsmaniyah yang bersenjata lengkap. Pasukan ini diperlukan untuk mencegah bandit mengganggu para peziarah yang melakukan perjalanan melalui medan gurun.
Ketika akhirnya sampai di Makkah, musafir Utsmani memberikan gambaran yang kaya tentang adat istiadat dan orang-orang di kota itu.
"Orang-orang Makkah berkulit gelap, beberapa dari mereka kemerahan atau kecoklatan, dengan mata seperti kijang, ucapan manis, wajah bulat, menjaga nasihat mereka sendiri, tuan-tuan keturunan Hashemite murni," tulisnya tentang penduduk kota suci, yang katanya kebanyakan bekerja sebagai pedagang.
Saat masih muda, Celebi mengaku bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW di dalam masjid. Dalam mimpinya itu ia tidak meminta syafaat Rasulullah di Hari Pengadilan. Yang ia minta justru agar diizinkan menjadi pengembara. Ia ingin bepergian ke mana ia suka.
Nabi setuju. Selanjutnya yang terjadi adalah perjalanan Celebi selama puluhan tahun melintasi Kekaisaran Ottoman dan daerah tetangganya.
Baca juga: Kisah Haji Ibnu Jubair Tahun 1184, Ada Gagasan Haji Mewah
Perjalanan Celebi dicatat dalam Seyahetname ("Buku Perjalanan") dan merupakan campuran dari peristiwa aktual dan beberapa yang melampaui batas kredibilitas.
Tentang hajinya, Celebi melakukan perjalanan menyusuri pantai Anatolia hingga ke Yerusalem sebelum bergabung dengan kafilah haji di Suriah.
Sebagai seorang bangsawan Turki, Celebi memiliki akses ke pejabat senior Utsmani, serta pemimpin suku setempat, termasuk Sharif Makkah.
Perjalanannya ke Makkah merupakan bagian dari kafilah Utsmaniyah yang bersenjata lengkap. Pasukan ini diperlukan untuk mencegah bandit mengganggu para peziarah yang melakukan perjalanan melalui medan gurun.
Ketika akhirnya sampai di Makkah, musafir Utsmani memberikan gambaran yang kaya tentang adat istiadat dan orang-orang di kota itu.
"Orang-orang Makkah berkulit gelap, beberapa dari mereka kemerahan atau kecoklatan, dengan mata seperti kijang, ucapan manis, wajah bulat, menjaga nasihat mereka sendiri, tuan-tuan keturunan Hashemite murni," tulisnya tentang penduduk kota suci, yang katanya kebanyakan bekerja sebagai pedagang.
Lihat Juga :