Kisah Perjalanan Haji Evlia Celebi Tahun 1672, Mimpi Bertemu Nabi Muhammad SAW

Kamis, 29 Juni 2023 - 07:28 WIB
Dibawa pula unit kavaleri 2000 penunggang kuda, 200 pria pemberani bersenjata, dua pembawa bendera Tatar, 300 pembawa obor dan 30 musisi. Rencana perjalanan Celebi dari Damaskus ke Qatrana menggambarkan Kiswa, Qala'at Sinamayn, Zara'a dan Khan Tarkhana.

Selain serangan yang sering terjadi, para peziarah juga diceritakan harus menghadapi bencana alam dan unsur-unsurnya lainnya.

“Ada khamsin (badai angin panas dan berpasir) yang mencekik dan badai pasir yang menyilaukan di akhir musim semi (Mei) dan musim gugur (September-Oktober). Tetapi banjir bandang musim dingin lebih berbahaya dan melumpuhkan, akibat hujan tiba-tiba dan melimpah meningkatkan laju aliran wadi,” ucap Dauphin.

Yang paling berbahaya adalah Ngarai Balqa, bentangan lima kilometer yang biasanya memakan waktu tiga jam untuk dilalui. Dalam kondisi hujan tanpa henti dan banjir dari wadi yang tergenang air yang dihadapi para peziarah, perjalanan memakan waktu 10 jam.



Masih dalam catatannya, Celebi juga menggambarkan adegan yang penuh dengan kekacauan, yang mana kuda, bagal, unta dan keledai tenggelam di lumpur.

Aspek penting lainnya dari catatan Celebi tentang Haji adalah deskripsinya tentang elemen komersial dari ziarah.

Meskipun tidak menolak untuk melebih-lebihkan, akunnya mencakup pembelian hingga 50.000 unta untuk ziarah oleh peziarah Damaskus dari suku Arab, yang juga membeli barang dari para peziarah.

"Orang-orang suku Arab juga menjadi kaya dan datang ke sini setahun sekali bersama istri dan anak-anak mereka untuk membeli barang-barang berharga," catat Celebi.

(mhy)
Halaman :
Lihat Juga :
Follow
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
cover top ayah
وَلَٮِٕنۡ اَذَقۡنَا الۡاِنۡسَانَ مِنَّا رَحۡمَةً ثُمَّ نَزَعۡنٰهَا مِنۡهُ‌ۚ اِنَّهٗ لَيَـــُٔوۡسٌ كَفُوۡرٌ (٩) وَلَٮِٕنۡ اَذَقۡنٰهُ نَـعۡمَآءَ بَعۡدَ ضَرَّآءَ مَسَّتۡهُ لَيَـقُوۡلَنَّ ذَهَبَ السَّيِّاٰتُ عَنِّىۡ‌ ؕ اِنَّهٗ لَـفَرِحٌ فَخُوۡرٌۙ (١٠) اِلَّا الَّذِيۡنَ صَبَرُوۡا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِؕ اُولٰٓٮِٕكَ لَهُمۡ مَّغۡفِرَةٌ وَّاَجۡرٌ كَبِيۡرٌ (١١)
Dan jika Kami berikan rahmat Kami kepada manusia, kemudian (rahmat itu) Kami cabut kembali, pastilah dia menjadi putus asa dan tidak berterima kasih. Dan jika Kami berikan kebahagiaan kepadanya setelah ditimpa bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, Telah hilang bencana itu dariku. Sesungguhnya dia (merasa) sangat gembira dan bangga, kecuali orang-orang yang sabar, dan mengerjakan kebajikan, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.

(QS. Hud Ayat 9-11)
cover bottom ayah
Artikel Terkait
Al-Qur'an, Bacalah!
Rekomendasi
Terpopuler
Artikel Terkini More