Ini Perbedaan Paham Ekonomi Islam dengan Sosialisme Menurut Syaikh Al-Qardhawi

Rabu, 12 Juli 2023 - 05:15 WIB
Adapun Islam, aturan dan falsafahnya tegak di atas persaudaraan antarmanusia dan menganggap mereka semuanya satu keluarga dan memperbaiki hubungan di antara mereka apabila terjadi ketidakberesan.

Baca juga: Mengenal Hukum Subsidi dalam Sistem Ekonomi Islam

Islam menganggap hal itu lebih mulia daripada salat atau puasa sunah. "Maka jelaslah perbedaan antara orang yang mengajak para buruh untuk bersatu melawan yang lainnya dengan orang yang mengajak manusia seluruhnya untuk bersaudara dan menjalin cinta kasih sesama mereka," jelas al-Qardhawi.

Nabi SAW bersabda: "Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara." (HR Ahmad dan Muslim)

Paham Sosialis Marxis selalu diliputi oleh tekanan politik, dan teror pemikiran serta berbagai pelarangan terhadap kebebasan. Mereka menyembunyikan aspirasi kelompok-kelompok yang menentang sistem dan menuduh setiap kelompok oposisi sebagai sikap primitif, kontra revolusi, pengkhianat atau dengan tuduhan yang lainnya.

Sama saja sejak masa "Lenin" sampai hari ini. Dan Lenin pernah menulis kepada salah seorang sahabatnya, ia mengatakan, "Sesungguhnya tidak mengapa membunuh tiga perempat penduduk dunia agar sisanya seperempat menjadi Sosialis."

Al-Qardhawi mengaakan adapun Islam itu tegak di atas dasar musyawarah, dan menjadikan nasihat pemerintah itu termasuk inti ajarannya, dan mendidik masyarakat untuk menyelamatkan orang yang berbuat kejahatan dengan lembut dan beramar ma'ruf nahi munkar serta memperingatkan umat apabila melihat orang yang zalim, kemudian bila mereka tidak memegang kedua tangannya (mencegahnya) maka Allah akan menyegerakan siksa untuk mereka dari sisi-Nya.

Baca juga: Sri Mulyani Menaruh Harapan kepada Ahli Ekonomi Islam
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!