Menceritakan Nikmat kepada Orang Lain (2): Hukumnya Boleh Tapi Dibenci Jika Berbangga
Kamis, 13 Juli 2023 - 23:12 WIB
Maka sebagian sahabatnya ada yang berkata:
يا أبا فراس، إن مثلك لا يقول هذا
"Wahai Abu Faras, orang yang seperti Anda tidak pantas mengatakan demikian."
Maka beliau menjawab:
يقول الله تعالى: وأما بنعمة ربك فحدث وتقولون أنتم: لا تحدث بنعمة الله
"Allah ta'ala telah berkata: 'Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaknya engkau selalu menceritakannya', sedangkan kalian berkata: "Jangan kalian menceritakan nikmatnya Allah." [Tafsir al-Qurthubi (20/102)]
Disebutkan dalam sebuah riwayat, orang-orang berkata kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu: "Ceritakan tentang siapa dirimu."
Sayidina Ali menjawab: "Allah melarang kita untuk mensucikan diri sendiri."
Mereka kembali berkata: "Bukankah Allah juga berfirman, 'Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaknya engkau menceritakannya?" Sayidina Ali akhirnya menjawab:
فإني أحدث كنت إذا سئلت أعطيت. وإذا سكت ابتديت
يا أبا فراس، إن مثلك لا يقول هذا
"Wahai Abu Faras, orang yang seperti Anda tidak pantas mengatakan demikian."
Maka beliau menjawab:
يقول الله تعالى: وأما بنعمة ربك فحدث وتقولون أنتم: لا تحدث بنعمة الله
"Allah ta'ala telah berkata: 'Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaknya engkau selalu menceritakannya', sedangkan kalian berkata: "Jangan kalian menceritakan nikmatnya Allah." [Tafsir al-Qurthubi (20/102)]
Disebutkan dalam sebuah riwayat, orang-orang berkata kepada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu: "Ceritakan tentang siapa dirimu."
Sayidina Ali menjawab: "Allah melarang kita untuk mensucikan diri sendiri."
Mereka kembali berkata: "Bukankah Allah juga berfirman, 'Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaknya engkau menceritakannya?" Sayidina Ali akhirnya menjawab:
فإني أحدث كنت إذا سئلت أعطيت. وإذا سكت ابتديت
Lihat Juga :