Yang Utama dan Yang Dilarang Saat Berkurban

Selasa, 28 Juli 2020 - 15:40 WIB
Dalam riwayat Imam Muslim rahimahullah, ia berkata :

لِتَأْخُذُوا مَنَاسِكَكُمْ

“Agar kalian mengambil cara manasik kalian (dariku).” (HR. Muslim: 1297)

Dalil ini sangat jelas menunjukkan kepada kita tentang kedudukan Ittiba’ kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dalam melakukan ibadah.

Kualitas ittiba’ akan menetukan besar kecilnya kemuliaan. Semakin seorang ittiba’, semakin ia mulia dan selamat. Para sahabat menjadi generasi terbaik karena mereka memang benar-benar mewujudkan ittiba’ yang sesungguhnya dalam kehidupan mereka. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhu, ia menuturkan:

فَقَدِمَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ بِسِعَايَتِهِ قَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَ أَهْلَلْتَ يَا عَلِيُّ قَالَ بِمَا أَهَلَّ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu datang dengan membawa si’ayah. Lalu Nabi shallallahu alaihi wasallam pun bertanya kepadanya: ‘Dengan apa engkau tadi bertalbiyah wahai Ali?’ Ali menjawab: ‘Aku bertalbiyah dengan talbiyahnya Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.’” (HR. Bukhari)

Umar bin Khattab pernah mengatakan ketika mencium Hajar Aswad:

وَاللَّهِ إِنِّى لأُقَبِّلُكَ وَإِنِّى أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ وَأَنَّكَ لاَ تَضُرُّ وَلاَ تَنْفَعُ وَلَوْلاَ أَنِّى رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْه وَسَلَّم قَبَّلَكَ مَا قَبَّلْتُكَ

“Demi Allah aku menciummu padahal aku sangat tahu bahwa engkau hanyalah sebongkah batu yang tidak bisa memberi manfaat atau mudharat. Kalaulah bukan karena aku pernah melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menciummu, aku tidak akan menciummu.” (HR Bukhari-Muslim)

Oleh sebab itu, mengambil pelajaran dari syariat di bulan Dzulhijjah yang mulia ini, maka marilah membenahi ittiba’ kita kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Jangan banyak tanya atau meremehkan, jangan kemudian mengatakan “Ini kan hanya sunnah, tidak wajib.” (Baca juga : Aurat Dilihat Sesama Muslimah, Bagaimana Hukumnya? )

Jika sesuatu itu memang ajaran Rasulullahhallallahu alaihi wa sallam maka terima dan laksanakan. Agar kita selamat dan menjadi pribadi-pribadi yang mulia.

Wallahu'Alam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!