Malam Hijrah Nabi yang Menegangkan (2): Bersembunyi di Gua Tsur

Rabu, 26 Juli 2023 - 06:35 WIB
Sampailah mereka di Gua Tsur. Sebuah tempat tidak mudah mencapainya karena bebatuan dan menanjak tajam. Beda dengan Jabal Nur yang memang lebih mudah dicapai puncaknya. Abu Bakar meminta agar dirinya terdahulu yang masuk ke lobang gua itu. Tentu untuk memastikan keamanan dalam gua itu dari hal-hal yang membahayakan Rasulullah, khususnya binatang berbahaya.

Ada riwayat yang mengatakan bahwa sebelum memasuki Gua Tsur, Abu Bakar berkata kepada Rasulullah: "Biar aku yang turun terdahulu Ya Rasulullah. Jika aku mati, kematianku hanya sendiri. Tapi jika engkau yang mati, kematian engkau adalah kematian umat secara keseluruhan."

Setelah Abu Bakar di dalam dan memastikan keamanannya bagi Rasulullah. Beliau memberikan isyarat untuk Rasulullah memasuki lubang Gua itu. Sesaat setelah berada di dalam gua itu, Rasulullah tertidur di atas paha sahabatnya Abu Bakar. Abu Bakar menjaga untuk tidak bergerak agar Rasulullah dapat tenang tertidur.

Tiba-tiba saja ada air yang terjatuh ke wajah Rasulullah. Beliau terbangun dan bertanya: "Air apa gerangan wahai Abu Bakar?". Beliau menjawab: "Air mataku Ya Rasul. Aku menahan rasa sakit dari sengatan seekor kalajengking." Rasulullah kemudian membasuh bekas sengatan itu dengan air ludahnya dan tiba-tiba rasa sakit itu hilang segera.

Mereka istirahat sangat singkat. Namun Rasulullah merasakan ketenangan di tengah ancaman hidupnya. Menjelang fajar mereka terbangun. Tentu untuk sholat dan ibadah lainnya. Tiba-tiba Abu Bakar mendengar derap langkah kaki. Bahkan melihat dengan jelas para pemimpin Makkah berada di luar gua itu. Beliau kembali gelisah dan gusar. Khawatir bukan atas keselamatan dirinya. Tapi keselamatan habibnya, Rasulullah ﷺ.

Abu Bakar berkata: "Ya Rasulullah, kalau mereka melihat ke dalam lubang ini maka mereka akan melihat dan membunuh kita."

Rasulullah ﷺ menjawab: "Tidakkah kamu meyakini bahwa ketika ada dua orang pastinya Allah akan hadir menjadi ketiganya?" Beliau kemudian melanjutkan: "Jangan sedih, jangan takut karena Allah bersama kita."

Ucapan Rasulullah ﷺ itu dipatenkan oleh Allah dalam bentuk informasi samawi (wahyu) di dalam Kalam-Nya di Surah At-Taubah ayat 40. Intinya Rasulullah mengingatkan sahabatnya untuk tetap tenang dan tidak panik karena ada Allah bersama mereka.

Sebagian menafsirkan bahwa kalimat "bala tentara yang belum pernah engkau lihat" adalah sarang burung dan jala laba-laba yang tiba-tiba saja menutupi pintu gua itu setelah Rasulullah dan Abu Bakar masuk ke dalamnya. Tapi cerita ini tidak memiliki riwayat yang kuat. Sehingga sebagian besar tetap menafsirkan kata bala tentara itu dengan para Malaikat.

Seperti disebutkan terdahulu bahwa sebelum mereka meninggalkan rumahnya Abu Bakar telah melakukan persiapan yang cukup matang dan menyeluruh. Selain Asma yang menyediakan makanan, Abu Bakar juga mempersiapkan tiga orang lainnya untuk tugas yang berbeda.

Pertama, anaknya sendiri yang bernama Abdullah bin Abi Bakar. Dia adalah adik dari Asma. Kemungkinan besar berumur sekitaran 14 tahun. Tugasnya adalah berpura-pura belanja atau sekadar bermain ke sana ke mari sambil mencari tahu pembicaraan para pembesar Makkah tentang apa yang mereka rencanakan mengenai Muhammad ﷺ. Setelah itu secara diam-diam menemui ayahnya dan melaporkan rencana mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!