Inilah 3 Amalan Sebelum Beraktivitas Pagi
Rabu, 09 Agustus 2023 - 07:31 WIB
Beberapa ulama salaf banyak yang telah meriwayatkan tentang salat Dhuha ini. Soal jumlah rakaat salat Dhuha bebas melakukan berapa banyak rakaat yang dikehendakinya.
Waktu salat Dhuha, biasanya setelah terbit matahari dan tingginya kira-kira satu tombak sampai tergelincir. Yang paling utama adalah seperempat siang (sekitar jam 9 pagi), sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis terdahulu yang berkata ,"Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah ketika hari mulai panas."
"Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam jika menyukai salat sunnah, maka ia melakukannya terus menerus, ketika ia ketiduran atau karena sakit sehingga beliau tidak bisa salat malam, maka beliau salat dua belas rakaat pada siang harinya."
Waktu untuk meng-qadha-nya itu dari waktu salat subuh sampai sebelum waktu salat zuhur.
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang ketiduran salat malam atau luput dari membaca Al-Qur'an, maka bacalah di waktu salat subuh sampai salat dzuhur, maka ia akan dicatat, seolah-olah ia membacanya pada malam hari."
Dalam Nailul Authar disebutkan, hadis tersebut merupakan dalil diisyaratkan untuk melakukan salat malam, dan juga pensyara'an pelaksanaan ketika luput karena tertidur atau karena udzur. Bahwasannya yang mengerjakan salat ini pada waktu di antara salat subuh sampai salat zuhur adalah orang yang melakukannya ketika malam.
Maka yang dimaksud di sini adalah" wirid dari Al-Qur'an, dan dikatakan yang dimaksud bukanlah yang siapkan dari salat malam.
Baca juga : Doa-doa Harian Sering Terlupa, Yuk Amalkan Lagi
Wallahu A'lam
Waktu salat Dhuha, biasanya setelah terbit matahari dan tingginya kira-kira satu tombak sampai tergelincir. Yang paling utama adalah seperempat siang (sekitar jam 9 pagi), sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadis terdahulu yang berkata ,"Shalatnya orang-orang yang bertaubat adalah ketika hari mulai panas."
3. Meng-qadha salat malam pada waktu siang hari bagi orang yang luput dari salat malam
Dari Aisyah Radhiyallahu'anha berkata :"Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam jika menyukai salat sunnah, maka ia melakukannya terus menerus, ketika ia ketiduran atau karena sakit sehingga beliau tidak bisa salat malam, maka beliau salat dua belas rakaat pada siang harinya."
Waktu untuk meng-qadha-nya itu dari waktu salat subuh sampai sebelum waktu salat zuhur.
Dari Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa saja yang ketiduran salat malam atau luput dari membaca Al-Qur'an, maka bacalah di waktu salat subuh sampai salat dzuhur, maka ia akan dicatat, seolah-olah ia membacanya pada malam hari."
Dalam Nailul Authar disebutkan, hadis tersebut merupakan dalil diisyaratkan untuk melakukan salat malam, dan juga pensyara'an pelaksanaan ketika luput karena tertidur atau karena udzur. Bahwasannya yang mengerjakan salat ini pada waktu di antara salat subuh sampai salat zuhur adalah orang yang melakukannya ketika malam.
Maka yang dimaksud di sini adalah" wirid dari Al-Qur'an, dan dikatakan yang dimaksud bukanlah yang siapkan dari salat malam.
Baca juga : Doa-doa Harian Sering Terlupa, Yuk Amalkan Lagi
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :