Tadabbur Surat Al-Qalam Ayat 1: Allah Bersumpah dengan Pena

Selasa, 15 Agustus 2023 - 21:55 WIB
Dengan Qalam, orang dapat mencatat ajaran agama Allah yang disampaikan kepada para Rasul-Nya, dan mencatat pengetahuan-pengetahuan Allah yang baru ditemukannya. Dengan surat yang ditulis dengan Qalam, orang dapat menyampaikan berita gembira dan berita duka kepada keluarga dan teman akrabnya. Dengan Qalam, orang dapat mencerdaskan dan mendidik bangsanya, dan banyak lagi nikmat yang diperoleh manusia dengan Qalam itu.

Pada masa Rasulullah ﷺ , masyarakat Arab telah mengenal Qalam untuk menulis segala sesuatu yang terasa, yang terpikir, dan yang akan disampaikan kepada orang lain. Kendati demikian, masih banyak yang buta huruf dan ilmu pengetahuan belum berkembang.

Pada masa itu, kegunaan pena sebagai sarana menyampaikan agama Allah sangat dirasakan. Ayat-ayat Al-Qur'an ditulis di pelepah-pelepah kurma dan tulang-tulang binatang atas perintah Rasulullah. Beliau sendiri sangat menghargai orang-orang yang pandai menulis dan membaca. Hal ini tampak pada keputusan Nabi Muhammad ﷺ pada Perang Badar, yaitu seorang kafir yang ditawan kaum Muslimin dapat dibebaskan dengan cara membayar uang tebusan atau mengajar kaum Muslimin menulis dan membaca.

Dengan ayat ini, seakan-akan Allah mengisyaratkan kepada kaum Muslimin bahwa ilmu-Nya sangat luas, tiada batas dan tiada terhingga. Karena itu, cari dan tuntutlah ilmu-Nya yang sangat luas itu agar dapat dimanfaatkan untuk kemaslahatan.

Masa turun ayat ini dekat dengan ayat Al-Qur'an yang pertama kali diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad ﷺ, yaitu lima ayat pertama Surah Al-'Alaq. Setelah Nabi menerima ayat 1-5 Surat Al-'Alaq itu, beliau pulang ke rumahnya dalam keadaan gemetar dan ketakutan. Setelah hilang rasa takutnya, Nabi kemudian dibawa Khadijah istri beliau, ke rumah Waraqah bin Naufal, anak dari saudara ayahnya (saudara sepupu).

Semua yang terjadi atas diri Rasulullah di gua Hira itu disampaikan kepada Waraqah, dan menanggapi hal itu, ia berkata, "Yang datang kepada Muhammad itu adalah seperti yang pernah datang kepada Nabi-nabi sebelumnya. Karena itu, yang disampaikan Malaikat Jibril itu adalah agama yang benar-benar berasal dari Allah." Kemudian Waraqah mengatakan bahwa ia akan mengikuti agama yang dibawa Nabi Muhammad ﷺ.

Baca Juga: UAH Bongkar Arti Huruf Alif Lam Mim dalam Al-Qur'an
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!