Macam-Macam Nikmat dan Cara Mensyukurinya di Hari Kemerdekaan
Rabu, 16 Agustus 2023 - 18:34 WIB
2. Nikmat Ikhtiyariyah
Ini merupakan nikmat yang diperoleh atas usaha kita. Kemerdekaan merupakan usaha para pejuang yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dengan merawat persatuan dan kesatuan. Maka untuk mensyukurinya tentunya kita harus merawatnya dengan kontribusi yang positif. Jika memiliki jabatan misalnya, jangan menyalahgunakannya, akan tetapi dipergunakan untuk sesuatu yang diridhoi Allah.
3. Nikmat Alamiah
Merupakan nikmat yang berada di sekitar lingkungan. Kita tidak bisa hidup jika Allah tidak memberikan nikmat alamiah ini. Misalnya nikmat air, udara, dan tanah. Bukankah peperangan akan menyebabkan kerusakan yang dahsyat terhadap nikmat ini? Maka sudah sebaiknya kita mengisinya dengan merawat alam dan bukan merusaknya.
4. Nikmat Diiniyah
Yaitu nikmat agama dan iman. Kita meyakini dengan benar bahwa kemerdekaan ini diperjuangkan oleh semua suku dan agama yang berbeda, semangat beragama dan imanlah yang menjadikan kita merdeka. Tentunya atas berkat Rahmat Allah. Maka untuk mensyukurinya kita harus dengan menjadi penganut agama yang taat, dan toleransi beragama yang baiklah salah satu cara mensyukurinya.
5. Nikmat Ukhrowiyah
Yaitu nikmat yang akan dipetik di Yaumil Akhir. Meyakini bahwa kebaikan kita akan memperoleh balasan yang baik. Seorang muslim yang taat, jika amaliahnya diterima Allah, maka ia akan memperoleh ganjaran yang setimpal pada kegidupan yang sesungguhnya.
Hendaknya penerus bangsa membangkitkan kembali ruh nikmat kemerdekaan ini. Yaitu mengisinya dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk kemaslahatan bersama. Jangan sampai jabatan, pangkat dan kekayaan semakin memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin, atau pemerintah dengan rakyatnya.
Realitas hari ini, kita masih banyak menemukan generasi yang meminta-minta, mengemis mencari pekerjaan. Seolah-olah bangsa ini lupa bahwa kemerdekaan dapat membangkitkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, saling membantu dan saling menguatkan elemen bangsa. Dalam kata lain, sejatinya kita sama-sama melaju bersama demi kemajuan, tidak saling meninggalkan.
Baca Juga: Buya Yahya: Mari Rayakan Kemerdekaan dengan Sesuatu yang Diridhai Allah
Ini merupakan nikmat yang diperoleh atas usaha kita. Kemerdekaan merupakan usaha para pejuang yang gigih memperjuangkan kemerdekaan dengan merawat persatuan dan kesatuan. Maka untuk mensyukurinya tentunya kita harus merawatnya dengan kontribusi yang positif. Jika memiliki jabatan misalnya, jangan menyalahgunakannya, akan tetapi dipergunakan untuk sesuatu yang diridhoi Allah.
3. Nikmat Alamiah
Merupakan nikmat yang berada di sekitar lingkungan. Kita tidak bisa hidup jika Allah tidak memberikan nikmat alamiah ini. Misalnya nikmat air, udara, dan tanah. Bukankah peperangan akan menyebabkan kerusakan yang dahsyat terhadap nikmat ini? Maka sudah sebaiknya kita mengisinya dengan merawat alam dan bukan merusaknya.
4. Nikmat Diiniyah
Yaitu nikmat agama dan iman. Kita meyakini dengan benar bahwa kemerdekaan ini diperjuangkan oleh semua suku dan agama yang berbeda, semangat beragama dan imanlah yang menjadikan kita merdeka. Tentunya atas berkat Rahmat Allah. Maka untuk mensyukurinya kita harus dengan menjadi penganut agama yang taat, dan toleransi beragama yang baiklah salah satu cara mensyukurinya.
5. Nikmat Ukhrowiyah
Yaitu nikmat yang akan dipetik di Yaumil Akhir. Meyakini bahwa kebaikan kita akan memperoleh balasan yang baik. Seorang muslim yang taat, jika amaliahnya diterima Allah, maka ia akan memperoleh ganjaran yang setimpal pada kegidupan yang sesungguhnya.
Hendaknya penerus bangsa membangkitkan kembali ruh nikmat kemerdekaan ini. Yaitu mengisinya dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk kemaslahatan bersama. Jangan sampai jabatan, pangkat dan kekayaan semakin memperlebar jurang antara si kaya dan si miskin, atau pemerintah dengan rakyatnya.
Realitas hari ini, kita masih banyak menemukan generasi yang meminta-minta, mengemis mencari pekerjaan. Seolah-olah bangsa ini lupa bahwa kemerdekaan dapat membangkitkan kepedulian sosial, semangat gotong royong, saling membantu dan saling menguatkan elemen bangsa. Dalam kata lain, sejatinya kita sama-sama melaju bersama demi kemajuan, tidak saling meninggalkan.
Baca Juga: Buya Yahya: Mari Rayakan Kemerdekaan dengan Sesuatu yang Diridhai Allah
(rhs)
Lihat Juga :