Kisah Tragis Para Penghina Nabi Muhammad SAW, Ada yang Jasadnya Tidak Diterima Bumi
Rabu, 23 Agustus 2023 - 15:33 WIB
Semakin mengenal sosok Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, maka kecintaan kita akan semakin bertambah. Foto/dok SINDOnews
Belakangan marak visualisasi terhadap sosok Nabi Muhammad ﷺ dalam bentuk film, karikatur, lukisan, dan lainnya. Bahkan ada yang terang-terangan menghina Nabi yang dimuliakan umat Islam tersebut.
Berikut beberapa kisah orang-orang penghina Nabi Muhammad ﷺ yang berakhir tragis. Bahkan ada yang jasadnya tidak diterima bumi. Dikutip dari buku "100 Kisah Menarik Penuh Ibrah" karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi, Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa beliau mengatakan, "Dulu ada seorang Nasrani yang masuk Islam dan membaca Al-Baqarah dan Ali Imraan dan menulis untuk Nabi. Lalu dia murtad kembali ke agama Nasrani dan menghina Nabi seraya berkata: "Muhammad itu tidak tahu kecuali apa yang dituliskan untuknya saja."
Tak lama kemudian Allah mematikan orang itu. Orang-orang pun menguburnya, namun esoknya ternyata jasadnya masih tergeletak di atas bumi. Mereka pun mengatakan, "Ini pasti perbuatan Muhammad dan para sahabatnya, mereka menggali kuburan kawan mereka itu lalu membuangnya begitu saja."
Akhirnya mereka menggali lagi kuburan sedalam mungkin yang mereka mampu. Mamun esok harinya mayatnya tergeletak lagi di atas bumi. Maka mereka pun menyadari bahwa ini bukan perbuatan manusia, sehingga mereka akhirnya membuang mayatnya. Na'udzubillahi min dzalik.
Anjing dan Penghina Nabi
Kisah berikutnya, ahli fiqih Qairawan dan para sahabat Suhnun memfatwakan untuk menghukum mati Ibrahim al-Fazari, seorang penyair dalam berbagai disiplin ilmu. Ungkapan-ungkapan penghinaannya kepada Allah dan Nabi Muhammad ﷺ dilaporkan kepada al-Qadhi Abul Abbas bin Thalib, maka beliau menghadirkan Qadhi Yahya bin Umar dan para ahli fiqih lainnya lalu memutuskan untuk menghukumnya dengan hukuman mati.
Akhirnya, dia pun dihukum mati dan disalib terbalik lalu diturunkan. Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa ketika kayunya ditancapkan, bisa berputar sendiri dan membelakangi kiblat sehingga menjadi tanda menakjubkan bagi manusia yang membuat mereka bertakbir. Lalu ada seekor anjing yang menjilat darahnya. Melihat itu al-Qadhi Yahya bin Umar berkata: "Anjing itu tidak menjilat darah seorang muslim."
Dikejar Ular Setelah Menghina Hadis
Imam Dzahabi menceritakan dari al-Qadhi Abu Thayyib. "Suatu kali, kami pernah ta'lim (pengajian) di Masjid Jami' al-Manshur lalu tiba-tiba datang seorang pemuda dari Khurasan menanyakan perihal masalah "al-Musharrah" serta meminta dalilnya sekaligus. Pertanyaan pemuda itu pun dijawab dengan membawakan Hadits Abu Hurairah. Pemuda yang bermadzhab Hanafiyyah itu mengatakan dengan nada mencela, "Abu Hurairah tidak diterima haditsnya!"
Belum selesai ucapannya, kemudian ada ular besar yang menjatuhinya dari atap masjid. Melihat kejadian itu, orang-orang berlarian ketakutan. Ular itu terus mengejar pemuda tadi yang sedang berlari. Dikatakan kepadanya, "Taubatlah! Taubatlah!" Pemuda itu mengatakan, "Saya bertaubat." Akhirnya, ular itu pun hilang tiada membawa bekas.
Berikut beberapa kisah orang-orang penghina Nabi Muhammad ﷺ yang berakhir tragis. Bahkan ada yang jasadnya tidak diterima bumi. Dikutip dari buku "100 Kisah Menarik Penuh Ibrah" karya Abu Ubaidah Yusuf bin Mukhtar as-Sidawi, Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa beliau mengatakan, "Dulu ada seorang Nasrani yang masuk Islam dan membaca Al-Baqarah dan Ali Imraan dan menulis untuk Nabi. Lalu dia murtad kembali ke agama Nasrani dan menghina Nabi seraya berkata: "Muhammad itu tidak tahu kecuali apa yang dituliskan untuknya saja."
Tak lama kemudian Allah mematikan orang itu. Orang-orang pun menguburnya, namun esoknya ternyata jasadnya masih tergeletak di atas bumi. Mereka pun mengatakan, "Ini pasti perbuatan Muhammad dan para sahabatnya, mereka menggali kuburan kawan mereka itu lalu membuangnya begitu saja."
Akhirnya mereka menggali lagi kuburan sedalam mungkin yang mereka mampu. Mamun esok harinya mayatnya tergeletak lagi di atas bumi. Maka mereka pun menyadari bahwa ini bukan perbuatan manusia, sehingga mereka akhirnya membuang mayatnya. Na'udzubillahi min dzalik.
Anjing dan Penghina Nabi
Kisah berikutnya, ahli fiqih Qairawan dan para sahabat Suhnun memfatwakan untuk menghukum mati Ibrahim al-Fazari, seorang penyair dalam berbagai disiplin ilmu. Ungkapan-ungkapan penghinaannya kepada Allah dan Nabi Muhammad ﷺ dilaporkan kepada al-Qadhi Abul Abbas bin Thalib, maka beliau menghadirkan Qadhi Yahya bin Umar dan para ahli fiqih lainnya lalu memutuskan untuk menghukumnya dengan hukuman mati.
Akhirnya, dia pun dihukum mati dan disalib terbalik lalu diturunkan. Sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa ketika kayunya ditancapkan, bisa berputar sendiri dan membelakangi kiblat sehingga menjadi tanda menakjubkan bagi manusia yang membuat mereka bertakbir. Lalu ada seekor anjing yang menjilat darahnya. Melihat itu al-Qadhi Yahya bin Umar berkata: "Anjing itu tidak menjilat darah seorang muslim."
Dikejar Ular Setelah Menghina Hadis
Imam Dzahabi menceritakan dari al-Qadhi Abu Thayyib. "Suatu kali, kami pernah ta'lim (pengajian) di Masjid Jami' al-Manshur lalu tiba-tiba datang seorang pemuda dari Khurasan menanyakan perihal masalah "al-Musharrah" serta meminta dalilnya sekaligus. Pertanyaan pemuda itu pun dijawab dengan membawakan Hadits Abu Hurairah. Pemuda yang bermadzhab Hanafiyyah itu mengatakan dengan nada mencela, "Abu Hurairah tidak diterima haditsnya!"
Belum selesai ucapannya, kemudian ada ular besar yang menjatuhinya dari atap masjid. Melihat kejadian itu, orang-orang berlarian ketakutan. Ular itu terus mengejar pemuda tadi yang sedang berlari. Dikatakan kepadanya, "Taubatlah! Taubatlah!" Pemuda itu mengatakan, "Saya bertaubat." Akhirnya, ular itu pun hilang tiada membawa bekas.
Lihat Juga :