Kisah Tragis Para Penghina Nabi Muhammad SAW, Ada yang Jasadnya Tidak Diterima Bumi
Rabu, 23 Agustus 2023 - 15:33 WIB
Imam Dzahabi berkomentar, "Sanadnya para tokoh imam. Abu Hurairah merupakan sosok sahabat yang sangat kuat hafalannya terhadap hadits Nabi dan beliau telah menyampaikan Hadits tentang "al-Musharrah" secara lafalnya. Maka wajib bagi kita untuk mengamalkannya. Inilah pokok masalah." (Siyar A'lam an-Nubala'. Lihat pula al-Bidayah wan Nihayah karya Ibnu Katsir)
Akibat Mencela Hadis Nabi
Imam Muhammad bin Isma'il menyebutkan dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim, "Saya mendengar dalam sebagian hikayat bahwa ada sebagian ahli bid'ah ketika mendengar sabda Nabi: "Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia memasukkan tangannya ke bejana sehingga dia mencucinya terlebih dahulu, sebab dia tidak tahu di mana tangannya bermalam." (HR. Muslim 103)
Ahli bid'ah itu dengan nada mencela berkomentar, "Saya tahu kok di mana tanganku bermalam, ya di atas kasur!" Maka tatkala (terbangun) di pagi hari, ternyata dia memasukkan tangannya ke duburnya hingga sampai siku-sikunya!" Na'udzubillaah...
Imam at-Taimi mengomentari kisah di atas, "Maka hendaknya seorang takut dari merendahkan sunnah Nabi. Lihatlah kesudahan mereka yang sangat mengenaskan di atas."
Mengejek Sunnah Nabi
Imam An-Nawawi menceritakan kisah yang hampir mirip dengan ceritaa di atas. Ada seorang yang berakidah jelek dari Kota Bushra pada awal 665 H. Dia punya seorang anak yang sealih. Suatu hari, anaknya datang dari gurunya yang salih membawa siwak.
Ayahnya mengatakan dengan nada mengejek, "Gurumu memberimu apa?" Jawab sang anak, "Siwak ini." Lalu sang ayah mengambil siwak itu dan meletakkan di duburnya sebagai penghinaan.
Selang beberapa hari, ayah tersebut mengeluarkan dari duburnya sejenis ikan. Lalu setelah itu atau selang dua hari berikutnya orang itu meninggal dunia.
Tak Bisa Berjalan Akibat Menghina Hadis Nabi
Akibat Mencela Hadis Nabi
Imam Muhammad bin Isma'il menyebutkan dalam kitabnya Syarah Shahih Muslim, "Saya mendengar dalam sebagian hikayat bahwa ada sebagian ahli bid'ah ketika mendengar sabda Nabi: "Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya maka janganlah dia memasukkan tangannya ke bejana sehingga dia mencucinya terlebih dahulu, sebab dia tidak tahu di mana tangannya bermalam." (HR. Muslim 103)
Ahli bid'ah itu dengan nada mencela berkomentar, "Saya tahu kok di mana tanganku bermalam, ya di atas kasur!" Maka tatkala (terbangun) di pagi hari, ternyata dia memasukkan tangannya ke duburnya hingga sampai siku-sikunya!" Na'udzubillaah...
Imam at-Taimi mengomentari kisah di atas, "Maka hendaknya seorang takut dari merendahkan sunnah Nabi. Lihatlah kesudahan mereka yang sangat mengenaskan di atas."
Mengejek Sunnah Nabi
Imam An-Nawawi menceritakan kisah yang hampir mirip dengan ceritaa di atas. Ada seorang yang berakidah jelek dari Kota Bushra pada awal 665 H. Dia punya seorang anak yang sealih. Suatu hari, anaknya datang dari gurunya yang salih membawa siwak.
Ayahnya mengatakan dengan nada mengejek, "Gurumu memberimu apa?" Jawab sang anak, "Siwak ini." Lalu sang ayah mengambil siwak itu dan meletakkan di duburnya sebagai penghinaan.
Selang beberapa hari, ayah tersebut mengeluarkan dari duburnya sejenis ikan. Lalu setelah itu atau selang dua hari berikutnya orang itu meninggal dunia.
Tak Bisa Berjalan Akibat Menghina Hadis Nabi
Lihat Juga :