Selamat Idul Adha! Berikut 3 Amalan yang Harus Dihidupkan
Kamis, 30 Juli 2020 - 21:25 WIB
Besok Jumat 10 Dzulhijjah bertepatan 31 Juli 2020 umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah. Foto Ilustrasi/Ist
Insya Allah besok Jumat 10 Dzulhijjah bertepatan 31 Juli 2020 umat Islam sedunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah. Ada tiga amalan yang harus dihidupkan di hari raya tersebut.
Apa saja ketiga amalan tersebut? Berikut penjelasan Ustaz Hanif Luthfi (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) dalam bukunya "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah". (Baca Juga: Adab dan Amalan Sunnah bagi Perempuan pada Hari Raya Idul Adha )
1. Takbiran.
Dalam Mazhab Hambali memang disunnahkan untuk melakukan takbiran sejak tanggal 1 Dzulhijjah . Selain karena itu bagian dari amal shalih, juga secara praktik ada beberapa sahabat yang sudah melakukannya. Takbir ini adalah takbir mutlak, yaitu takbir yang pembacaannya tak mengikuti waktu-waktu salat wajib. Akan tetapi dibaca kapan pun dan dimana pun sebagai sebuah dzikir yang mulia. Dalam Madzhab Syafi'i , takbir mutlak atau juga disebut takbir mursal, dimulai sejak terbenamnya matahari 9 Arafah. Atau tepat di Maghrib malam hari raya.
Walaupun ada juga sebagian ulama Syafi'iyyah mengatakan bahwa permulaan takbir mutlak adalah sejak fajar shidiq hari Arafah. Sedangkan waktu akhir dari takbir mutlak ini adalah sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan untuk takbir muqayyad, maka dimulai sejak habis Maghrib malam Hari Raya Idul Adha hingga habis ashar tanggal 13 Dzulhijjah . Dan takbir muqayyad hendaknya dibaca terlebih dahulu sebelum berdzikir rutin setelah salat fardhu.
Bahkan di malam Hari Raya Idul Adha kita dianjurkan untuk memperbanyak berdoa . Al-Imam Syafi'i rahimahullah berkata:
أن الدعاء يستجاب فى خمس ليال أول ليلة من رجب وليلة نصف شعبان وليلتى العيد وليلة الجمعة
"Sesungguhnga doa dikabulkan pada 5 malam yaitu awal bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam Idul Fitri, malam Idul Adha dan malam Jum'at".
2. Salat Idul Adha.
Dalam Surah Al-Kautsar, Allah Ta'ala berfirman: "Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban ". (QS. Al-Kautsar: ayat 2). Beberapa ulama di antaranya Qatadah, Atha' dan Ikrimah menyebutkan bahwa perintah untuk mengerjakan salat dalam ayat ini maksudnya adalah Salat Ied . Ibnu Al-Abbas radhiyallahuanhu juga berpendapat yang sama. Awalnya Rasulullah SAW melakukan penyembelihan terlebih dahulu baru kemudian melakukan salat. Dengan turunnya ayat ini, maka beliau SAW diperintahkan untuk melakukan salat terlebih dahulu baru menyembelih. Dan salat yang dimaksud tentu salat Idul Adha .
Apa saja ketiga amalan tersebut? Berikut penjelasan Ustaz Hanif Luthfi (pengajar Rumah Fiqih Indonesia) dalam bukunya "Amalan Ibadah Bulan Dzulhijjah". (Baca Juga: Adab dan Amalan Sunnah bagi Perempuan pada Hari Raya Idul Adha )
1. Takbiran.
Dalam Mazhab Hambali memang disunnahkan untuk melakukan takbiran sejak tanggal 1 Dzulhijjah . Selain karena itu bagian dari amal shalih, juga secara praktik ada beberapa sahabat yang sudah melakukannya. Takbir ini adalah takbir mutlak, yaitu takbir yang pembacaannya tak mengikuti waktu-waktu salat wajib. Akan tetapi dibaca kapan pun dan dimana pun sebagai sebuah dzikir yang mulia. Dalam Madzhab Syafi'i , takbir mutlak atau juga disebut takbir mursal, dimulai sejak terbenamnya matahari 9 Arafah. Atau tepat di Maghrib malam hari raya.
Walaupun ada juga sebagian ulama Syafi'iyyah mengatakan bahwa permulaan takbir mutlak adalah sejak fajar shidiq hari Arafah. Sedangkan waktu akhir dari takbir mutlak ini adalah sebelum maghrib tanggal 13 Dzulhijjah. Sedangkan untuk takbir muqayyad, maka dimulai sejak habis Maghrib malam Hari Raya Idul Adha hingga habis ashar tanggal 13 Dzulhijjah . Dan takbir muqayyad hendaknya dibaca terlebih dahulu sebelum berdzikir rutin setelah salat fardhu.
Bahkan di malam Hari Raya Idul Adha kita dianjurkan untuk memperbanyak berdoa . Al-Imam Syafi'i rahimahullah berkata:
أن الدعاء يستجاب فى خمس ليال أول ليلة من رجب وليلة نصف شعبان وليلتى العيد وليلة الجمعة
"Sesungguhnga doa dikabulkan pada 5 malam yaitu awal bulan Rajab, malam Nishfu Sya'ban, malam Idul Fitri, malam Idul Adha dan malam Jum'at".
2. Salat Idul Adha.
Dalam Surah Al-Kautsar, Allah Ta'ala berfirman: "Maka salatlah untuk Tuhanmu dan sembelihlah hewan kurban ". (QS. Al-Kautsar: ayat 2). Beberapa ulama di antaranya Qatadah, Atha' dan Ikrimah menyebutkan bahwa perintah untuk mengerjakan salat dalam ayat ini maksudnya adalah Salat Ied . Ibnu Al-Abbas radhiyallahuanhu juga berpendapat yang sama. Awalnya Rasulullah SAW melakukan penyembelihan terlebih dahulu baru kemudian melakukan salat. Dengan turunnya ayat ini, maka beliau SAW diperintahkan untuk melakukan salat terlebih dahulu baru menyembelih. Dan salat yang dimaksud tentu salat Idul Adha .
Lihat Juga :