Salat di Kereta Harus Wudu atau Cukup Tayamum? Bagaimana Tata Caranya?

Selasa, 29 Agustus 2023 - 11:34 WIB
Saat di kendaraan, kita diperbolehkan melaksanakan salat dengan tayamum yang tata cara tayamumnya sudah ditentukan syariat. Foto ilustrasi/internet
Ketika harus menunaikan salat di kendaraan terutama di kereta api, salah satu syaratnya adalah berwudu. Namun, haruskah berwudu dengan tata cara biasa (air) atau cukup dengan tayamum saja? Pertanyaan ini menjadi populer, karena viralnya praktik salat dan proses tayamun di kereta api yang dilakukan salah satu menteri kabinet Presiden Joko Widodo baru-baru ini.

Dalam Islam, salah satu syarat sahnya salat adalah sudah berwudu . Pada dasarnya, wudu di mana pun termasuk kendaraan seperti kereta adalah sama dengan tata cara wudu di di tempat biasa. Hanya saja, sebagian umat muslim memilih melakukan tayamum dengan dalih dalam perjalanan dan terbatasnya persediaan air.

Perlu dipahami bahwa hukum asal dalam bersuci adalah menggunakan air. Untuk membersihkan hadas kecil dengan cara wudu. Sementara untuk hadas besar dengan mandi junub.

Sementara tayamum dengan tanah, statusnya sebagai badal (pengganti). Dan tidak boleh menggunakan badal, selama yang asal (air), masih memungkinkan untuk digunakan.

Terdapat kaidah menyatakan,

إذا تعذر الأصل يصار إلى البدل


"Apabila yang asal tidak memungkinkan dilakukan maka digunakan penggantinya. (Talqih al-Afham, 1/15).

Kedua, hukum tergantung illah-nya. Salah satu di antara kaidah dalam masalah fiqh: "Keberadaan dan ketiadaan hukum itu tergantung dari illah-nya".

Yang dimaksud illah adalah kondisi yang menjadi latar belakang adanya hukum. Misalnya, illah diharamkannya khamr adalah memabukkan. Sehingga semua bahan konsumsi yang memabukkan, hukumnya haram, baik itu zat gas, cair, maupun padat.

Dalam Al-Quran, Allah menjelaskan alasan yang menyebabkan seseorang boleh tayamum .
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!