Bolehkah Berzikir dengan Suara Keras? Ini Penjelasan UAS

Sabtu, 16 September 2023 - 20:37 WIB
Sedangkan umat Muslim saat ini sudah lebih merdeka, terlebih para umat Muslim yang ada di Indonesia. Akan sah-sah saja jika berdzikir dengan suara yang lantang, sebab tidak ada ketakutan bayang-bayang Abu Lahab, Abu Jahal dan Abu Sufyan.

Kedua, Surat Al-A'raf ayat 204 turun lebih dahulu dibandingkan ayat 205, adapun bunyinya sebagai berikut:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

Artinya: "Dan apabila dibacakan Al-Qur'an, maka dengarkanlah dan diamlah, agar kamu mendapat rahmat."

Hal ini diartikan bahwa Surat Al-A'raf ayat 205 yang menyarankan untuk berdzikir dengan tidak mengeraskan suara, adalah bentuk penjelasan dari ayat sebelumnya yang menerangkan jika harus diam saat ada yang membaca Al-Qur'an. Sehingga, perlu dipahami lagi jika ada baiknya untuk tidak mengeraskan suara saat berdzikir apabila sedang ada yang membaca Al-Qur'an.

Ketiga, Surat Al-A'raf ayat 205 diperuntukan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ayat ini menjelaskan untuk tidak berdzikir dengan suara yang keras sebab Nabi Muhammad ﷺ sudah termasuk ke dalam golongan yang selamat.

Sedangkan untuk umat Nabi Muhammad ﷺ yang belum selamat, akan rentan akan bisikan syaitan. Sehingga, membaca dzikir yang kuat untuk menghindari atau menghalau godaan setan.Selain itu, bacaan dzikir dengan suara keras juga bisa digunakan sebagai doa ruqyah.

Wallahu A'lam

Baca Juga: Berzikir dengan Suara Jahr, Bagaimana Hukumnya?
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!