Berzikir dengan Suara Jahr, Bagaimana Hukumnya?

Jum'at, 01 Juni 2018 - 13:15 WIB
Berzikir dengan Suara...
Berzikir dengan Suara Jahr, Bagaimana Hukumnya?
A A A
Pertanyaan:
Apakah berzikir dengan suara jahr (keras) itu bid’ah?

Jawaban:
Dianjurkan bertasbih dan lainnya dengan suara sedang, demikian menurut mayoritas Fuqaha’ (ahli Fiqh), berdasarkan firman Allah Swt: “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam salatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (QS. Al-Isra’ [17]: 110).

Rasulullah SAW melakukan itu. Diriwayatkan dari Qatadah, bahwa Rasulullah keluar pada suatu malam, beliau mendapati sahabat Abu Bakar sedang salat dengan merendahkan suaranya. Rasulullah lewat, beliau dapati Umar sedang salat menyaringkan suaranya (jahr). Ketika mereka berdua berkumpul bersama Rasulullah, beliau berkata, “Wahai Abu Bakar, aku lewat ketika engkau sedang salat, mengapa engkau merendahkan suaramu?”. Abu Bakar menjawab, “Aku telah memperdengarkan Dia yang aku seru wahai Rasulullah”. Rasulullah menjawab, “Keraskanlah sedikit”. (Baca Juga: Apa Hukum Bersalaman Selesai Salat? )

Rasulullah berkata kepada Umar, “Aku lewat ketika engkau sedang salat, mengapa engkau mengeraskan suaramu?”. Umar menjawab, “Wahai Rasulullah, aku membangunkan orang yang tidur dan mengusir setan”. Rasulullah berkata, “Rendahkanlah sedikit suaramu”. (HR Abu Daud, Ibnu Khuzaimah, ath-Thabrani dalam al-Ausath dan al-Hakim dalam al-Mustadrak).

Sebagian Salaf menganjurkan menyaringkan suara ketika membaca takbir dan zikir setelah salat wajib. Mereka berdalil dengan riwayat dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Aku mengetahui bahwa mereka telah selesai salat ketika aku mendengar (mereka berzikir dengan suara nyaring)”. (HR Al-Bukhari dan Muslim). Karena menyaringkan suara ketika berzikir itu lebih banyak dalam pengamalan dan lebih merenungkan makna, manfaatnya untuk menyadarkan hati orang-orang yang lalai.

Pendapat yang paling baik dalam masalah ini adalah pendapat yang dinyatakan oleh pengarang Maraqi al-Falah setelah menggabungkan hadits-hadits dan pendapat para ulama yang berbeda pendapat antara keutamaan sirr dan jahr dalam masalah zikir dan doa, beliau berkata, “Itu berbeda sesuai pribadi masing-masing, kondisi, waktu dan tujuan. Jika khawatir riya’ atau mengganggu orang lain, maka lebih afdhal dengan cara sirr. Ketika seseorang merasa kehilangan apa yang sedang ia zikirkan, maka lebih afdhal dengan cara jahr”. (Baca Juga: Apa Hukum Berzikir di Antara Salat Tarawih? )

Dengan demikian maka zikir dengan cara jahr bukanlah perbuatan bid’ah dan boleh dilakukan. Bahkan terkadang lebih menguatkan hati dan lebih membuat konsentrasi, jika terhindar dari riya’. Wallahu A’lam. (Fatwa Syekh DR Ali Jum’ah)

(Dikutip dari Buku “30 Fatwa Seputar Ramadhan” yang disusun Ustaz Abdul Somad. Ustaz Abdul Somad memilih fatwa tiga ulama besar al-Azhar; Syekh ‘Athiyyah Shaqar, Syekh DR Yusuf al-Qaradhawi dan Syekh DR Ali Jum’ah, karena keilmuan dan manhaj al-Washatiyyah (moderat) yang mereka terapkan dalam fatwanya)
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Tata Cara Iktikaf Menurut...
Tata Cara Iktikaf Menurut Ustaz Abdul Somad
Apakah Menggunakan Cairan...
Apakah Menggunakan Cairan Softlens Membatalkan Puasa?
Contoh Khutbah Idul...
Contoh Khutbah Idul Fitri Tersingkat dari Ustaz Abdul Somad
Penjelasan tentang Hadis...
Penjelasan tentang Hadis Bermaaf-maafan Sebelum Ramadhan
UAS Tanggapi Enteng...
UAS Tanggapi Enteng Daftar Dai Radikal: Iklan Gratis Menjelang Ramadhan
Tausiyah UAS yang Menyejukkan...
Tausiyah UAS yang Menyejukkan dan Bikin Semangat, 2023 Mau Ngapain?
Rekomendasi
Batu Seberat 137 Ton...
Batu Seberat 137 Ton yang Bisa Dipindahkan dengan 1 Orang Saja
Fenomena Cincin Asap...
Fenomena Cincin Asap Terlihat di Atas Gunung Berapi Italia
Inti Bumi Berputar Lambat,...
Inti Bumi Berputar Lambat, Ilmuwan Klaim 1 Hari Akan Bertambah Panjang
Artikel Terkini
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved