Dialog Prof Wilson-Imam Chirri: Adakah Batasan untuk Menguji Kebenaran Islam?

Sabtu, 07 Oktober 2023 - 13:36 WIB
Baca juga: Ahmed Deedat: Umat Islam Diperintahkan Mengajak Ahli Kitab Bermusyawarah

Pengetahuan manusia datang dari kenyataan langsung atau tidak langsung, dan tidak mengikuti tingkah dan keinginan kita sendiri. Kepercayaan Agama yang baik harus mencapai tingkat ilmu pengetahuan.

Bila Tuhan menginginkan saya untuk mengenal sesuatu, Dia akan membuat ilmu pengetahuan sedemikian rupa dengan berpegang pada kenyataan yang tersedia. Dia tidak akan menuntut dari saya untuk mempercayai sesuatu, padahal hal itu bertentangan dengan kenyataan. Dia tidak akan minta saya melakukan yang tidak mungkin. Ini bertentangan dengan keadilanNya

Islam tidak pernah menyalahkan seseorang bila dia tidak mempercayai sesuatu, sebab kurangnya bukti-bukti. Sebaliknya Islam akan menyesal bila anda mengikuti prinsip padahal anda merayap dalam gelap tanpa menyorot kenyataan.

Anda akan malu bila prinsip yang demikian tidak sesuai dengan kenyataan.

Mengikuti suatu prisip yang bertentangan dengan kenyataan sama halnya dengan pertimbangan pengadilan terhadap tertuduh tanpa saksi. Tindakan (sikap) yang demikian tidak terpuji.

Dari Kitab Suci Al-Qur'an: "Dan janganlah engkau turut apa yang tidak engkau ketahui sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan menerima pertanyaan." (QS 17: 36).

Baca juga: Dialog Ahmed Deedat-Van Heerden: Yohanes Pembaptis adalah Nabi Yahya

2. Penelitian yang bersifat beragama tidak akan mencari popularitas dari doktrin agama masyarakat untuk menunjukkan kebenarannya.

Banyak pengertian umum yang telah dibuktikan salah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!