Theodor Herzl, Tokoh Zionis Israel yang Coba Suap Sultan Abdul Hamid II

Jum'at, 13 Oktober 2023 - 16:11 WIB
Theodor Herzl adalah tokoh utama di balik gerakan Zionis Israel yang berkeinginan mendirikan negara Israel di wilayah Palestina. Dia pernah mencoba menyuap Sultan Hamid II, namun upayanya gagal. Foto/ist
Theodor Herzl (1860-1904) adalah tokoh utama di balik gerakan Zionis Israel yang berkeinginan mendirikan negara Israel di wilayah Syam. Sosok Yahudi kelahiran Hungaria 2 Mei 1860 ini dikisahkan pernah mencoba menyuap Abdul Hamid II (1842-1918), Sultan ke-34 Dinasti Turki Utsmaniyah, untuk mendirikan Israel di tanah Palestina.

Untuk diketahui, bangsa Yahudi sangat menginginkan daerah bekas kerajaan Raja Daud dijadikan Negara Yahudi. Theodor Herzl merupakan tokoh utama di balik berdirinya negara Israel melalui gerakan Zionis. Zionisme adalah gerakan keagamaan dan politik kaum Yahudi untuk mendirikan negara Israel.

Motivasi Theodor Herzl Mendirikan Negara Israel

Theodor Herzl merupakan keturunan Yahudi kelas menengah dan kaya. Tahun 1878, keluarga Theodor Herzl memutuskan untuk pindah ke Wina. Setelah itu Theodor Herzl melanjutkan pendidikannya di Universitas Wina dan setelah lulus dari kampus itu, Theodor Herzl menjadi jurnalis koran liberal Wina, Neue Freie Presse.

Tahun 1894, tepatnya pada peristiwa Dreyfus, Theodor Herzl mendengar kabar tentang penindasan kaum Yahudi di Rusia dan sebagian Eropa Timur. Peristiwa inilah yang memotivasi Theodor Herzl ingin mendirikan negara Israel atas ras mereka yaitu Yahudi.

Pada Tahun 1948, Zionis memproklamasikan negara Israel yang menjadi penyebab konflik antara Israel dan Palestina. Walaupun Israel memberikan penjelasan bahwa negaranya sudah merdeka, negara-negara Arab di Timur Tengah tetap menentang keberadaan negara Israel.

Kesultanan Ottoman Larang Yahudi Kuasai Tanah Palestina

Kesultanan Ottoman (Turki Utsmaniyah) telah mengeluarkan dekrit melarang kaum Yahudi membangun pemukiman permanen di wilayah Palestina. Ottoman juga melarang izin imigrasi bagi pendatang baru kaum Yahudi ke Palestina. Tetapi, hal itu tidak membuat kaum Yahudi lemah.

Segala upaya terus dilakukan kaum Yahudi untuk mewujudkan mimpi mereka untuk mendirikan negara Israel. Hingga, kaum Yahudi berani membujuk Sultan Hamid II yaitu Sultan ke-34 dari kekhalifahan Turki Utsmani yang berkuasa atas Palestina pada zaman itu. Sultan Hamid II pernah dibujuk oleh Theodor Herzl.

Tahun 1902, Theodor Herzl membujuk Sultan Hamid II melalui delegasinya seorang pendeta bernama Mousye Levi. Tujuannya tidak lain adalah agar Sultan Hamid II luluh dan berkenan menjual pemukiman warga Palestina kepada kaum Yahudi. Hingga, delegasi Theodor Herzl memberikan beberapa tawaran, dalam istilah lain ingin menyuap sang Sultan.

Tawaran untuk Sultan Hamid II

Theodor Herzl lewat delegasinya pernah membujuk Sultan Hamid II agar memberikan wilayah Palestina untuk kaum Yahudi. Berikut beberapa tawarannya:

1. Memberikan hadiah uang sebesar 150 juta Poundsterling untuk Sultan Hamid II.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!