Theodor Herzl, Tokoh Zionis Israel yang Coba Suap Sultan Abdul Hamid II
Jum'at, 13 Oktober 2023 - 16:11 WIB
2. Membayar semua utang pemerintah Turki Utsmani sebesar 33 juta Poundsterling,
3. Membuat kapal induk sebagai penjagaan pertahanan pemerintah Turki Utsmani dengan nilai 120 juta Frank.
4. Memberikan pinjaman tanpa bunga senilai 35 juta Poundsterling.
5. Mendirikan Universitas Turki Utsmani di Palestina.
Apakah Sultan Hamid II menerima tawaran itu? Jawabannya ternyata Tidak. Sultan Hamid II menolak tawaran yang disampaikan delegasi Theodor Herzl itu. Penolakan ini membuat Theodor Herzl menulis di buku hariannya dan menyatakan "Tidak ada harapan bagi kaum Yahudi di Palestina dan mereka tidak akan mampu memasuki tanah yang dijanjikan selama Sultan Hamid II masih berkuasa."
Tidak sampai di situ, setelah penolakan itu Theodor Herzl membuat agenda besar untuk menghancurkan kekuasaan Sultan Hamid II. Sejak saat itu, Sultan Hamid II selalu mendapatkan rongrongan dari kaum Yahudi untuk dapat menjatuhkan kekuasaan Sultan Hamid II. Kaum Yahudi mulai membentuk gerakan revolusioner yaitu Al-Utsmaniyyatun Al-Judad atau generasi Baru Untuk Turki.
Namun, Perjuangan Sultan Hamid II dalam mempertahankan Palestina dari cengkraman kaum Yahudi adalah pelajaran berharga bagi kaum muslim untuk tidak menyerah dan tidak tunduk pada Zionis Israel. Akhirnya pada Tahun 1908, Sultan Hamid II dijatuhkan dari kekuasaannya setelah Revolusi Turki Muda. Dan Tahun 1948 berdirilah negara Israel di atas wilayah Palestina yang membuat kaum muslim di Palestina terjajah di negara mereka sendiri.
Kematian Theodor Herzl
Kematian Theodor Herzl disebutkan dalam catatan sejarah, meninggal karena menderita penyakit radang paru-paru dan lemah jantung. Theodor Herzl dimakamkan di Wina, Austria pada Tahun 1904. Namun kemudian kuburannya dipindahkan ke Bukit Herzl di Yerusalem pada Tahun 1949.
MG/Kalyca Keysha Alfiani
Baca Juga: Mengapa Israel Ngotot Menguasai Yerusalem? Ternyata Ini Rahasia Besarnya
3. Membuat kapal induk sebagai penjagaan pertahanan pemerintah Turki Utsmani dengan nilai 120 juta Frank.
4. Memberikan pinjaman tanpa bunga senilai 35 juta Poundsterling.
5. Mendirikan Universitas Turki Utsmani di Palestina.
Apakah Sultan Hamid II menerima tawaran itu? Jawabannya ternyata Tidak. Sultan Hamid II menolak tawaran yang disampaikan delegasi Theodor Herzl itu. Penolakan ini membuat Theodor Herzl menulis di buku hariannya dan menyatakan "Tidak ada harapan bagi kaum Yahudi di Palestina dan mereka tidak akan mampu memasuki tanah yang dijanjikan selama Sultan Hamid II masih berkuasa."
Tidak sampai di situ, setelah penolakan itu Theodor Herzl membuat agenda besar untuk menghancurkan kekuasaan Sultan Hamid II. Sejak saat itu, Sultan Hamid II selalu mendapatkan rongrongan dari kaum Yahudi untuk dapat menjatuhkan kekuasaan Sultan Hamid II. Kaum Yahudi mulai membentuk gerakan revolusioner yaitu Al-Utsmaniyyatun Al-Judad atau generasi Baru Untuk Turki.
Namun, Perjuangan Sultan Hamid II dalam mempertahankan Palestina dari cengkraman kaum Yahudi adalah pelajaran berharga bagi kaum muslim untuk tidak menyerah dan tidak tunduk pada Zionis Israel. Akhirnya pada Tahun 1908, Sultan Hamid II dijatuhkan dari kekuasaannya setelah Revolusi Turki Muda. Dan Tahun 1948 berdirilah negara Israel di atas wilayah Palestina yang membuat kaum muslim di Palestina terjajah di negara mereka sendiri.
Kematian Theodor Herzl
Kematian Theodor Herzl disebutkan dalam catatan sejarah, meninggal karena menderita penyakit radang paru-paru dan lemah jantung. Theodor Herzl dimakamkan di Wina, Austria pada Tahun 1904. Namun kemudian kuburannya dipindahkan ke Bukit Herzl di Yerusalem pada Tahun 1949.
MG/Kalyca Keysha Alfiani
Baca Juga: Mengapa Israel Ngotot Menguasai Yerusalem? Ternyata Ini Rahasia Besarnya
(rhs)
Lihat Juga :