Pendaran Cahaya Islam di Hispaniola
Rabu, 05 Agustus 2020 - 00:16 WIB
"Tidak sedikit gelandangan Kota St Domingos yang bergabung untuk sekadar menganjal perutnya. Kami juga aktif menyebarkan selebaran tentang kegiatan Islam di pusat kota, dan mendapat respons baik. Ada saja warga lokal yang ingin tahu tentang ajaran Islam," kata dia.
Tak heran, dari jumlah hanya ratusan orang pada 1980-an, kini umat Islam telah mencapai angka 3.000. "Memang jumlah ini masih sangat minim dibanding jumlah penduduk Republik Dominika yang mencapai 10 juta jiwa," imbuh dia.
Perkembangan Islam di sana juga tak lepas bertumbuhnya industri pariwisata dan perkebunan tebu serta tembakau. Menurut Abdul Fatah, salah satu mualaf imigran asal negara tetangga Haiti, bahwa kesempatan untuk mendapatkan pekerjaaan di Republik Dominika lebih banyak ketimbang di Haiti. "Di Haiti tidak ada yang bisa dikerjakan, sehingga banyak imigran Haiti di sini," ucap Abdul Fatah.
Abdul Fatah tidak sendiri, ada ratusan mualaf asal Haiti lainnya yang rajin menyambangi masjid ini, guna memperdalam pengetahuan tentang ajaran Islam . Kehausan akan pelajaran Islam itu selalu dijawab oleh Imam Masjid An Noor, Muhammad Al Sharafi. "Kami mengadakan kajian seputar ajaran Islam setiap bakda Isya Kamis, Jumat dan Minggu," kata dia.
Menurut lulusan salah satu perguruan tinggi di Yaman dalam studi kajian Al-Qur'an ini, pertanyaan jamaahnya mulai dari seputar persoalan salat, adab pergaulan hingga haji. Tapi, dia tidak segan meluangkan waktunya usai memimpin salat fardhu untuk membimbing jamaah yang haus akan pengetahuan Islam . Maklum, mualaf di Ibu Kota Republik Dominika itu mencapai ratusan orang.
Karena minat belajar agama Islam tergolong tinggi, maka untuk lebih meningkatkan kualitas dan serta menampung generasi muda Islam di kota itu akan didirikan madrasah. Maklum, dengan jumlah muslim mencapai 3.000 orang maka generasi belia muslim sudah dirasa membutuhkan pendidikan formal Islam sendiri.
"Kami akan mendapat bantuan salah satu dermawan dari Turki untuk mendirikan madrasah. Pendirian madrasah itu akan dimulai pada pertengahan 2020," kata dia. (Baca Juga: Musalla Tak Memadai, Muslim Shibuya Tokyo Galang Dana untuk Bangun Masjid )
Tulisan ini dikirim oleh Abdul Aziz
Tak heran, dari jumlah hanya ratusan orang pada 1980-an, kini umat Islam telah mencapai angka 3.000. "Memang jumlah ini masih sangat minim dibanding jumlah penduduk Republik Dominika yang mencapai 10 juta jiwa," imbuh dia.
Perkembangan Islam di sana juga tak lepas bertumbuhnya industri pariwisata dan perkebunan tebu serta tembakau. Menurut Abdul Fatah, salah satu mualaf imigran asal negara tetangga Haiti, bahwa kesempatan untuk mendapatkan pekerjaaan di Republik Dominika lebih banyak ketimbang di Haiti. "Di Haiti tidak ada yang bisa dikerjakan, sehingga banyak imigran Haiti di sini," ucap Abdul Fatah.
Abdul Fatah tidak sendiri, ada ratusan mualaf asal Haiti lainnya yang rajin menyambangi masjid ini, guna memperdalam pengetahuan tentang ajaran Islam . Kehausan akan pelajaran Islam itu selalu dijawab oleh Imam Masjid An Noor, Muhammad Al Sharafi. "Kami mengadakan kajian seputar ajaran Islam setiap bakda Isya Kamis, Jumat dan Minggu," kata dia.
Menurut lulusan salah satu perguruan tinggi di Yaman dalam studi kajian Al-Qur'an ini, pertanyaan jamaahnya mulai dari seputar persoalan salat, adab pergaulan hingga haji. Tapi, dia tidak segan meluangkan waktunya usai memimpin salat fardhu untuk membimbing jamaah yang haus akan pengetahuan Islam . Maklum, mualaf di Ibu Kota Republik Dominika itu mencapai ratusan orang.
Karena minat belajar agama Islam tergolong tinggi, maka untuk lebih meningkatkan kualitas dan serta menampung generasi muda Islam di kota itu akan didirikan madrasah. Maklum, dengan jumlah muslim mencapai 3.000 orang maka generasi belia muslim sudah dirasa membutuhkan pendidikan formal Islam sendiri.
"Kami akan mendapat bantuan salah satu dermawan dari Turki untuk mendirikan madrasah. Pendirian madrasah itu akan dimulai pada pertengahan 2020," kata dia. (Baca Juga: Musalla Tak Memadai, Muslim Shibuya Tokyo Galang Dana untuk Bangun Masjid )
Tulisan ini dikirim oleh Abdul Aziz
(rhs)
Lihat Juga :