Yerusalem dalam Pandangan Al-Qur'an dan Kekeliruan Israel
Selasa, 17 Oktober 2023 - 06:50 WIB
Laut Galilee disebut juga Danau Tiberias atau Danau Kinneret. Saat ini volume airnya berkurang dari sebelumnya. Volume air itu terus berkurang karena Pemerintah Yahudi Euro-Israel mengambil lebih banyak air daripada kemampuan alam mengembalikannya kembali ke laut.
Yerusalem dalam Pandangan Al-Qur'an
Nama Kota Yerusalem (dalam bahasa Arab Al-Quds atau "Bait al-Maqdis) memang tidak disebut langsung dalam Al-Qur'an. Tetapi, banyak Nabi yang disebutkan dalam Al-Qur'an berkaitan dengan Kota Suci itu. Di dalamnya terdapat Rumah Allah di samping Masjid Al-Haram Makkah dan Majid Nabawi Madinah, yang pernah dibangun oleh para Nabi.
Dalam Al-Qur'an disebut Masjid Al-Aqsa. Disebutkan pula mukjizat perjalanan malam yang dialami Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Yerusalem dan Rumah Allah itu. Inilah pandangan Islami bahwa Yerusalem ditakdirkan memainkan peran penting di akhir zaman.
Al-Qur'an menyatakan umat Yahudi menjadi begitu terikat pada kepercayaaan yang salah, bahwa Yerusalem adalah pusat keimanan yang tidak ada sesuatu pun di dunia ini dapat mengubahnya. Akhirnya Al-Qur'an merespons dengan pernyataan yang meruntuhkan keyakinan mereka tentang Yerusalem dalam Surat Al-Baqarah ayat 177.
Respons Al-Qur'an Terhadap Umat Yahudi
Pesan Al-Qur'an kepada umat Yahudi sangat jelas. Umat Yahudi diinformasikan bahwa meskipun Nabi Muhammad ﷺ bukan seorang Yahudi, dan walaupun beliau tidak lagi sholat menghadap Yerusalem, dan meskipun beliau tidak pernah membuat usaha apapun untuk membebaskan Yerusalem, tetapi beliau tetap seorang Nabi dari Tuhan-nya Ibrahim yang benar dan agama yang dia sebarkan adalah Agama Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, dan al-Masih Putra Maryam! Dengan begitu, perubahan Kiblat adalah tanda yang tidak menyenangkan bagi umat Yahudi yang keras kepala menegaskan bahwa Yerusalem adalah pusat spiritual Agama Ibrahim.
Al-Qur'an dengan jelas mengabadikan kisah umat Yahudi yang terusir dua kali dari Tanah Suci Yarusalem karena pembangkangannya, kesombongan mereka. Berikut kisahnya diabadikan Al-Qur'an:
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إسْرائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا (4) فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولا (5) ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا (6) إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لأنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا (7) عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا (8)
Artinya: "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu, "Sesungguhnya kalian akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kalian pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepada kalian giliran untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami membantu kalian dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kalian kelompok yang besar. Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri; dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri; dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kalian dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada yang pertamakah dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhan kalian akan melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian; dan sekiranya kalian kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazab kalian) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman." (Surat Al-Isra, Ayat 4-8)
Yerusalem dalam Pandangan Al-Qur'an
Nama Kota Yerusalem (dalam bahasa Arab Al-Quds atau "Bait al-Maqdis) memang tidak disebut langsung dalam Al-Qur'an. Tetapi, banyak Nabi yang disebutkan dalam Al-Qur'an berkaitan dengan Kota Suci itu. Di dalamnya terdapat Rumah Allah di samping Masjid Al-Haram Makkah dan Majid Nabawi Madinah, yang pernah dibangun oleh para Nabi.
Dalam Al-Qur'an disebut Masjid Al-Aqsa. Disebutkan pula mukjizat perjalanan malam yang dialami Nabi Muhammad ﷺ dari Makkah ke Yerusalem dan Rumah Allah itu. Inilah pandangan Islami bahwa Yerusalem ditakdirkan memainkan peran penting di akhir zaman.
Al-Qur'an menyatakan umat Yahudi menjadi begitu terikat pada kepercayaaan yang salah, bahwa Yerusalem adalah pusat keimanan yang tidak ada sesuatu pun di dunia ini dapat mengubahnya. Akhirnya Al-Qur'an merespons dengan pernyataan yang meruntuhkan keyakinan mereka tentang Yerusalem dalam Surat Al-Baqarah ayat 177.
Respons Al-Qur'an Terhadap Umat Yahudi
Pesan Al-Qur'an kepada umat Yahudi sangat jelas. Umat Yahudi diinformasikan bahwa meskipun Nabi Muhammad ﷺ bukan seorang Yahudi, dan walaupun beliau tidak lagi sholat menghadap Yerusalem, dan meskipun beliau tidak pernah membuat usaha apapun untuk membebaskan Yerusalem, tetapi beliau tetap seorang Nabi dari Tuhan-nya Ibrahim yang benar dan agama yang dia sebarkan adalah Agama Ibrahim, Musa, Daud, Sulaiman, dan al-Masih Putra Maryam! Dengan begitu, perubahan Kiblat adalah tanda yang tidak menyenangkan bagi umat Yahudi yang keras kepala menegaskan bahwa Yerusalem adalah pusat spiritual Agama Ibrahim.
Al-Qur'an dengan jelas mengabadikan kisah umat Yahudi yang terusir dua kali dari Tanah Suci Yarusalem karena pembangkangannya, kesombongan mereka. Berikut kisahnya diabadikan Al-Qur'an:
وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إسْرائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا (4) فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُوا خِلالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَفْعُولا (5) ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا (6) إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لأنْفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوءُوا وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُوا الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُوا مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا (7) عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يَرْحَمَكُمْ وَإِنْ عُدْتُمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا (8)
Artinya: "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu, "Sesungguhnya kalian akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kalian pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar." Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepada kalian hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepada kalian giliran untuk mengalahkan mereka kembali, dan Kami membantu kalian dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kalian kelompok yang besar. Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri; dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi diri kalian sendiri; dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kalian dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuh kalian memasukinya pada yang pertamakah dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Mudah-mudahan Tuhan kalian akan melimpahkan rahmat-Nya kepada kalian; dan sekiranya kalian kembali kepada (kedurhakaan), niscaya Kami kembali (mengazab kalian) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman." (Surat Al-Isra, Ayat 4-8)
Lihat Juga :