Dituduh Penganut Syiah yang Ingin Berontak, Imam Syai'i Ditangkap

Kamis, 30 April 2020 - 16:00 WIB
Ketika bekerja di Yaman itu, kondisi politik Bani Abbasiyah sedang tidak stabil. Sebabnya adalah adanya desas-desus bahwa pihak syiah di Yaman akan keluar dan memisahkan diri dari kekuasaan Bani Abbasiyah. Hingga pada puncaknya Sang Imam harus menerima fitnah keji yaitu tertuduh sebagai seorang syiah yang akan memberontak ke negara.

Selanjutnya, beserta sembilan orang lainnya, Sang Imam ditangkap dan digelandang ke kota Baghdad -ibukota negara pada waktu itu yang dipimpin oleh Khalifah Harun ar-Rasyid.

Singkat cerita, karena Khalifah begitu terkesan dengan jawaban-jawaban yang dikemukakan oleh Sang Imam dan juga untaian nasihatnya yang justru membuat Sang Khalifah meneteskan air mata, juga karena kedekatan beliau dengan Imam Muhammad al-Hasan yang saat itu menjabat sebagai hakim agung; maka Imam Syafi’i dilepaskan dari semua tuduhan dan dibebaskan.

Setelah bebas dari pengadilan Khalifah, Imam asySyafi’i tidak langsung kembali ke Yaman atau pulang ke Makkah. Beliau justru menetap di Baghdad untuk sementara waktu guna menimba ilmu.

Sebagaimana diketahui pada waktu itu, Baghdad adalah ibukota yang menawarkan segala kemewahan termasuk perihal ilmu pengetahuan. Banyak terdapat perpustakaan besar yang tersebar di penjuru kota. Ratusan majlis ilmu yang dipimpin oleh syaikh-syaikh berkualitas dengan spesialisasi ilmunya masing-masing.

Sejarah mencatat, di perjalanan keduanya ke Irak ini beliau berguru kepada para ulama Irak diantaranya Imam Waki’ bin Jarrah dan lainnya. (Baca juga: Imam Syafi’i, Anak Yatim Usia 7 Tahun Hafal Al-Qur’an )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!