Inilah Hadis yang Sangat Ditakuti Kaum Yahudi Israel
Minggu, 05 November 2023 - 05:10 WIB
Pohon apakah Gharqad itu? Umumnya orang merujuk pada dua tanaman berduri yang hidup di padang pasir. Ada yang menyebut Gharqad adalah tanaman yang dalam bahasa Arab disebut Ausaj. Para ilmuwan menyebut spesies ini sebagai Lycium Shawii.
Pohon ini kerap pula disebut dengan istilah Boxt horn. Menurut laman milik The Hebrew University of Jerusalem, istilah lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthorn. Tanaman ini masuk kategori semak belukar, yang tingginya satu hingga empat meter.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, beberapa kali menanam pohon, yang kemudian ramai diberitakan sebagai Pohon Gharqad. Antara lain penanaman pohon pada Februari 1999 lalu. Juga penanaman pohon di beberapa tempat lainnya di beberapa permukiman di wilayah pendudukan Israel, yang disponsori oleh Jewish National Fund (JNF). Mengapa Israel menanam Boxthorn (Gharqad) lebih daripada pohon-pohon lainnya? Apakah ada alasan spesifik?
Seorang netizen bernama Evergreen mengatakan, "Pohon Box-thorn adalah bagian kunci Nubuwat tentang Israel pada akhir zaman." Ada yang mengatakan, "Karena Israel berpikir bahwa ramalan Islam tentang Israel akan terjadi, sehingga lebih baik menanam banyak Boxthorn," tulis Waleed.
Faktanya, Israel memang gencar melakukan penghijauan di sana. Bahkan, upaya penanaman pohon Gharqad itu telah dilakukan sebelum berdirinya negara Israel pada 1948. JNF merupakan salah satu organisasi yang gencar melakukan penanaman itu. JNF atau Keren Kayemet LeYisrael (KKL), didirikan pada Kongres Zionis kelima di Basel, 1901 lalu. Sejak didirikan, JNF/KKL gencar membeli tanah saat wilayah Palestina masih berada di bawah Khilafah Turki Utsmani. Pada 1935 misalnya, JNF mengklaim menanam 1,7 juta pohon di kawasan seluas tujuh kilometer persegi, di tanah Palestina.
Hadis di atas juga diperkuat oleh Hadis dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dengan lafaz yang artinya: "Kaum Yahudi, nanti akan memerangi kalian. Akan tetapi kalian (diberi kekuatan) menguasai (mengalahkan) mereka, kemudian (sampai) batu pun berkata, "Wahai Muslim, ada orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia." (HR Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad)
Benda Mati Berbicara
Dalam Hadis di atas disebutkan bahwa batu dan pepohonan yang merupakan benda mati kelak akan berbicara atas izin Allah. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Dalam hadits ini terdapat (berita) adanya tanda-tanda menjelang datangnya hari Kiamat. Di antaranya, berbicaranya benda-benda mati, seperti pohon dan batu. Dan berdasarkan lahirnya, adalah berbicara secara hakiki, meskipun ada kemungkinan adanya makna kiasan. Maksudnya, bersembunyi (di balik benda-benda tersebut) tidak bermanfaat bagi mereka (Yahudi). Tetapi, (makna) yang pertama (secara lahiriyah) adalah lebih utama." (Fathul Bari, 6/610)
Dalam hadits Abu Umamah radhiyallahu 'anhu terdapat kalimat: "Maka tidak ada satupun ciptaan Allah yang dijadikan tempat persembunyian Yahudi, melainkan Allah jadikan ia berbicara, baik batu, pohon, tembok, maupun hewan...."
Kecuali Pohon Gharqad
Pohon ini kerap pula disebut dengan istilah Boxt horn. Menurut laman milik The Hebrew University of Jerusalem, istilah lainnya adalah Lycium Arabicum Boiss atau Arabian Boxthorn. Tanaman ini masuk kategori semak belukar, yang tingginya satu hingga empat meter.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, beberapa kali menanam pohon, yang kemudian ramai diberitakan sebagai Pohon Gharqad. Antara lain penanaman pohon pada Februari 1999 lalu. Juga penanaman pohon di beberapa tempat lainnya di beberapa permukiman di wilayah pendudukan Israel, yang disponsori oleh Jewish National Fund (JNF). Mengapa Israel menanam Boxthorn (Gharqad) lebih daripada pohon-pohon lainnya? Apakah ada alasan spesifik?
Seorang netizen bernama Evergreen mengatakan, "Pohon Box-thorn adalah bagian kunci Nubuwat tentang Israel pada akhir zaman." Ada yang mengatakan, "Karena Israel berpikir bahwa ramalan Islam tentang Israel akan terjadi, sehingga lebih baik menanam banyak Boxthorn," tulis Waleed.
Faktanya, Israel memang gencar melakukan penghijauan di sana. Bahkan, upaya penanaman pohon Gharqad itu telah dilakukan sebelum berdirinya negara Israel pada 1948. JNF merupakan salah satu organisasi yang gencar melakukan penanaman itu. JNF atau Keren Kayemet LeYisrael (KKL), didirikan pada Kongres Zionis kelima di Basel, 1901 lalu. Sejak didirikan, JNF/KKL gencar membeli tanah saat wilayah Palestina masih berada di bawah Khilafah Turki Utsmani. Pada 1935 misalnya, JNF mengklaim menanam 1,7 juta pohon di kawasan seluas tujuh kilometer persegi, di tanah Palestina.
Hadis di atas juga diperkuat oleh Hadis dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma dengan lafaz yang artinya: "Kaum Yahudi, nanti akan memerangi kalian. Akan tetapi kalian (diberi kekuatan) menguasai (mengalahkan) mereka, kemudian (sampai) batu pun berkata, "Wahai Muslim, ada orang Yahudi di belakangku, bunuhlah dia." (HR Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad)
Benda Mati Berbicara
Dalam Hadis di atas disebutkan bahwa batu dan pepohonan yang merupakan benda mati kelak akan berbicara atas izin Allah. Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: "Dalam hadits ini terdapat (berita) adanya tanda-tanda menjelang datangnya hari Kiamat. Di antaranya, berbicaranya benda-benda mati, seperti pohon dan batu. Dan berdasarkan lahirnya, adalah berbicara secara hakiki, meskipun ada kemungkinan adanya makna kiasan. Maksudnya, bersembunyi (di balik benda-benda tersebut) tidak bermanfaat bagi mereka (Yahudi). Tetapi, (makna) yang pertama (secara lahiriyah) adalah lebih utama." (Fathul Bari, 6/610)
Dalam hadits Abu Umamah radhiyallahu 'anhu terdapat kalimat: "Maka tidak ada satupun ciptaan Allah yang dijadikan tempat persembunyian Yahudi, melainkan Allah jadikan ia berbicara, baik batu, pohon, tembok, maupun hewan...."
Kecuali Pohon Gharqad
Lihat Juga :