Faktanya Yahudi Telah Terlepas dari Bani Israil, Begini Penjelasannya
Selasa, 07 November 2023 - 09:50 WIB
Kekufuran itu telah memutuskan loyalitas antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir. Foto/Ilustrasi: igoogled israel
Syaikh Bakar bin ‘Abdillah Abu Zaid dalam kitab "Mu’jam Manahil Lafzhiyah" (Darul Ashimah,1413 H) mengatakan bahwa Yahudi telah terlepas dari Bani Israil , disebabkan kekufuran mereka semenjak masa Bani Israil.
"Yakni, sebagaimana terpisahnya Nabi Ibrahim as dari bapaknya, Azar," tulisnya mengutip Syaikh ‘Abdullah bin Zaid Alu Mahmud dalam risalah yang berjudul "al Ishlahu wat-Ta’dilu fiima Thara-a ‘Ala Ismil Yahudi wan-Nashara Minat-Tabdil".
"Kekufuran itu telah memutuskan loyalitas antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir , sebagaimana diceritakan dalam kisah antara Nabi Nuh as dengan puteranya," lanjutnya.
Oleh karena itu, kata Syaikh Bakar bin ‘Abdillah Abu Zaid, keutamaan-keutamaan yang pernah dimiliki Bani Israil pada zaman dahulu, sedikitpun tidak ada yang dimiliki kaum Yahudi. Karenanya, justru penyematan nama Bani Israil untuk menyebut kaum Yahudi, akan menjadikan mereka meraih keutamaan-keutamaan, dan keburukan mereka pun tertutupi.
Baca juga: 12 Nabi yang Diutus untuk Kaum Bani Israil
Demikian ini berakibat hilangnya perbedaan antara Bani Israil dengan Yahudi sebagai kaum yang dimurkai Allah Azza wa Jalla dan dihinakan di manapun mereka berada.
Kemudian, kekufuran kaum Yahudi dan Nashara terhadap syari’at Muhammad SAW, maka menjadi musabab penyebutan atas diri mereka sebagai kafir. Allah berfirman :
Artinya: Orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik, (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata. ( QS al Bayyinah/98 : 1)
Jadi sesungguhnya, Yahudi adalah nama bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Nabi Musa as. Adapun yang beriman, mereka itulah yang disebut Bani Israil. Karena itu, orang-orang Yahudi (sendiri) merasa tidak senang (jika) disebut dengan nama Yahudi.
"Yakni, sebagaimana terpisahnya Nabi Ibrahim as dari bapaknya, Azar," tulisnya mengutip Syaikh ‘Abdullah bin Zaid Alu Mahmud dalam risalah yang berjudul "al Ishlahu wat-Ta’dilu fiima Thara-a ‘Ala Ismil Yahudi wan-Nashara Minat-Tabdil".
"Kekufuran itu telah memutuskan loyalitas antara kaum Muslimin dengan orang-orang kafir , sebagaimana diceritakan dalam kisah antara Nabi Nuh as dengan puteranya," lanjutnya.
Oleh karena itu, kata Syaikh Bakar bin ‘Abdillah Abu Zaid, keutamaan-keutamaan yang pernah dimiliki Bani Israil pada zaman dahulu, sedikitpun tidak ada yang dimiliki kaum Yahudi. Karenanya, justru penyematan nama Bani Israil untuk menyebut kaum Yahudi, akan menjadikan mereka meraih keutamaan-keutamaan, dan keburukan mereka pun tertutupi.
Baca juga: 12 Nabi yang Diutus untuk Kaum Bani Israil
Demikian ini berakibat hilangnya perbedaan antara Bani Israil dengan Yahudi sebagai kaum yang dimurkai Allah Azza wa Jalla dan dihinakan di manapun mereka berada.
Kemudian, kekufuran kaum Yahudi dan Nashara terhadap syari’at Muhammad SAW, maka menjadi musabab penyebutan atas diri mereka sebagai kafir. Allah berfirman :
لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ
Artinya: Orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik, (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata. ( QS al Bayyinah/98 : 1)
Jadi sesungguhnya, Yahudi adalah nama bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Nabi Musa as. Adapun yang beriman, mereka itulah yang disebut Bani Israil. Karena itu, orang-orang Yahudi (sendiri) merasa tidak senang (jika) disebut dengan nama Yahudi.
Lihat Juga :