Tafsir Surat Al Waqiah Ayat 35-38 : Sosok Bidadari Surga, Salah Satunya Berasal dari Bumi
Rabu, 08 November 2023 - 11:32 WIB
Artinya : "Untuk golongan kanan"
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa perempuan-perempuan salehah yang meninggal ketika di dunia dalam usia senja mereka akan dikembalikan lagi dalam penciptaan yang baru yang sebelumnya mereka telah tua renta, lalu menjadi perawan dan berusia muda kembali.
Kemudian dalam tafsir Kemenag menjelaskan bahwa, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang Kami ciptakan mereka secara langsung. Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan. Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah.
Selain itu dijelaskan pula dari Tafsir Kitab Tafsir Al-Jalalain (1997) yang menjelaskan tiap ayatnya.
Ayat 35, (Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung) maksudnya, bidadari-bidadari yang jelita lagi cantik itu Kami ciptakan tanpa melalui proses kelahiran terlebih dahulu.
Ayat 36, (Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan) yakni perawan semuanya; setiap kali suami-suami mereka menggaulinya, para suami itu menjumpai mereka dalam keadaan perawan kembali; dan tidak ada rasa sakit di kala menggaulinya.
Ayat 37, (Penuh cinta) dapat dibaca 'Uruban atau 'Urban, bentuk jamak dari lafal 'Aruubun, artinya wanita yang sangat mencintai suaminya dan sangat merindukannya (lagi sebaya umurnya) setara umurnya; bentuk jamak dari lafal Turbun.
Ayat 38, (Untuk golongan kanan) menjadi Shilah dari lafal Ansya-naahunna, atau dari lafal Ja'alnaahunna. Yakni Kami ciptakan atau Kami jadikan mereka untuk golongan kanan. Golongan kanan itu adalah,.
Dalam sebuah riwayat dari Anas ibnu Malik bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda terkait dengan Surat Al Waqiah ayat 35 :
Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa perempuan-perempuan salehah yang meninggal ketika di dunia dalam usia senja mereka akan dikembalikan lagi dalam penciptaan yang baru yang sebelumnya mereka telah tua renta, lalu menjadi perawan dan berusia muda kembali.
Kemudian dalam tafsir Kemenag menjelaskan bahwa, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang Kami ciptakan mereka secara langsung. Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan. Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah.
Selain itu dijelaskan pula dari Tafsir Kitab Tafsir Al-Jalalain (1997) yang menjelaskan tiap ayatnya.
Ayat 35, (Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung) maksudnya, bidadari-bidadari yang jelita lagi cantik itu Kami ciptakan tanpa melalui proses kelahiran terlebih dahulu.
Ayat 36, (Dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan) yakni perawan semuanya; setiap kali suami-suami mereka menggaulinya, para suami itu menjumpai mereka dalam keadaan perawan kembali; dan tidak ada rasa sakit di kala menggaulinya.
Ayat 37, (Penuh cinta) dapat dibaca 'Uruban atau 'Urban, bentuk jamak dari lafal 'Aruubun, artinya wanita yang sangat mencintai suaminya dan sangat merindukannya (lagi sebaya umurnya) setara umurnya; bentuk jamak dari lafal Turbun.
Ayat 38, (Untuk golongan kanan) menjadi Shilah dari lafal Ansya-naahunna, atau dari lafal Ja'alnaahunna. Yakni Kami ciptakan atau Kami jadikan mereka untuk golongan kanan. Golongan kanan itu adalah,.
Dalam sebuah riwayat dari Anas ibnu Malik bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda terkait dengan Surat Al Waqiah ayat 35 :
عَنِ الْحَسَنِ قَالَ: أَتَتْ عَجُوزٌ فَقَالَتْ: يَا رَسُولَ اللَّهِ ادْعُ اللَّهَ أَنْ يُدْخِلَنِي الْجَنَّةَ. فَقَالَ: "يَا أُمَّ فُلَانٍ، إِنَّ الْجَنَّةَ لَا تَدْخُلُهَا عَجُوزٌ". قَالَ: فَوَلَّت تَبْكِي، قَالَ: "أَخْبِرُوهَا أَنَّهَا لَا تَدْخُلُهَا وَهِيَ عَجُوزٌ، إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ: {إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً. فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا}
Lihat Juga :