Ide Brilian Salman Al-Farisi Lindungi Madinah dari Kepungan Musuh
Kamis, 06 Agustus 2020 - 17:29 WIB
Ustaz Miftah el-Banjari, Dai lulusan Kairo Mesir yang juga pakar ilmu Linguistik Arab. Foto/Ist
Ustaz Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an
Salman Al-Farisi ( سلمان الفارسي ) radhiyallahu 'anhu (RA), seorang sahabat Nabi bekebangsaan Persia. Beliau menjadi pahlawan berkat ide briliannya membuat parit dalam upaya melindungi Madinah dalam perang Khandaq .
Sebelumnya memang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti perang monumental, seperti Perang Badr dan Uhud serta beberapa peperangan lainnya. Sebab sewaktu itu ia masih berstatus sebagai seorang budak yang belum merdeka, meski telah menyatakan keislamannya kepada Rasulullah SAW . (Baca Juga: Perang Khandaq dan Ramalan Masa Depan Kejayaan Islam )
Namun, manakala ia pertama kali mengikuti peperangan, justru ide brilian Salman Al-Farisi yang disetujui oleh Rasulullah agar pasukan kaum muslimin membuat strategi perang parit yang membantengi Kota Madinah atau yang lebih dikenal dengan perang Khandak.
"Duhai Rasulullah . Di negeri kami, biasanya setiap kali peperangan, kami akan menggali parit di sekeliling kota, sehingga musuh akan kesulitan menerobos masuk benteng pertahanan.
Bagaimana sekiranya kita menggali parit sedalam tinggi kuda agar musuh terhalang memasuki Kota Madinah ini!" Demikian usulan pandangan dari mantan budak Yahudi dari negeri Persia itu pada Rasulullah pada kali pertama dia mengikuti peperangan.
Rasulullah SAW pun menyetujui usulan tersebut. Beliau SAW lantas memerintahkan para sahabat menggali parit yang mengelilingi perbatasan wilayah Kota Madinah , meski harus mengerahkan tenaga lebih ekstra selama berminggu-minggu.
Usulan menggali parit untuk mengelabui musuh, ternyata belum pernah ada sepanjang sejarah peperangan Arab dan belum pernah dikenal di masa itu. Dan terbukti, kaum kuffar Quraisy terkecoh dengan strategi langka itu. (Baca Juga: Perjalanan Panjang Salman Al-Farisi Mencari Kebenaran )
Meski ide Salman Al-Farisi tergolong aneh dan di luar kebiasaan peperangan bangsa Arab ketika itu, namun bangsa Arab tidak menolak mentah-mentah usulan langka dari orang luar Arab. Bahkan, bagi Rasulullah SAW sendiri beliau menerima usulan dari bekas budak Yahudi dari Persia itu.
Pakar Ilmu Linguistik Arab dan Tafsir Al-Qur'an
Salman Al-Farisi ( سلمان الفارسي ) radhiyallahu 'anhu (RA), seorang sahabat Nabi bekebangsaan Persia. Beliau menjadi pahlawan berkat ide briliannya membuat parit dalam upaya melindungi Madinah dalam perang Khandaq .
Sebelumnya memang tidak memiliki kesempatan untuk mengikuti perang monumental, seperti Perang Badr dan Uhud serta beberapa peperangan lainnya. Sebab sewaktu itu ia masih berstatus sebagai seorang budak yang belum merdeka, meski telah menyatakan keislamannya kepada Rasulullah SAW . (Baca Juga: Perang Khandaq dan Ramalan Masa Depan Kejayaan Islam )
Namun, manakala ia pertama kali mengikuti peperangan, justru ide brilian Salman Al-Farisi yang disetujui oleh Rasulullah agar pasukan kaum muslimin membuat strategi perang parit yang membantengi Kota Madinah atau yang lebih dikenal dengan perang Khandak.
"Duhai Rasulullah . Di negeri kami, biasanya setiap kali peperangan, kami akan menggali parit di sekeliling kota, sehingga musuh akan kesulitan menerobos masuk benteng pertahanan.
Bagaimana sekiranya kita menggali parit sedalam tinggi kuda agar musuh terhalang memasuki Kota Madinah ini!" Demikian usulan pandangan dari mantan budak Yahudi dari negeri Persia itu pada Rasulullah pada kali pertama dia mengikuti peperangan.
Rasulullah SAW pun menyetujui usulan tersebut. Beliau SAW lantas memerintahkan para sahabat menggali parit yang mengelilingi perbatasan wilayah Kota Madinah , meski harus mengerahkan tenaga lebih ekstra selama berminggu-minggu.
Usulan menggali parit untuk mengelabui musuh, ternyata belum pernah ada sepanjang sejarah peperangan Arab dan belum pernah dikenal di masa itu. Dan terbukti, kaum kuffar Quraisy terkecoh dengan strategi langka itu. (Baca Juga: Perjalanan Panjang Salman Al-Farisi Mencari Kebenaran )
Meski ide Salman Al-Farisi tergolong aneh dan di luar kebiasaan peperangan bangsa Arab ketika itu, namun bangsa Arab tidak menolak mentah-mentah usulan langka dari orang luar Arab. Bahkan, bagi Rasulullah SAW sendiri beliau menerima usulan dari bekas budak Yahudi dari Persia itu.
Lihat Juga :