Asal-usul Penamaan Brigade Al-Qassam, Pasukan Hamas yang Ditakuti Israel
Selasa, 21 November 2023 - 21:30 WIB
Pasukan Brigade Al-Izzudin Al-Qassam adalah pejuang Hamas yang wajib membaca Al-Quran satu juz sehari dan hafal Al-Quran minimal 15 Juz. Foto/Ist
Brigade Al-Izzudin Al-Qassam merupakan nama yang diabadikan sebagai sayap Militer Hamas. Berikut asal-usul penamamaan Brigade Al-Qassam Hamas yang ditakuti Zionis Israel dan dunia Barat.
Brigade Al-Qassam telah lama beroperasi di jalur Gaza melawan penindasan dan invasi militer Israel. Pejuang Mujahidin ini telah menghancurkan lebih dari 282 kendaran militer Israel dan membunuh banyak tentara Zionis.
Asal-usul nama sayap militer Hamas ini memiliki kisah menarik yang jarang diketahui publik. Penamaan Brigade Al-Izzudin Al-Qassam ternyata terinspirasi dari nama seorang tokoh ulama dan pejuang Palestina bernama Syaikh Al-Izzudin Al-Qassam rahimahullah.
Beliau lahir di Jableh Suriah pada 1882, yang saat itu masih bagian dari Kesultanan Utsmaniyah. Ayahnya adalah seorang ulama ahli Tariqah Qadariyah. Syaikh Izzudin Al-Qassam gugur sebagai syuhada ketika bertempur melawan pasukan Inggris di Jenin pada 1935. Jenazahnya dimakamkan di Nazlet Zeid,
Kematian Syaikh Al-Izzudin Al-Qassam memicu kemarahan besar dan mendorong rakyat Palestina berjihad besar-besaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sejak itulah nama Syaikh Izzudin Al-Qassam diabadikan menjadi nama sayap militer gerakan Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam.
Pengalaman Spritual Syaikh Izzuddin Al-Qassam
Dai lulusan Al-Azhar Mesir Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq menceritakan pengalaman Syaikh Izzuddin Al-Qassam yang sarat dengan hikmah. Kisah beliau telah menginspirasi para pejuang dan Mujahidin Palestina. Berikut kisahnya:
لقد تعلّمت العقيدة 20 عامًا ودرّستها وعلّمتها للناس 20 عامًا أُخرى
"Aku telah belajar ilmu aqidah selama 20 tahun dan mengajarkan kepada orang-orang ilmu tersebut selama 20 tahun pula."
فلمّا أذّن المؤذن للجهاد وذهبنا لملاقاة العدو إذا بي أولي دبري هاربًا مع صوت الرصاص والمدافع
"Lalu ketika dikumandangkan panggilan untuk berjihad aku pun turut serta, tapi baru mendengar rentetan tembakan dan dentuman bom nyaliku pun langsung ciut dan aku menjadi yang pertama kali mundur ke belakang."
وحزنت لنفسي كثيرًا كيف أنا العالِم الكبير أهرب مع أول مواجهه ويفتّ في عضدي كل ما أؤمن به وربيّت عليه الناس من عقيده وثبات لله
Brigade Al-Qassam telah lama beroperasi di jalur Gaza melawan penindasan dan invasi militer Israel. Pejuang Mujahidin ini telah menghancurkan lebih dari 282 kendaran militer Israel dan membunuh banyak tentara Zionis.
Asal-usul nama sayap militer Hamas ini memiliki kisah menarik yang jarang diketahui publik. Penamaan Brigade Al-Izzudin Al-Qassam ternyata terinspirasi dari nama seorang tokoh ulama dan pejuang Palestina bernama Syaikh Al-Izzudin Al-Qassam rahimahullah.
Beliau lahir di Jableh Suriah pada 1882, yang saat itu masih bagian dari Kesultanan Utsmaniyah. Ayahnya adalah seorang ulama ahli Tariqah Qadariyah. Syaikh Izzudin Al-Qassam gugur sebagai syuhada ketika bertempur melawan pasukan Inggris di Jenin pada 1935. Jenazahnya dimakamkan di Nazlet Zeid,
Kematian Syaikh Al-Izzudin Al-Qassam memicu kemarahan besar dan mendorong rakyat Palestina berjihad besar-besaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Sejak itulah nama Syaikh Izzudin Al-Qassam diabadikan menjadi nama sayap militer gerakan Hamas, Brigade Izzuddin Al-Qassam.
Pengalaman Spritual Syaikh Izzuddin Al-Qassam
Dai lulusan Al-Azhar Mesir Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq menceritakan pengalaman Syaikh Izzuddin Al-Qassam yang sarat dengan hikmah. Kisah beliau telah menginspirasi para pejuang dan Mujahidin Palestina. Berikut kisahnya:
لقد تعلّمت العقيدة 20 عامًا ودرّستها وعلّمتها للناس 20 عامًا أُخرى
"Aku telah belajar ilmu aqidah selama 20 tahun dan mengajarkan kepada orang-orang ilmu tersebut selama 20 tahun pula."
فلمّا أذّن المؤذن للجهاد وذهبنا لملاقاة العدو إذا بي أولي دبري هاربًا مع صوت الرصاص والمدافع
"Lalu ketika dikumandangkan panggilan untuk berjihad aku pun turut serta, tapi baru mendengar rentetan tembakan dan dentuman bom nyaliku pun langsung ciut dan aku menjadi yang pertama kali mundur ke belakang."
وحزنت لنفسي كثيرًا كيف أنا العالِم الكبير أهرب مع أول مواجهه ويفتّ في عضدي كل ما أؤمن به وربيّت عليه الناس من عقيده وثبات لله
Lihat Juga :