Konspirasi Yahudi: Kisah Revolusi Prancis, Bak Memasukkan Ular Berbisa ke Kamar
Jum'at, 01 Desember 2023 - 10:33 WIB
Maksudnya adalah memasukkan wakil pihak pemilik modal dalam keuangan rumah tangga kerajaan Perancis. pihak pemberi pinjaman itu tidak lain adalah Jacques Necker, yang kemudian dipilih oleh raja sebagai menteri keuangan Prancis.
Setelah para pemilik modal berhasil mengorbitkan Necker, mereka memujinya lewat berbagai sarana propaganda yang mereka kuasai, bahwa Necker adalah seorang pakar ekonomi kelas kakap, dan satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan perekonomian Perancis dari krisis yang sedang berjalan.
Padahal, setelah 4 tahun Necker berkuasa memegang kementerian keuangan, kondisi perekonomian Prancis makin bertambah buruk, sejajar dengan naiknya utang-utang yang dibuatnya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Seorang sejarawan Inggris Captain A. Romsey melukiskan kondisi ekonomi Prancis kala itu dalam bukunya yang berjudul 'Sebuah Perang Tanpa Nama' (A War Without a Name) sebagai berikut:
"Revolusi Prancis merupakan pukulan maut bagi orang yang sedang sakit, karena kuku-kuku utang yang menancap, disusul dengan dikuasainya media massa dan kegiatan politik oleh para tokoh Yahudi. Tidak luput pula para tokoh lapisan masyarakat bawah juga mereka kuasai.
Panggung massal telah siap menyajikan pertunjukan drama revolusi. Dengan segala cara para perancang Konspirasi menggerakan revolusi, dan dengan cengkeraman kukunya yang kuat mereka membuat raja tidak berdaya.
William G. Carr menambahkan pada waktu itu Palsemo menghujani dengan selebaran-selebaran gelap. Sambil melaknat tokoh-tokoh istana dan gereja, para kaki tangan Konspirasi terus mengatur langkah dan strategi, dan melatih kader-kader yang kelak dijadikan pemimpin setelah sistem kerajaan runtuh. Di antara tokoh yang berhasil dipersiapkan oleh Konspirasi adalah Robespierre, Danton dan lain-lain.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Duke Durlian Bangkrut, Istananya Jadi Sarang Kemaksiatan
Setelah para pemilik modal berhasil mengorbitkan Necker, mereka memujinya lewat berbagai sarana propaganda yang mereka kuasai, bahwa Necker adalah seorang pakar ekonomi kelas kakap, dan satu-satunya orang yang mampu menyelamatkan perekonomian Perancis dari krisis yang sedang berjalan.
Padahal, setelah 4 tahun Necker berkuasa memegang kementerian keuangan, kondisi perekonomian Prancis makin bertambah buruk, sejajar dengan naiknya utang-utang yang dibuatnya.
Baca juga: Konspirasi Yahudi Internasional, Rothschild: Tidak Ada Kekuatan yang Bisa Menghancurkannya
Seorang sejarawan Inggris Captain A. Romsey melukiskan kondisi ekonomi Prancis kala itu dalam bukunya yang berjudul 'Sebuah Perang Tanpa Nama' (A War Without a Name) sebagai berikut:
"Revolusi Prancis merupakan pukulan maut bagi orang yang sedang sakit, karena kuku-kuku utang yang menancap, disusul dengan dikuasainya media massa dan kegiatan politik oleh para tokoh Yahudi. Tidak luput pula para tokoh lapisan masyarakat bawah juga mereka kuasai.
Panggung massal telah siap menyajikan pertunjukan drama revolusi. Dengan segala cara para perancang Konspirasi menggerakan revolusi, dan dengan cengkeraman kukunya yang kuat mereka membuat raja tidak berdaya.
William G. Carr menambahkan pada waktu itu Palsemo menghujani dengan selebaran-selebaran gelap. Sambil melaknat tokoh-tokoh istana dan gereja, para kaki tangan Konspirasi terus mengatur langkah dan strategi, dan melatih kader-kader yang kelak dijadikan pemimpin setelah sistem kerajaan runtuh. Di antara tokoh yang berhasil dipersiapkan oleh Konspirasi adalah Robespierre, Danton dan lain-lain.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Duke Durlian Bangkrut, Istananya Jadi Sarang Kemaksiatan
(mhy)
Lihat Juga :