Konspirasi Yahudi: Kisah Duke Durlian Bangkrut, Istananya Jadi Sarang Kemaksiatan
Rabu, 29 November 2023 - 09:51 WIB
loading...
Palais Royal dulunya adalah Istana milik Duke Durlian. Foto/Ilustrasi: wikipedia
A
A
A
Duke Durlian adalah anak paman Raja Prancis , Raja Louis XVI. Ia terjebak ke dalam Freemasonry Nasional Prancis yang dikenal dengan sebutan The Blue Masonry. Kurang lebih empat tahun kemudian, Duke Durlian terkuras kekayaannya, dan dia sendiri memikul beban utang dalam jumlah besar.
"Tidak ada jalan lain baginya untuk membayar utang-utangnya kembali, kecuali harus menempuh jalan hidup yang bisa melepaskan bebannya," tulis William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993).
Kemudian dia mengambil jalan pintas dengan melakukan kegiatan penyelundupan dan perdagangan barang-barang terlarang, dengan maksud untuk bisa membayar utang-utangnya. Akan tetapi, petualangan bisnisnya justru membuat Durlian lebih dalam terjerumus dalam lembah utang .
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Comte De Mirabeau dalam Pelukan Nurani
Pada tahun 1780 utangnya telah mencapai 800.000 Franc. Angka itu merupakan jumlah yang sangat besar menurut ukuran masa itu.
Setelah itu, para sesepuh Yahudi melihat saatnya telah tiba untuk menjerat mangsanya lebih kuat, berkat kecerdasan Comte De Mirabeau, tokoh berdarah bangsawan yang sangat berpengaruh di istana kerajaan, yang terlebih dahulu berada dalam pelukan Nurani.
Para pemilik modal Yahudi mendekati Durlian dengan bujuk rayu menggiurkan, sehingga Durlian terperdaya menggadaikan harta miliknya, tanahnya, bahkan istananya 'Palais Royal' yaitu istana kerajaan khusus untuknya atas pemberian raja.
Istana itu dijadikan jaminan utang-utangnya kepada para pemilik modal Yahudi itu. Durlian tidak menyadari, bahwa tindakannya itu akan menjerumuskan dia ke dalam perangkap setan.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Perkumpulan Kaum Nurani, Tugasnya Menghancurkan Kristen
Kekuatan yang terselubung telah mengutus seorang Yahudi asal Spanyol untuk menjalankan aksi mengawasi harta kekayaan Durlian, berikut Palais Royalnya.
Utusan itu adalah Coderlos De Lalco, yang dikenal sebagai penulis buku cerita 'Hubungan Berbahaya' dan karya percintaan lainnya yang bernafas cinta dan seks.
"Tidak ada jalan lain baginya untuk membayar utang-utangnya kembali, kecuali harus menempuh jalan hidup yang bisa melepaskan bebannya," tulis William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993).
Kemudian dia mengambil jalan pintas dengan melakukan kegiatan penyelundupan dan perdagangan barang-barang terlarang, dengan maksud untuk bisa membayar utang-utangnya. Akan tetapi, petualangan bisnisnya justru membuat Durlian lebih dalam terjerumus dalam lembah utang .
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Comte De Mirabeau dalam Pelukan Nurani
Pada tahun 1780 utangnya telah mencapai 800.000 Franc. Angka itu merupakan jumlah yang sangat besar menurut ukuran masa itu.
Setelah itu, para sesepuh Yahudi melihat saatnya telah tiba untuk menjerat mangsanya lebih kuat, berkat kecerdasan Comte De Mirabeau, tokoh berdarah bangsawan yang sangat berpengaruh di istana kerajaan, yang terlebih dahulu berada dalam pelukan Nurani.
Para pemilik modal Yahudi mendekati Durlian dengan bujuk rayu menggiurkan, sehingga Durlian terperdaya menggadaikan harta miliknya, tanahnya, bahkan istananya 'Palais Royal' yaitu istana kerajaan khusus untuknya atas pemberian raja.
Istana itu dijadikan jaminan utang-utangnya kepada para pemilik modal Yahudi itu. Durlian tidak menyadari, bahwa tindakannya itu akan menjerumuskan dia ke dalam perangkap setan.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Perkumpulan Kaum Nurani, Tugasnya Menghancurkan Kristen
Kekuatan yang terselubung telah mengutus seorang Yahudi asal Spanyol untuk menjalankan aksi mengawasi harta kekayaan Durlian, berikut Palais Royalnya.
Utusan itu adalah Coderlos De Lalco, yang dikenal sebagai penulis buku cerita 'Hubungan Berbahaya' dan karya percintaan lainnya yang bernafas cinta dan seks.
Lihat Juga :