Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin

Jum'at, 08 Desember 2023 - 14:54 WIB
Beberapa kali usaha pembunuhan terhadap dirinya selalu gagal. Akhirnya Stolibin ditembak mati oleh seorang Yahudi bernama Morday Yogovov di sebuah auditorium kota Kiev tahun 1911.

Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati

Sepeninggal Stolibin, pemerintah Rusia berusaha meneruskan langkah perbaikan Stolibin. pihak kekuatan terselubung juga tidak berhenti mengadakan persekongkolan untuk menimbulkan kerusuhan dan ketidakstabilan.

Muncullah perang propaganda besar-besaran, seperti pernah dialami oleh Prancis sebelum revolusi. Propaganda gosip tentang skandal sosial, moral dan seksual diarahkan kepada orang-orang penting istana dan istri tokoh masyarakat, para pejabat pemerintah dan lain-lain.

Fenomena suap-menyuap muncul dengan tiba-tiba. Demoralisasi segera menyebar di seluruh lapisan masyarakat. Kehidupan mewah ala jet-set mewarnai keluarga Czar.

Pesta-pora gila-gilaan, yang digemari oleh kalangan istana dan para pejabat menjadi lahan subur untuk dijadikan bahan gosip. Demikianlah fenomena yang dideskripsikan oleh kekuatan terselubung lewat mass-media dan alat propaganda lainnya.

Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Perang Rusia Jepang, Yahudi Mengail Ikan di Air Keruh

Meskipun gosip itu tidak seluruhnya merupakan isapan jempol, namun di situ terdapat seorang tokoh penting yang dijadikan sumber jaringan propaganda demoralisasi. Tidak lain tokoh ini adalah setan berjubah pastor, Rasputin sendiri, yaitu tokoh yang sengaja dipasang untuk mempersiapkan pecahnya revolusi Rusia, persis seperti peran yang dimainkan oleh Coderlos De Lalco dalam revolusi Prancis.

Kesamaan yang aneh telah terjadi lagi dalam sejarah, karena merupakan hasil dari perancang yang sama. Rasputin yang memiliki kharisma besar dan teguh pendirian itu telah bisa menguasai istana dengan jalan mendekati permaisuri Czar yang putranya sakit-sakitan, karena ia bisa meyakinkan sang permaisuri, bahwa ia bisa menyembuhkan putranya.

Faktor'kebetulan' juga ikut berperan, sehingga Rasputin bisa masuk ke istana, karena Czar Nicholey II memiliki kepribadian lemah dan lugu. Jika saja Czar Nicholey memiliki kepribadian kuat, bermoral dan berpendirian tegas, nasib Rusia dan rakyatnya mungkin akan berbeda dan terhindar dari pembantaian Minggu itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!