Konspirasi Internasional: Kisah Perang Rusia dan Jepang, Yahudi Mengail Ikan di Air Keruh
Kamis, 07 Desember 2023 - 14:31 WIB
loading...
Pada tahun 1905 krisis yang melanda Rusia mencapai puncaknya, dengan meletusnya perang antara Jepang dan Rusia. Foto/Ilustrasi: Britannica
A
A
A
Pada tahun 1905 krisis yang melanda Rusia mencapai puncaknya, dengan meletusnya perang antara Jepang dan Rusia. Dalam kondisi demikian, pihak Konspirasi Yahudi Internasional mendapat peluang emas untuk mengail ikan di air keruh. Mereka membantu Jepang sehingga membuat Rusia kalah dalam perang.
"Perang merupakan pukulan paling telak dalam sejarah Rusia, sehingga kerajaan Rusia tidak bisa lagi berdiri dengan kedua kakinya," tulis William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993).
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexandr II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Pada masa pemerintahan Czar Alexander III, pemerintah dan rakyat Rusia mengetahui secara global, bahwa sumber kekacauan dan kesulitan ekonomi yang dialami adalah akibat ulah tangan-tangan Yahudi yang terselubung.
Gejala ini menimbulkan sikap benci terhadap unsur Yahudi sedemikian besarnya, seperti sikap orang Jerman dalam membenci unsur Yahudi, setelah paham Kari Reiter tersebar luas di seluruh Jerman.
Di pihak lain, orang Yahudi Eropa terus mengatur dan memberi dana kepada gerakan kerusuhan yang dirancang dari sarang perkumpulan Freemasonry di Prancis dan Inggris dan negara Eropa lainnya.
Mereka sudah lama memimpikan sebuah negara nasional bangsa Yahudi. Dengan demikian, kalau terjadi tindak kekerasan sebagai balas dendam terhadap mereka dari bangsa Eropa, bagi mereka tersedia tempat berlindung yang sekaligus bisa dijadikan pusat kegiatan yang bersifat internasional yang aman bagi Konspirasi internasional.
Gerakan ini dipimpin oleh seorang Yahudi Jerman bernama Theodore Herzl, yang kelak berhasil mendirikan sebuah negara Zionis Israel.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi
Pembunuhan Politik
Kelompok perusuh dari satu pihak dan kelompok revolusioner di pihak lain di Rusia mengadakan sejumlah pembunuhan politik dengan tujuan yang berbeda.
Kelompok teroris berhasil membunuh Bogoliev, Menteri Pendidikan Rusia tahun 1901, karena dendam akibat disahkannya peraturan mengenai pendidikan yang terdapat dalam undang-undang Mei, yang membatasi jumlah anak Yahudi yang bisa diterima di sekolah umum Rusia.
"Perang merupakan pukulan paling telak dalam sejarah Rusia, sehingga kerajaan Rusia tidak bisa lagi berdiri dengan kedua kakinya," tulis William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993).
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Buntut Pembunuhan Alexandr II, Organisasi Yahudi Dilarang di Rusia
Pada masa pemerintahan Czar Alexander III, pemerintah dan rakyat Rusia mengetahui secara global, bahwa sumber kekacauan dan kesulitan ekonomi yang dialami adalah akibat ulah tangan-tangan Yahudi yang terselubung.
Gejala ini menimbulkan sikap benci terhadap unsur Yahudi sedemikian besarnya, seperti sikap orang Jerman dalam membenci unsur Yahudi, setelah paham Kari Reiter tersebar luas di seluruh Jerman.
Di pihak lain, orang Yahudi Eropa terus mengatur dan memberi dana kepada gerakan kerusuhan yang dirancang dari sarang perkumpulan Freemasonry di Prancis dan Inggris dan negara Eropa lainnya.
Mereka sudah lama memimpikan sebuah negara nasional bangsa Yahudi. Dengan demikian, kalau terjadi tindak kekerasan sebagai balas dendam terhadap mereka dari bangsa Eropa, bagi mereka tersedia tempat berlindung yang sekaligus bisa dijadikan pusat kegiatan yang bersifat internasional yang aman bagi Konspirasi internasional.
Gerakan ini dipimpin oleh seorang Yahudi Jerman bernama Theodore Herzl, yang kelak berhasil mendirikan sebuah negara Zionis Israel.
Baca juga: Konspirasi Internasional: Kisah Ironi Alexander II, Dibunuh karena Menolong Kaum Yahudi
Pembunuhan Politik
Kelompok perusuh dari satu pihak dan kelompok revolusioner di pihak lain di Rusia mengadakan sejumlah pembunuhan politik dengan tujuan yang berbeda.
Kelompok teroris berhasil membunuh Bogoliev, Menteri Pendidikan Rusia tahun 1901, karena dendam akibat disahkannya peraturan mengenai pendidikan yang terdapat dalam undang-undang Mei, yang membatasi jumlah anak Yahudi yang bisa diterima di sekolah umum Rusia.
Lihat Juga :