Konspirasi Yahudi: Kisah Rusia Kalah dalam Perang Dunia I dan Revolusi Bolshevik
Jum'at, 08 Desember 2023 - 15:11 WIB
Konspirasi Yahudi Internasional melahirkan salah satunya revolusi Bolshevik di Rusia. Ilustrasi: The Collector
Perang Dunia I adalah sebuah perang global terpusat di Eropa yang dimulai pada tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918. Dalam Perang Dunia I ini, Rusia berperang melawan Jerman . Sedangkan Revolusi Bolshevik dilakukan oleh pihak komunis Rusia di bawah pimpinan Vladimir Lenin. Ini adalah revolusi perubahan pemerintahan kedua di Rusia pada tahun 1917.
Kedua peristiwa besar ini di bawah kendali Konspirasi Yahudi Internasional . William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menceritakan berkat propaganda gerakan komunis atheis, Bolshevik dan Manshevik, patriotisme bangsa Rusia menurun di kalangan rakyat dan angkatan bersenjata.
"Demikian pula kaki-tangan Konspirasi masih menempati posisi penting pada pos-pos perhubungan, logistik dan transportasi sejak Rusia perang melawan Jepang ," tulis William.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin
Kekalahan Rusia dari Jepang dijadikan bahan propaganda kelompok revolusioner untuk menyebarkan sikap ragu dan cemas di dalam negeri. Kekacauan makin memuncak, dan keruntuhan makin dekat, ibarat lumpur yang bertambah becek.
Grigori Yefimovich Rasputin (869–1916), shohib Czar Nicholas II, ternyata adalah pengkhianat. Kelak dia diketahui sebagai seorang agen rahasia Jerman.
Tak diragukan lagi, bahwa di belakang Rasputin ada kekuatan Konspirasi internasional yang telah mengatur semua itu. Apalagi markas operasi Rasputin berada di dekat istana Czar, sehingga lebih mudah ia mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dari kalangan istana.
Sedangkan Lenin dan Martov beserta para tokoh Komunis lainnya pada saat itu masih berada di Swiss untuk menikmati kehidupan mewah di negara netral, dan jauh dari kebisingan perang yang sedang berkecamuk di negerinya, sambil menunggu instruksi khusus.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Lahirnya Koran yang Menyuarakan Gerakan Komunisme internasional
Trotsky saat itu masih berada di New York untuk merekrut kelompok teroris Yahudi profesional, yang kemudian dikirim ke Rusia.
Setelah saat yang tepat tiba, mereka akan mengadakan perang jalanan di kota-kota besar Rusia. Akhirnya kerusuhan pun tidak bisa dihindarkan sejak awal tahun 1917, yaitu sejak kelompok bawah tanah Yahudi menghentikan supply kebutuhan pokok ke ibukota San Petersburg.
Bahaya kelaparan mulai dirasakan penduduk. Sementara itu, para tokoh revolusi yang mayoritas terdiri dari orang Yahudi terus menghasut massa agar melakukan kerusakan dan perampokan di mana-mana.
Mereka membagi-bagikan uang kepada para perusuh disertai dengan pengarahan yang disampaikan oleh kekuatan terselubung itu. Maka lautan demonstran memenuhi jalan-jalan besar.
Pihak pemerintah telah mengambil pelajaran dari pemberontakan Januari 1905, sehingga untuk menembakkan sebutir peluru pun mereka harus berpikir panjang dalam situasi seperti itu.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati
Kedua peristiwa besar ini di bawah kendali Konspirasi Yahudi Internasional . William G. Carr dalam bukunya berjudul "Yahudi Menggenggam Dunia" (Pustaka Kautsar, 1993) menceritakan berkat propaganda gerakan komunis atheis, Bolshevik dan Manshevik, patriotisme bangsa Rusia menurun di kalangan rakyat dan angkatan bersenjata.
"Demikian pula kaki-tangan Konspirasi masih menempati posisi penting pada pos-pos perhubungan, logistik dan transportasi sejak Rusia perang melawan Jepang ," tulis William.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Setan Berjubah Pastor Bernama Rasputin
Kekalahan Rusia dari Jepang dijadikan bahan propaganda kelompok revolusioner untuk menyebarkan sikap ragu dan cemas di dalam negeri. Kekacauan makin memuncak, dan keruntuhan makin dekat, ibarat lumpur yang bertambah becek.
Grigori Yefimovich Rasputin (869–1916), shohib Czar Nicholas II, ternyata adalah pengkhianat. Kelak dia diketahui sebagai seorang agen rahasia Jerman.
Tak diragukan lagi, bahwa di belakang Rasputin ada kekuatan Konspirasi internasional yang telah mengatur semua itu. Apalagi markas operasi Rasputin berada di dekat istana Czar, sehingga lebih mudah ia mengumpulkan informasi yang dibutuhkan dari kalangan istana.
Sedangkan Lenin dan Martov beserta para tokoh Komunis lainnya pada saat itu masih berada di Swiss untuk menikmati kehidupan mewah di negara netral, dan jauh dari kebisingan perang yang sedang berkecamuk di negerinya, sambil menunggu instruksi khusus.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Lahirnya Koran yang Menyuarakan Gerakan Komunisme internasional
Trotsky saat itu masih berada di New York untuk merekrut kelompok teroris Yahudi profesional, yang kemudian dikirim ke Rusia.
Setelah saat yang tepat tiba, mereka akan mengadakan perang jalanan di kota-kota besar Rusia. Akhirnya kerusuhan pun tidak bisa dihindarkan sejak awal tahun 1917, yaitu sejak kelompok bawah tanah Yahudi menghentikan supply kebutuhan pokok ke ibukota San Petersburg.
Bahaya kelaparan mulai dirasakan penduduk. Sementara itu, para tokoh revolusi yang mayoritas terdiri dari orang Yahudi terus menghasut massa agar melakukan kerusakan dan perampokan di mana-mana.
Mereka membagi-bagikan uang kepada para perusuh disertai dengan pengarahan yang disampaikan oleh kekuatan terselubung itu. Maka lautan demonstran memenuhi jalan-jalan besar.
Pihak pemerintah telah mengambil pelajaran dari pemberontakan Januari 1905, sehingga untuk menembakkan sebutir peluru pun mereka harus berpikir panjang dalam situasi seperti itu.
Baca juga: Konspirasi Yahudi: Kisah Dendam Lenin setelah Kakaknya Dihukum Mati
Lihat Juga :