Kisah Iblis Galau dan Memohon Tobat Lewat Nabi Musa
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:29 WIB
Maka setan pun melakukan tipu daya untuk menakut-nakutinya, maka dibayangkan kepadanya seolah-olah akan dijatuhi batu bukit besar, tetapi ahli ibadah itu selalu berdzikir kepada Allah sehingga terhindar. Terkadang setan menakutinya dengan ular ketika ia salat hingga melingkar di kakinya hingga kepalanya. Ketika sujud, ahli ibadah ditakuti seakan-akan ular itu akan menelan kepalanya, maka ia hanya menyingkirkan dengan tangannya hingga dapat bersujud.
Ketika selesai salat, setan datang kepadanya dan berkata: "Saya sudah usaha untuk menyesatkanmu tetapi tidak berhasil. Kini saya akan berteman saja denganmu." Mendengar pengakuan setan itu, ahli ibadah itu berkata: "Saat engkau menakutiku, Alhamdulillah aku tidak takut, demikian pula sekarang aku tidak ingin bersahabat denganmu".
Lalu setan itu berkata: "Apakah engkau tidak tahu bagaimana keadaan keluargamu sepeninggalanmu?" Ahli ibadah itu menjawab: "Aku telah mati sebelum mereka". Kemudian setan berkata: "Lalu apakah kamu tidak bertanya padaku bagaimana aku dapat menyesatkan anak Adam ?"(Baca Juga: Iblis dan Keledai pun Ikut Naik ke Bahtera Nabi Nuh )
Ahli ibadah itu berkata: "Baiklah, bagaimana kamu menyesatkan anak Adam?" Iblis laknatullah menjawab: "Aku menyesatkan mereka dengan tiga hal yaitu: (1) Bakhil (kikir) (2) Marah dan (3) Mabuk".
Manusia apabila bakhil (pelit) maka ia akan enggan mengeluarkan hartanya untuk menunaikan kewajibannya. Apabila ia pemarah, maka setan akan mempermainkannya seperti anak kecil bermain bola. Meskipun ia dapat menghidupkan orang mati dengan doanya, setan tidak patah harapan untuk menyesatkannya. Sebab ia membangun dan setan akan merobohkan dengan satu kalimat saja. Demikian pula jika seseorang mabuk, maka setan akan mudah menuntunnya kepada kejahatan sebagaimana kambing dituntun oleh penggembala.
Demikian kisah pertobatan Iblis laknatullah yang tidak terwujud akibat kemarahannya kepada Nabi Adam . Iblis dan bala tentaranya juga memberitahukan rahasia bahwa kemarahan mencakup seluruh kejahatan. (Baca Juga: Kisah Umar Bin Abdul Aziz Ketika Menahan Marah )
Wallahu Ta'ala A'lam
Ketika selesai salat, setan datang kepadanya dan berkata: "Saya sudah usaha untuk menyesatkanmu tetapi tidak berhasil. Kini saya akan berteman saja denganmu." Mendengar pengakuan setan itu, ahli ibadah itu berkata: "Saat engkau menakutiku, Alhamdulillah aku tidak takut, demikian pula sekarang aku tidak ingin bersahabat denganmu".
Lalu setan itu berkata: "Apakah engkau tidak tahu bagaimana keadaan keluargamu sepeninggalanmu?" Ahli ibadah itu menjawab: "Aku telah mati sebelum mereka". Kemudian setan berkata: "Lalu apakah kamu tidak bertanya padaku bagaimana aku dapat menyesatkan anak Adam ?"(Baca Juga: Iblis dan Keledai pun Ikut Naik ke Bahtera Nabi Nuh )
Ahli ibadah itu berkata: "Baiklah, bagaimana kamu menyesatkan anak Adam?" Iblis laknatullah menjawab: "Aku menyesatkan mereka dengan tiga hal yaitu: (1) Bakhil (kikir) (2) Marah dan (3) Mabuk".
Manusia apabila bakhil (pelit) maka ia akan enggan mengeluarkan hartanya untuk menunaikan kewajibannya. Apabila ia pemarah, maka setan akan mempermainkannya seperti anak kecil bermain bola. Meskipun ia dapat menghidupkan orang mati dengan doanya, setan tidak patah harapan untuk menyesatkannya. Sebab ia membangun dan setan akan merobohkan dengan satu kalimat saja. Demikian pula jika seseorang mabuk, maka setan akan mudah menuntunnya kepada kejahatan sebagaimana kambing dituntun oleh penggembala.
Demikian kisah pertobatan Iblis laknatullah yang tidak terwujud akibat kemarahannya kepada Nabi Adam . Iblis dan bala tentaranya juga memberitahukan rahasia bahwa kemarahan mencakup seluruh kejahatan. (Baca Juga: Kisah Umar Bin Abdul Aziz Ketika Menahan Marah )
Wallahu Ta'ala A'lam
(rhs)
Lihat Juga :