Kisah Iblis Galau dan Memohon Tobat Lewat Nabi Musa
Sabtu, 08 Agustus 2020 - 17:29 WIB
Ilustrasi Iblis laknatullah ketika meminta bantuan kepada Nabi Musa alaihissalam agar tobatnya diterima Allah Taala. Foto/Dok islam foundation channel
Kisah Iblis laknatullah memohon tobat pernah terjadi di zaman Nabiyullah Musa 'alaihissalam (AS). Kisah ini diceritakan oleh ulama besar kelahiran Khurasan, Imam Abu Laits As-Samarqandi (wafat 373 H) dalam Kitab Tanbihul Ghafilin. Iblis laknatullah adalah nenek moyang bangsa jin yang bernama asli Azazil.
Kisah ini menarik untuk diulas karena berkaitan dengan keutamaan menahan marah. Seperti diketahui, marah datangnya dari setan dan setan diciptakan dari api. Dan api hanya bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaklah dia berwudhu. Demikian sabda Rasulullah SA W dalam satu hadisnya. (Baca Juga: Kisah Nabi Ayyub dan Gangguan Iblis Laknatullah )
Dikisahkan, Iblis laknatullah datang kepada Nabi Musa dan berkata: "Engkaulah yang dipilih Allah Ta'ala untuk risalah dan langsung berkata-kata kepadamu, sedang aku seorang makhluk biasa, yang ingin juga bertaubat kepada Tuhan, maka tolonglah aku semoga dapat diterima taubatku".
Mendengar perkataan Iblis itu, Nabi Musa merasa gembira lalu beliau berwudhu' dan salat kemudian berdoa kepada Allah: "Ya Rabb, Iblis (laknatullah) adalah makhluk-Mu. Ia akan bertaubat , maka terimalah tobatnya". Maka turunlah wahyu kepada Nabi Musa : "Ya Musa, dia tidak akan bertobat". Nabi Musa berkata: "Ya Rabb, dia minta taubat". Maka wahyu turun lagi kepada Nabi Musa : "Aku telah menerima permintaamu Musa, maka suruhlah ia sujud ke kuburan Adam 'alaihissalam , maka Aku akan menerima taubatnya".
Nabi Musa sangat gembira dan menyampaikan wahyu itu kepada Iblis laknatullah , tiba-tiba Iblis laknatullah marah dan sombong seraya berkata: "Aku tidak sujud kepadanya di masa hidupnya, bagaimana akan sujud sesudah matinya?" Lalu Iblis laknatullah berkata: "Hai Musa , karena engkau telah menolongku kepada Tuhan, maka kini engkau berhak mendapat hadiah dariku. Maka aku berpesan kepadamu dengan tiga hal yaitu:
1. Ingatlah aku ketika marah, sebab aku di dalam tubuhmu mengikuti aliran darah.
2. Ingatlah aku ketika menghadapi musuh dalam perang sebab aku datang kepada anak Adam mengingatkan kepadanya keadaan istri dan anak keluarganya serta hartanya sehingga ia lari ke belakang.
3. Jangan duduk sendirian dengan perempuan yang bukan mahrom sebab aku menjadi utusannya padamu dan utusanku padanya.
Singkat kisah, keinginan Iblis untuk bertobat tidak terwujud dikarenakan sifat sombong dan marahnya kepada Nabi Adam. Iblis masih menyimpan dendam dan enggan untuk bersujud kepada manusia pertama dan bapak seluruh manusia itu. Semoga kita dipelihara dari kejahatan Iblis dan sifat marah yang diwarisinya. (Baca Juga: Hati-hati, Inilah Cara Iblis Celakakan Manusia )
Kemudian dikisahkan lagi Wabh bin Munabbih berkata: "Ada seorang ahli ibadah Bani Israil akan disesatkan oleh Iblis laknatullah namun tidak berhasil. Suatu hari ia keluar untuk satu hajat, maka setan mengikutinya kalau-kalau ia mendapat kesempatan. Setan dan bala tentaranya berusaha menggoda syahwat dan marahnya ternyata tidak berhasil.
Kisah ini menarik untuk diulas karena berkaitan dengan keutamaan menahan marah. Seperti diketahui, marah datangnya dari setan dan setan diciptakan dari api. Dan api hanya bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaklah dia berwudhu. Demikian sabda Rasulullah SA W dalam satu hadisnya. (Baca Juga: Kisah Nabi Ayyub dan Gangguan Iblis Laknatullah )
Dikisahkan, Iblis laknatullah datang kepada Nabi Musa dan berkata: "Engkaulah yang dipilih Allah Ta'ala untuk risalah dan langsung berkata-kata kepadamu, sedang aku seorang makhluk biasa, yang ingin juga bertaubat kepada Tuhan, maka tolonglah aku semoga dapat diterima taubatku".
Mendengar perkataan Iblis itu, Nabi Musa merasa gembira lalu beliau berwudhu' dan salat kemudian berdoa kepada Allah: "Ya Rabb, Iblis (laknatullah) adalah makhluk-Mu. Ia akan bertaubat , maka terimalah tobatnya". Maka turunlah wahyu kepada Nabi Musa : "Ya Musa, dia tidak akan bertobat". Nabi Musa berkata: "Ya Rabb, dia minta taubat". Maka wahyu turun lagi kepada Nabi Musa : "Aku telah menerima permintaamu Musa, maka suruhlah ia sujud ke kuburan Adam 'alaihissalam , maka Aku akan menerima taubatnya".
Nabi Musa sangat gembira dan menyampaikan wahyu itu kepada Iblis laknatullah , tiba-tiba Iblis laknatullah marah dan sombong seraya berkata: "Aku tidak sujud kepadanya di masa hidupnya, bagaimana akan sujud sesudah matinya?" Lalu Iblis laknatullah berkata: "Hai Musa , karena engkau telah menolongku kepada Tuhan, maka kini engkau berhak mendapat hadiah dariku. Maka aku berpesan kepadamu dengan tiga hal yaitu:
1. Ingatlah aku ketika marah, sebab aku di dalam tubuhmu mengikuti aliran darah.
2. Ingatlah aku ketika menghadapi musuh dalam perang sebab aku datang kepada anak Adam mengingatkan kepadanya keadaan istri dan anak keluarganya serta hartanya sehingga ia lari ke belakang.
3. Jangan duduk sendirian dengan perempuan yang bukan mahrom sebab aku menjadi utusannya padamu dan utusanku padanya.
Singkat kisah, keinginan Iblis untuk bertobat tidak terwujud dikarenakan sifat sombong dan marahnya kepada Nabi Adam. Iblis masih menyimpan dendam dan enggan untuk bersujud kepada manusia pertama dan bapak seluruh manusia itu. Semoga kita dipelihara dari kejahatan Iblis dan sifat marah yang diwarisinya. (Baca Juga: Hati-hati, Inilah Cara Iblis Celakakan Manusia )
Kemudian dikisahkan lagi Wabh bin Munabbih berkata: "Ada seorang ahli ibadah Bani Israil akan disesatkan oleh Iblis laknatullah namun tidak berhasil. Suatu hari ia keluar untuk satu hajat, maka setan mengikutinya kalau-kalau ia mendapat kesempatan. Setan dan bala tentaranya berusaha menggoda syahwat dan marahnya ternyata tidak berhasil.
Lihat Juga :