Kisah Umar bin Khattab Mendekati Ajal: Mimpi Seekor Ayam Jantan Mematuk Dua Kali

Selasa, 12 Desember 2023 - 08:46 WIB
Khotbah itu yang lebih menyerupai wasiat dalam kata-katanya: "Bagi saya tak ada yang lebih penting yang saya tinggalkan daripada soal kalalah, dan tak pernah ada persoalan yang pernah saya ajukan kepada Rasulullah seperti ketika saya mengajukan soal kalalah ini.

Dan Rasulullah tak pernah berkata keras kepada saya dalam soal apa pun sejak saya mendampinginya, seperti dalam soal kalalah ini juga, sehingga ia meninju saya di perut dengan jarinya sambil berkata: 'Umar, buat Anda cukuplah ayat yang di akhir surah an-Nisa.'

Kalau saya masih akan hidup saya akan melaksanakan itu seperti yang ditentukan bagi siapa pun yang membaca dan tidak membaca Qur'an."

Kemudian katanya: "Ya Allah, aku akan menjadi saksi atas para pembesar kota-kota itu! Aku mengirim mereka untuk mengajar orang tentang agama dan sunah Nabi, untuk berlaku adil terhadap mereka, membagikan rampasan perang dan melaporkan kepadaku kesulitan dalam persoalan yang mereka hadapi."

Baca juga: 10 Karomah Sayyidina Umar Bin Khattab (1)

Juwairiah bin Qudamah dari Banu Tamim berkata: "Saya menunaikan ibadah haji pada tahun ketika Umar wafat, dan ketika sampai di Madinah ia berkhotbah: "Saya bermimpi seolah ada seekor ayam jantan mematuk saya. Dia hidup hanya sampai pada musim haji itu, kemudian ia ditikam orang."

Perasaan Umar bahwa ajalnya sudah dekat, tanpa sakit, selain merasakan tenaganya yang makin lemah dan badan letih, memaksanya sering berpikir dan merenung.

Tak banyak orang selama ia dalam sehat afiat yang berbicara dalam hatinya, seperti yang dialami Umar, kendati ada sebagian orang yang merasakan dekatnya ajal pada permulaan sakitnya yang terakhir.

Baca juga: Pidato Pelantikan Umar bin Khattab yang Menggetarkan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!