Ummu Syuraik, Pendakwah dan Perempuan Pebisnis yang Hebat

Minggu, 09 Agustus 2020 - 11:43 WIB
Ummu Syuraik, sosok muslimah yang keyakinannya terhadap Islam dan Rabb-nya begitu menginspirasi umat, khususnya kaum hawa. foto ilustrasi/ist
Banyak kisah inspiratif dari perempuan muslimah di zaman Rasulullah, yang bisa diteladani muslimah di era saat ini. Salah satunya tentang Ummu Syuraik, perempuan kaya raya dan dermawan, yang juga konsisten berdakwah .

Kisah Ummu Syuraik terdapat di dalam kitab Shahih Muslim , dijelaskan suatu riwayat menarik dari Fathimah bint Qais. Riwayat tersebut sangat panjang sekali, tetapi di dalam teksnya Fathimah menceritakan tentang sosok Ummu Syuraik.

وَأُمُّ شَرِيكٍ امْرَأَةٌ غَنِيَّةٌ مِنَ الأَنْصَارِ عَظِيمَةُ النَّفَقَةِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ يَنْزِلُ عَلَيْهَا الضِّيفَانُ…… (رواه مسلم)

“Ummu Syuraik adalah perempuan yang kaya raya dari kalangan Anshar. Sering membelanjakan hartanya di jalan Allah. Karena itu, banyak tamu yang berdatangan ke rumahnya.” (HR. Muslim).

Riwayat tersebut mencatat nama Ummu Syuraik sebagai perempuan yang kaya raya dan dermawan. Nama aslinya masih diperdebatkan. Ada yang mengatakan Ghaziyyah dan ada yang mengatakan Ghuzaiyyah. Ummu Syuraik tinggal di Kota Madinah. (Baca juga : Memprioritaskan Taubat dalam Kehidupan )

KIsah yang paling menakjubkan adalah tentang Ummu Syuraik yang teguh pada jalan dakwahnya mengenalkan Islam dan keyakinannya yang kuat terhadap Rabb-nya yang tinggi. Cara berdakwah yang ia tempuh, adalah mengajak wanita-wanita Quraisy mengenal Islam dan mendorong mereka agar memasukinya. Caranya berdakwah sebagai bukti pembelaan dirinya dan loyalitas terhadap Islam. Hingga mantaplah iman di dalam hatinya dan memahami kewajiban dirinya terhadap Islam. Sehingga mempersembahkan hidupnya untuk menyebarkan dakwah tauhid, meninggikan kalimat Allah dan mengibarkan panji laa ilaha illallahu Muhammad Rasulullah.

Ummu Syuraik pun tahu akan resiko dan konsekuensi yang akan menimpanya, baik pengorbanan harta, derita, gangguan ataupun siksaan terhadap jiwa. Hingga suatu hari terujilah keimanan Ummu Syuraik. Ia dibawa ke sebuah tempat dengan mengendarai unta lemah yang sangat buruk dan kasar. Kemudian hanya diberi makan dan madu, tanpa diberi satu tetes airpun untuk diminum. Hingga manakala panas matahari menyengat kulit, wanita mulia ini mendapatkan pukulan dan hantaman.

Begitu kejamnya orang-orang kafir menyiksanya. Mereka memaksa Ummu Syuraik untuk segera meninggalkan agama Islam. Namun perempuan mulia ini tak menghiraukan sakit dan cambukan yang mendera, hanya mengangkat telunjuk ke langit sebagai isyarat tauhid.

Di saat titik nadir, wanita yang teguh ini hanya pasrah kepada Sang Penggenggam nyawanya. Baginya kematian bukanlah hal yang ditakuti. Keajaiban pun terjadi, inilah bentuk pertolongan Allah kepada Ummu Syuraik. Di saat panas terik dan hantaman cambukan, justru dadanya merasakan dinginnya ember yang berisikan air. Ember itu terangkat dan terlihat menggantung dari langit ketujuh. (Baca juga : Pentingya Ilmu Manajemen Konflik dalam Rumah Tangga )

Saat Ummu Syuraik ingin meminumnya lagi, ember itu terjulur mendekat. Seolah ember itu tahu kebutuhannya yang tak mampu bangkit karena siksa yang amat berat padanya. Hal itu berulang terus hingga ketiga kalinya. Lalu beliau mengguyurkan air ke kepalanya dan membasahi sekujur tubuhnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!