Kisah Pemakaman Umar bin Khattab: Kepalanya Ditempatkan di Bahu Abu Bakar
Kamis, 21 Desember 2023 - 11:45 WIB
Baca juga: Jelang Ajal: Umar Melarang Hafsah Menangisinya, Minta Ditidurkan di Tanah
Selama itu ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang paling banyak berbakti, paling adil dan sangat bertakwa. Karena itu, makin lama kecintaan mereka kepadanya makin besar.
Betapa mereka tidak akan merasa demikian, pada permulaan pemerintahannya mereka yang dalam kekurangan, karena jasanya Allah telah melapangkan hidup mereka.
Mereka yang tadinya selalu dibayangi ketakutan dari Persia dan Romawi, dengan karunia Allah berbalik menjadi tuan atas kedua raksasa Persia dan Romawi itu!
Dengan demikian kedaulatan Islam jadi stabil dan mantap. Memang pantas sekali Umar dimakamkan bersama kedua sahabatnya itu, berada di samping mereka dan kini arwahnya menjadi tenang, bahwa dia telah menjalankan kebijakan kedua sahabatnya itu, telah menyempurnakan ketentuan Allah di muka bumi ini ketika Allah mewahyukan kepada Nabi-Nya suatu risalah untuk disempurnakan.
Umar telah menyelesaikan tugasnya ini, sebab dia sudah melupakan dirinya, sebab hanya persatuan Muslimin dan kebesaran Islam yang menjadi tujuan utamanya.
Baca juga: Umar bin Khattab Menjelang Ajal: Alhamdulillah, Saya Tidak Dibunuh oleh Muslim
Selama ia menjalankan tugasnya selaku khalifah tak pernah terpikirkan hendak mencari kekayaan untuk dirinya atau keluarganya. Bahkan ia melihat segala yang ditanganinya mengenai kepentingan Muslimin merupakan suatu beban berat yang harus dipikulnya.
Tujuan utamanya, janganlah ada keraguan yang melekat di hati orang atau dalam dirinya. Di wilayahnya itu ia harus menunaikan segala hak orang dan kewajibannya yang harus ditunaikan. Dan semua itu sudah ia lakukan dan Allah telah memuliakan dan memperkuat Islam, kemudian mewariskan bumi ini kepada hamba-hamba-Nya yang saleh, yang mau memperbaikinya.
Baca juga: Jelang Ajal, Umar bin Khattab Dihibur Ibnu Abbas tentang Berita Surga
Selama itu ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang paling banyak berbakti, paling adil dan sangat bertakwa. Karena itu, makin lama kecintaan mereka kepadanya makin besar.
Betapa mereka tidak akan merasa demikian, pada permulaan pemerintahannya mereka yang dalam kekurangan, karena jasanya Allah telah melapangkan hidup mereka.
Mereka yang tadinya selalu dibayangi ketakutan dari Persia dan Romawi, dengan karunia Allah berbalik menjadi tuan atas kedua raksasa Persia dan Romawi itu!
Dengan demikian kedaulatan Islam jadi stabil dan mantap. Memang pantas sekali Umar dimakamkan bersama kedua sahabatnya itu, berada di samping mereka dan kini arwahnya menjadi tenang, bahwa dia telah menjalankan kebijakan kedua sahabatnya itu, telah menyempurnakan ketentuan Allah di muka bumi ini ketika Allah mewahyukan kepada Nabi-Nya suatu risalah untuk disempurnakan.
Umar telah menyelesaikan tugasnya ini, sebab dia sudah melupakan dirinya, sebab hanya persatuan Muslimin dan kebesaran Islam yang menjadi tujuan utamanya.
Baca juga: Umar bin Khattab Menjelang Ajal: Alhamdulillah, Saya Tidak Dibunuh oleh Muslim
Selama ia menjalankan tugasnya selaku khalifah tak pernah terpikirkan hendak mencari kekayaan untuk dirinya atau keluarganya. Bahkan ia melihat segala yang ditanganinya mengenai kepentingan Muslimin merupakan suatu beban berat yang harus dipikulnya.
Tujuan utamanya, janganlah ada keraguan yang melekat di hati orang atau dalam dirinya. Di wilayahnya itu ia harus menunaikan segala hak orang dan kewajibannya yang harus ditunaikan. Dan semua itu sudah ia lakukan dan Allah telah memuliakan dan memperkuat Islam, kemudian mewariskan bumi ini kepada hamba-hamba-Nya yang saleh, yang mau memperbaikinya.
Baca juga: Jelang Ajal, Umar bin Khattab Dihibur Ibnu Abbas tentang Berita Surga
(mhy)
Lihat Juga :