Inilah Syair Rindu Imam Syafi'i tentang Gaza, Tanah Kelahirannya
Rabu, 03 Januari 2024 - 12:48 WIB
Karena kerinduanku yang sangat besar
Begitulah bait syair Imam Syafi’i menceritakan kerinduannya terhadap Gaza.
Ustaz Teuku Khairul Fazli Lc dalam buku Ushul Fiqih Mazhab Syafi'i yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan biografi singkat Imam Syafi'i. Ia menceritakan kelahiran dan wafatnya Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i merupakan satu-satunya imam mazhab dari keturunan Quraisy. Nasabnya tersambung kepada Rasulullah SAW melalui 'Abdul Manaf. Rasulullah SAW bersabda, "kepemimpinan itu dari kalangan orang-orang Quraisy." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Fakhrurrazi salah satu ulama besar yang bermazhab Syafi'i berkata, Jurjani merupakan satu ulama dari kalangan mazhab Hanafi yang mencela nasabnya Imam Syafi'i.
Beliau juga berkata bahwa pengikut mazhab Maliki tidak mengakui bahwa nasab Imam Syafi'i berasal dari Quraisy. Bahkan mereka beranggapan Syaafi' yakni kakek ketiga Imam Syafi'i adalah budak Abu Lahab. Cerita hoaks ini sudah dibantah oleh mayoritas ulama pengikut mazhab Syafi'i.
Imam Nawawi mengatakan, ulama sepakat bahwa Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 Hijriyah yang bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah. Imam Yaqut berkata, Imam Syafi'i lahir pada hari wafatnya Imam Abu Hanifah. Walaupun mayoritas ulama tidak memperhitungkan pendapat ini.
Para ulama berselisih pendapat mengenai di mana Imam Syafi'i dilahirkan. Ada tiga pendapat. Pertama, Imam Syafi'i dilahirkan di Gaza pada tahun 150 H. Pada umur tiga tahun pindah ke Makkah. Kedua, Imam Syafi'i dilahirkan di 'Asqalan, jarak antara 'Asqalan dengan Gaza sekitar 3 Farsakh dan kedua daerah ini masuk dalam wilayah Palestina.
Ketiga, Imam Syafi'i dilahirkan di Yaman, khawatir takut telantar, ibunya membawanya ke Makkah. Ini merupakan pendapat yang paling lemah di antara pendapat yang lainnya.
Begitulah bait syair Imam Syafi’i menceritakan kerinduannya terhadap Gaza.
Lahir dan Wafatnya Imam Syafi'i
Imam Syafi'i bernama lengkap Muhammad bin Idris bin 'Abbas bin 'Usman bin Syaafi' bin Saaib bin 'Ubaid bin 'Abdu Yazid bin Haasyim bin 'Abdul Mutthalib bin 'Abdul Manaf. Beliau adalah pendiri mazhab Syafi'i yakni mazhab fikih dalam suni yang sangat banyak pengikutnya.Ustaz Teuku Khairul Fazli Lc dalam buku Ushul Fiqih Mazhab Syafi'i yang diterbitkan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan biografi singkat Imam Syafi'i. Ia menceritakan kelahiran dan wafatnya Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i merupakan satu-satunya imam mazhab dari keturunan Quraisy. Nasabnya tersambung kepada Rasulullah SAW melalui 'Abdul Manaf. Rasulullah SAW bersabda, "kepemimpinan itu dari kalangan orang-orang Quraisy." (HR. Bukhari dan Muslim).
Imam Fakhrurrazi salah satu ulama besar yang bermazhab Syafi'i berkata, Jurjani merupakan satu ulama dari kalangan mazhab Hanafi yang mencela nasabnya Imam Syafi'i.
Beliau juga berkata bahwa pengikut mazhab Maliki tidak mengakui bahwa nasab Imam Syafi'i berasal dari Quraisy. Bahkan mereka beranggapan Syaafi' yakni kakek ketiga Imam Syafi'i adalah budak Abu Lahab. Cerita hoaks ini sudah dibantah oleh mayoritas ulama pengikut mazhab Syafi'i.
Imam Nawawi mengatakan, ulama sepakat bahwa Imam Syafi'i lahir pada tahun 150 Hijriyah yang bertepatan dengan tahun wafatnya Imam Abu Hanifah. Imam Yaqut berkata, Imam Syafi'i lahir pada hari wafatnya Imam Abu Hanifah. Walaupun mayoritas ulama tidak memperhitungkan pendapat ini.
Para ulama berselisih pendapat mengenai di mana Imam Syafi'i dilahirkan. Ada tiga pendapat. Pertama, Imam Syafi'i dilahirkan di Gaza pada tahun 150 H. Pada umur tiga tahun pindah ke Makkah. Kedua, Imam Syafi'i dilahirkan di 'Asqalan, jarak antara 'Asqalan dengan Gaza sekitar 3 Farsakh dan kedua daerah ini masuk dalam wilayah Palestina.
Ketiga, Imam Syafi'i dilahirkan di Yaman, khawatir takut telantar, ibunya membawanya ke Makkah. Ini merupakan pendapat yang paling lemah di antara pendapat yang lainnya.
Lihat Juga :