9 Pembeda Nabi Muhammad SAW Dibanding Nabi-Nabi Lain
Rabu, 03 Januari 2024 - 14:18 WIB
4. Pesannya jelas menentang pembedaan ras. Menyingkirkan seluruh rintangan-rintangan sosial adalah bagian yang penting dari pesannya. Kulit putih, hitam, merah dan kuning adalah sama.
Tidak ada bangsa (golongan) lebih baik (lebih tinggi) dari bangsa-bangsa yang lain dan tidak ada bangsa lebih rendah dari bangsa yang lain. Manusia terpuji atau tidak semata-mata hanya karena apa yang ia lakukan. Kemudian kita datang hanya melalui perbuatan kita yang baik.
Dari Al Qur'an:
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Tuhan ialah yang lebih bertaqwa (memelihara diri dari kejahatan)." QS 49 : 13.
5. Dia mendirikan dan membentuk, selama hidupnya, negara yang kuat, yang didasarkan pada cita-cita yang tinggi. Negara Islam dilahirkan pada zaman di mana pemerintah diciptakan sebagai penguasa, lebih tinggi dari rakyat dan melakukan sesuatu tanpa persetujuan rakyat.
Rakyat tidak pernah mengecap persamaan dengan orang-orang yang memerintah mereka. Juga tidak ada persamaan mereka satu sama lain.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Berbeda betul dengan ajaran Islam. Menurut Islam, pemerintah adalah hasil dari pemberian kepercayaan rakyat untuk memimpinnya. Jadi, semua orang yang mengembangkan prinsip-prinsip demikian dihubungkan satu dengan yang lain dan dianggap menjadi bersaudara.
6. Dia mengalahkan seluruh penentang-penentangnya, dan tak satu golongan pun dapat mengalahkannya.
Dia adalah Nabi yang menjamin kebebasan beragama ketika dia cukup kuat untuk menguasai mereka.
Tidak ada bangsa (golongan) lebih baik (lebih tinggi) dari bangsa-bangsa yang lain dan tidak ada bangsa lebih rendah dari bangsa yang lain. Manusia terpuji atau tidak semata-mata hanya karena apa yang ia lakukan. Kemudian kita datang hanya melalui perbuatan kita yang baik.
Dari Al Qur'an:
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu dalam pandangan Tuhan ialah yang lebih bertaqwa (memelihara diri dari kejahatan)." QS 49 : 13.
5. Dia mendirikan dan membentuk, selama hidupnya, negara yang kuat, yang didasarkan pada cita-cita yang tinggi. Negara Islam dilahirkan pada zaman di mana pemerintah diciptakan sebagai penguasa, lebih tinggi dari rakyat dan melakukan sesuatu tanpa persetujuan rakyat.
Rakyat tidak pernah mengecap persamaan dengan orang-orang yang memerintah mereka. Juga tidak ada persamaan mereka satu sama lain.
Baca juga: Dialog tentang Takdir antara Imam Chirri dan Prof Wilson
Berbeda betul dengan ajaran Islam. Menurut Islam, pemerintah adalah hasil dari pemberian kepercayaan rakyat untuk memimpinnya. Jadi, semua orang yang mengembangkan prinsip-prinsip demikian dihubungkan satu dengan yang lain dan dianggap menjadi bersaudara.
6. Dia mengalahkan seluruh penentang-penentangnya, dan tak satu golongan pun dapat mengalahkannya.
Dia adalah Nabi yang menjamin kebebasan beragama ketika dia cukup kuat untuk menguasai mereka.
Lihat Juga :