Inilah Zikir Ringan tapi Paling Berat Timbangannya di Yaumul Hisab

Kamis, 04 Januari 2024 - 15:05 WIB
Zikir ringan yang amalannya paling berat di timbangan di Yaumul Hisab, adalah zikir kalimat tauhid. Foto ilustrasi/ist
Zikir ringan yang amalannya paling berat di timbangan di Yaumul Hisab, adalah zikir kalimat tauhid. Satu kalimat yang sangat pendek dan singkat, namun paling berat timbangannya di akhirat kelak.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda mengisahkan percakapan nabi Musa dengan Allah subhanahu wata’ala,

“Ya Rabb, ajarkanlah kepadaku sesuatu untuk mengingat-Mu dan berdoa kepada-Mu.”

Allah SWT berfirman, “Ucapkan hai Musa laa ilaha illallah.”

Musa berkata, “Ya Rabb, semua hamba-Mu mengucapkan itu.”

Allah berfirman, “Hai Musa, seandainya ketujuh langit serta seluruh penghuninya—selain Aku—dan ketujuh bumi diletakkan dalam satu timbangan dan kalimat laa ilaha illallah diletakkan dalam timbangan yang lain, niscaya kalimat laa ilaha illallah lebih berat timbangannya.” (HR. Ibnu Hibban No. 6218)

Dua Rukun Kalimat Laa ilaaha illallaah

Kalimat Laa ilaaha illallaah mengandung dua unsur penting yang menjadikan kalimat ini begitu dahsyat. Dalam kitab-kitab referensi ilmu akidah dua unsur ini disebut dengan rukun kalimat Laa ilaaha illallaah.

Rukun pertama: an-Nafyu (negasi)

Rukun kedua: al-Itsbat (penetapan)

Rukun tauhid an-Nafyu ini terdapat pada kalimat Laa Ilaaha. Kalimat laa ilaaha secara bahasa artinya adalah tidak ada sesembahan. Maknanya, menegasikan, menafikan, atau meniadakan segala bentuk sesembahan selain Allah subhanahu wata’ala.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!