Jangan Sia-siakan Waktu Muda, Ini Balasannya di Masa Tua Kelak

Sabtu, 06 Januari 2024 - 09:03 WIB
2. Menjaga agar dia selalu bersuci. Karena bersuci adalah pembuka salat.

3. Menjaga kepala dan perut. Bentuk menjaga kepala adalah menjaga pendengaran, penglihatan, dan lisan dari berbagai keharaman. Sedangkan bentuk menjaga perut adalah menjaga apa yang ada di dalamnya, yaitu menjaga hati dari perkara haram, serta menjaga perut dari dimasuki makanan dan minuman yang haram.

4. Menjaga lisan dan kemaluan. Agar dia selalu menjaga dirinya tidak terjerumus dalam kemaksiatan dikala sudah usia lanjut.

5. Belajar ilmu agama. Meski sudah berumur tapi Allah jaga dirinya tetap menyenangi ilmu Allah. Sehingga bisa menjalankan ibadah dan muamalah dengan baik, serta berdakwah dengan ilmu untuk diajarkan kepada yang lain.

Ibnu Rajab rahimahullah pernah menceritakan, bahwa sebagian ulama ada yang sudah berusia di atas seratus tahun, namun ketika itu mereka masih diberi kekuatan dan kecerdasan. Diceritakan bahwa di antara ulama tersebut pernah melompat dengan lompatan yang amat jauh.

Ulama tersebut mengatakan bahwa anggota badannya selalu dijaga, agar jangan sampai berbuat maksiat di kala dia muda. Balasannya, Allah menjaga anggota badannya ini di waktu tuanya.

Namun ada orang yang sebaliknya, sudah berusia senja, jompo, dan biasa mengemis pada manusia. Para ulama pun mengatakan tentang orang tersebut: “Inilah orang yang selalu melalaikan hak Allah di waktu mudanya, maka Allah pun melalaikan dirinya di waktu tuanya.” (dalam kitab Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam).

Karena itulah seseorang muslim dituntut memiliki kemauan beribadah dan taat kepada Allah sewaktu muda. Berbuat baik dalam seluruh aspek kehidupannya. Agar ketika sudah tua dan jompo, Allah Subhanahu wa Ta'ala tetap menjaganya hingga menemui husnul khatimah.

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!