Menyambut Bulan Rajab dengan Memuji Allah Taala dan Bertobat

Minggu, 07 Januari 2024 - 14:31 WIB
Allâh telah menentukan musim-musim kebaikan dan limpahan-limpahan barakah dari bulan-bulan tersebut, di antaranya dengan memilih empat bulan haram (suci) dari dua belas yang ada dalam setahun. Bulan-bulan itu adalah Rajab, Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram.

Satu bulan menyendiri, yaitu bulan Rajab, datang sesudah bulan Jumadil Akhir dan sebelum bulan Syabân. Dan tiga bulan berurutan, yaitu Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah dan Muharram.

Allâh SWT berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ


Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allâh ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allâh di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. [QS At-Taubah/9:36]

Dalam 4 bulan haram ini, Ulama mengatakan bahwa ganjaran amal-amal kebaikan akan dilipatkan bagi orang-orang yang beramal saleh. Sebaliknya, hukuman dan akan diberatkan pada pelaku kejahatan dan kezaliman di dalamnya.

Baca juga: Bulan Rajab Bulan Haram, Apa Maksudnya?

Pada 13 Januari akan datang bulan Rajab. Bagaimana seorang menyikapi datangnya bulan haram ini?

Pertama-tama, ia mensyukuri nikmat besar tersebut, sebab bersyukur adalah kaedah umum untuk merespons sebuah kenikmatan dari Allâh taala, apa pun nikmat tersebut, baik nikmat duniawi, apalagi kenikmatan yang berhubungan dengan agama, kesempatan beramal saleh dan memperbaiki diri.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!