Pembebasan Irak: Kisah Surat Khalid yang Menyebut Pasukan Muslim Cinta Mati

Senin, 15 Januari 2024 - 09:02 WIB
"Turunlah dan letakkanlah barang-barang kalian di sini. Kemudian berjuanglah untuk menguasai mata air itu. Air akan menentukan ketahanan dan kehormatan kedua pasukan ini."

Ekspedisi Kazimah dan kemenangan Khalid melawan Persia

Ormizd berdiri di tengah-tengah pasukannya, didampingi di kanan kirinya oleh dua orang pangeran dari keluarga kerajaan di Persia, Kobad (Kavadh) dan Anusyagan. Ormizd berteriak: "Mana Khalid?!"

Ia menginginkan Khalid maju bertanding satu lawan satu. Karena dia sudah tahu tentang kepahlawanan Khalid di negeri Arab dan apa yang sudah dilakukannya, maka lebih yakin dia bahwa kalau dapat membunuh Khalid, berarti Persia memperoleh separuh kemenangan kalau tidak akan dikatakan itulah seluruh kemenangannya. Tetapi apa pula yang telah menggodanya ia ingin membunuh Khalid padahal Khalid seorang pahlawan yang tak terkalahkan?!

Soalnya mudah saja. Dengan pengkhianatan tujuannya akan tercapai. Untuk itu ia perintahkan pasukan berkudanya, kalau mereka melihat Khalid maju, seranglah dia serentak dan bunuhlah.

Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir

Khalid mendengar ajakan Ormizd itu. Ia turun dari kudanya dan melangkah menuju kepadanya, maka bertemulah keduanya dan terjadilah dua kali duel. Ketika itulah pasukan berkuda Persia sudah siap menyerang hendak membunuh Khalid dan menyelamatkan Ormizd. Tetapi ketika itu juga Qa'qa' bin Amr menyerang mereka tanpa memberi kesempatan lagi. Sementara itu Khalid sudah berhasil membantai Ormizd.

Ketika itulah pasukan Muslimin mengadakan serangan balasan, dan pihak Persia melarikan diri. Oleh pasukan Muslimin mereka dikejar terus sampai malam hari.

Pihak Muslimin sudah sampai di Jembatan Besar Sungai Furat, letak kota Basrah yang sekarang, sementara Kobad dan Anusyagan terus lari tunggang langgang bersama sisa-sisa pasukannya.

Kemenangan berakhir di pihak Muslimin. Khalid memerintahkan Ma'qil bin Muqarrin al-Mazani agar pergi ke Ubullah untuk mengumpulankan harta dan tawanan-tawanan peran. Ma'qil segera melaksanakan tugas itu.

Sedang Mutsanna mendapat perintah agar memburu pasukan Persia yang sudah kalah itu. Mutsanna bergegas mengejarnya, dan seolah ia tak ingin kehilangan jejaknya sebelum mencapai Mada'in.

Baca juga: Kisah Heraklius Lepas Kota Nabi Ibrahim, Mukjizat Khalid bin Walid
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!